Masih di Kantin yang Sama

She’s got a smile it seems to me
Reminds me of childhood memories
Where everything
Was as fresh as the bright blue sky
Now and then when I see her face
She takes me away to that special place
And if I’d stare too long
I’d probably break down and cry

Lanjutkan membaca “Masih di Kantin yang Sama”

Tujuh Puluh Empat Tahun Merdeka

Agustus berlalu. Bendera-bendera, umbul-umbul, lampu dan lampion telah dikemas. Barang kali bisa digunakan pada perayaan tahun depan. Persis seperti apa yang kita lakukan pada tahun-tahun yang lalu. Sambil menyimpan itu semua, ada hal yang mengganjal buat saya setelah membaca di linimasa: tujuh puluh empat tahun kita merdeka, masih perlukah kita meneriakkan ‘merdeka’ dengan mengacungkan tangan penuh semangat?

Lanjutkan membaca “Tujuh Puluh Empat Tahun Merdeka”

Kampus NKRI, Mengapa Tidak?

Sebagaimana tradisi awal masa perkuliahan, di kampus almamater akan dipenuhi spanduk ucapan selamat datang kepada mahasiswa baru. Tak ada yang membedakan tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Tapi entah mengapa kemudian saya mendapat pesan whatsapp yang mempermasalahkan tentang spanduk-spanduk selamat datang di tahun ajaran ini.

Apa yang aneh dari spanduk-spanduk tersebut? Berikut penampakannya:

Lanjutkan membaca “Kampus NKRI, Mengapa Tidak?”

Curang

Dalam beberapa jam ke depan (1/6), ratusan ribu pendukung Liverpool FC memenuhi Madrid dan jutaan lainnya bersiap menonton Liverpool FC yang hendak bertanding di laga final UEFA Champions League (UCL) melawan sesama tim Inggris. Apa jadinya jika jauh sebelum pertandingan itu dimulai sudah diserukan bahwa Liverpool akan bermain curang?

Lanjutkan membaca “Curang”

Pilpres Sudah Usai

Jauh hari sebelum diumumkan oleh Komite Pemilihan Umum pada Selasa dini hari (21/5) yang lalu, pun jauh sebelum masa kampanye dimulai, tepatnya sesaat sejak kontestasi dimulai ketika KPU menetapkan Joko Widodo dan Prabowo Subianto adalah Calon Presiden Republik Indonesia 2019-2024, bagi saya pilpres sudah selesai.

Awalnya saya merasa begitu.

Lanjutkan membaca “Pilpres Sudah Usai”

Celoteh Nuha: Jokowi

Dalam perjalanan pulang ke rumah, setelah seharian saya menempuh Jakarta Surabaya via Tol Trans Jawa bersama rombongan konvoi alumni-alumni yang akan mengikuti Deklarasi Dukungan Alumni Jatim untuk #01 dan saya memisahkan diri dari rombongan karena Nuha dan bundanya menjemput saya di bundaran Waru, Nuha yang duduk di samping saya yang pegang setir bercerita,” Tadi lho Yah, aku dan temenku berdebat soal Jokowi dan Prabowo.”

“Kok bisa begitu?” saya bertanya penuh keingintahuan.

Lanjutkan membaca “Celoteh Nuha: Jokowi”