Buku Kecil Laksamana dan Pitch Invasion

Laksamana Sukardi, mantan Menteri di era Presiden Abdurrahman Wahid dan di era Presiden Megawati Soekarnoputri, meluncurkan buku baru di bulan Agustus 2022 yang lalu. Pancasalah, judulnya. Saya termasuk yang dapat kiriman dari penulisnya langsung sebuah buku cetakan pertama yang ditandatangani beliau tertanggal 30 Agustus 2022. Buku tipis, 80 halaman yang ringan untuk dibaca, tetapi beratLanjutkan membaca “Buku Kecil Laksamana dan Pitch Invasion”

Hari Minggu Pertama Oktober yang Kelabu

Sudah lupa rasanya saya nonton Liga Indonesia sejak saya memutuskan untuk apatis bertahun-tahun yang lalu saat PSSI masih dinahkodai Nurdin Halid. Nahkoda boleh berganti-ganti, penumpang gelap tetaplah sama saja. Jadi buat apa mengharap sesuatu hasilnya berbeda dari proses yang tetap sama. Ya kan? Tapi tadi pagi beda (2/10).

Tolak

Urusan ditolak sebenarnya urusan yang sederhana. Ditolak cintanya, ditolak lamarannya, ditolak ajakannya. Apalagi? Banyaklah. Segala sesuatu yang tidak secara otomatis bisa ‘klik’ melibatkan kedua belah pihak selalu menyimpan dua potensi: diterima atau ditolak. Jadi mestinya ya urusan ditolak adalah hal yang sederhana dan wajar. Tetapi penyikapan atas penolakan itulah yang terkadang membuatnya menjadi rumit.

Dalam Satu Genggaman

Menuliskan postingan ini (17/11) dan postingan sebelumnya, saya menggunakan aplikasi di handphone. Biasanya saya ngeblog ya hanya via laptop. Dengan menggunakan aplikasi di handphone, ngeblog jadi lebih ringkas karena saya tak lagi ribet mindahin data dari handphone ke laptop. Apalagi handphone dan laptop saya itu keduanya tak seiman yang bikin perlu beberapa penyiasatan agar keduanyaLanjutkan membaca “Dalam Satu Genggaman”

Digugu bukan Diguyu

nek wong tuwek iku biasane omongane digugu karo sing enom, tapi yo ono ae sing omongane malah diguyu sing enom Quote di atas nemu di salah satu whatsapp group. Tidak persis sih, tapi hampir dipastikan tidak jauh berbeda dengan apa yang dimaksudkan. Quote dalam bahasa Jawa yang terjemahan bebas dalam bahasa Indonesia adalah “kalau orangLanjutkan membaca “Digugu bukan Diguyu”

Sholat Id di Musim Pandemi

Pandemi ini, yang diawali sejak tahun kemarin dan entah kapan benar-benar berlalu, telah mengubah banyak hal kebiasaan-kebiasaan kita. Salah satunya, kapan lagi kita yang awam ini naik pangkat jadi imam sholat Id kalau bukan di musim pandemi. Saya mengalaminya sebagaimana bapak-bapak muslim yang lain di Idul Fitri 1441 H setahun yang lalu dengan menjadi imamLanjutkan membaca “Sholat Id di Musim Pandemi”

Nopember

Yang baku adalah November. Bukan Nopember. Tetapi karena sudah terlanjur melekat menjadi nama, jadilah Nopember adalah kesalahan yang menjadi benar untuk penulisan nama Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang biasa disingkat menjadi ITS. Salah satu kampus yang ajeg menghuni peringkat atas kampus di Indonesia bersama kampus negeri yang lebih dahulu lahir, seperti Universitas Indonesia, Universitas GajahLanjutkan membaca “Nopember”