Pandemi ini, yang diawali sejak tahun kemarin dan entah kapan benar-benar berlalu, telah mengubah banyak hal kebiasaan-kebiasaan kita. Salah satunya, kapan lagi kita yang awam ini naik pangkat jadi imam sholat Id kalau bukan di musim pandemi. Saya mengalaminya sebagaimana bapak-bapak muslim yang lain di Idul Fitri 1441 H setahun yang lalu dengan menjadi imam sholat Id di rumah masing-masing. Pengalaman itu nyaris terulang di tahun ini, hingga di suatu Jumat di bulan Ramadan, ada pengumuman bahwasanya Masjid Al-Akbar Surabaya tempat saya biasa jumatan di musim pandemi, bakal menyelenggarakan sholat Id di tahun 1442 H ini dengan membatasi hanya 15% dari kapasitas dengan mekanisme pendaftaran online.

Dengan pengalaman selama ini bahwasanya Masjid Al-Akbar sudah teruji menjalankan prosedur kesehatan paling baik yang pernah saya ketahui, saya iseng mencari laman pendaftaran untuk menjadi jamaah sholat Id di sana. Alhamdulillah, setelah mengisi form pendaftaran, malam harinya saya mendapatkan notifikasi via whatsapp bahwa saya terpilih.

Saya kemudian mengikuti arahan berikutnya untuk mengambil ‘keplek’ tanda sebagai jamaah terpilih.

Sempat terpikir, bagaimana nanti pelaksanaan pas hari-h ya? Apakah bisa tetap menjamin prokes menghindari covid? Saya masih trauma pas mencoba Jumatan di masjid di kawasan Surabaya Utara beberapa waktu yang lalu. Sewaktu masih awal, prokes masih dijalankan. Tetapi begitu sholat hendak didirikan, jamaah yang dari luar tidak kebagian kemudian memaksakan untuk merangsek mencari tempat kosong tanpa mengindahkan kaidah menjaga jarak.

Syukurlah, ternyata kekhawatiran saya tidak terbukti. Upaya takmir mensosialisasikan pembatasan jamaah hanya 15% sejak jauh hari ampuh meredam jamaah go-show. Ada beberapa memang jamaah go-show yang nekat atau tidak tahu, tetapi bisa tertangani dengan baik karena jumlahnya kecil. Sebagian besar yang datang adalah jamaah yang sudah teridentifikasi dengan menggunakan ‘keplek’ dan tertangani oleh takmir dengan sangat baik layaknya semacam pelaksanaan konser-konser grup internasional yang tertangani oleh event organizer yang profesional.

Bonus: ketemu dulur BIGREDS Surabaya, Abah Reza Rahmat @LFC_KGMI

Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar.

Selamat berlebaran Idul Fitri 1442H. Semoga puasa Ramadan kita dan amalan-amalan lain yang menyertainya diterima Allah SWT dan menjadikan jalan kebajikan buat sesama. Minal aidin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan batin.

Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. Bukan foto saya, kemarin tidak sempat berfoto-ria di depannya, karena terburu memindahkan mobil parkir sebelum kelamaan menutup jalan mobil lainnya.

[kkpp, 21.05.2021]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s