Mencicip Trans Jawa

Layaknya tiap lebaran, perjalanan pulang ke keluarga besar adalah hal yang masih dan perlu diagendakan bagi sebagian besar rakyat negeri ini. Siapa saja kemudian mendapat berkah acara tahunan yang tiap tahunnya bergeser maju penyelenggaraannya karena mengikuti penanggalan hijriah karena bagaimanapun lebaran identik dengan Idul Fitri.

Fenomena gegap gempitanya perjalanan pulang ke keluarga besar pas momen Idul Fitri itu kita mengenalnya sebagai mudik. Lanjutkan membaca “Mencicip Trans Jawa”

Catatan dari Khotib: Eksekusi Ide

Jumat demi Jumat berlalu. Tahun 2016 ini dimulai oleh hari Jumat. Jumat pertama terasa istimewa karena sepanjang khotbah, khotibnya pakai bahasa Jawa halus. Tentunya kutipan  ayat Al Quran, pembuka khotbah serta doa tetap dalam bahasa Arab. Tetapi terjemahan ayat Al Quran disampaikan dalam bahasa Jawa halus. Khotbah dalam bahasa Jawa halus ini segera memantik memori kecil saya manakala Jumatan diajak suwargi Mbah Kakung ketika saya berlibur di Yogyakarta. Serangkaian doa dan al-fatihah terlantunkan dalam diam untuk beliau.

Sementara itu Jumat kedua saya lewatkan di Masjid Agung Sidoarjo bersama Alvaro. Dan Jumat ketiga ini saya tunaikan di Masjid Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Sejak dikenalkan dengan kewajiban jumatan, rasanya saya lebih senang berpindah-pindah lokasi Jumatan. Lanjutkan membaca “Catatan dari Khotib: Eksekusi Ide”

Celoteh Nuha: Februari Kok Kebagian 28?

tattock001
Bulan penuh, difoto dari roof top sebuah hotel-apartemen di kawasan Seturan, Yogyakarta. Agustus 2015.

Ayah, mengapa Muhammadiyah berbeda (hari) Arafah dan (hari raya) Idul Adha-nya?

Pertanyaan si sulung malam itu (29/9), bagaikan sergapan sang cicak di lagu cicak-cicak di dinding. Cepat dan tanpa disangka-sangka sebelumnya. Lanjutkan membaca “Celoteh Nuha: Februari Kok Kebagian 28?”

Tentang Valentine

Pertanyaan Nuha, putri saya yang belum genap berusia  sepuluh tahun, sore itu membuat saya terperanjat. Cepat atau lambat saya akan mendapatinya.

“Valentine itu haram ya, Yah?” tanyanya usai mendapati rak khusus bertuliskan “Happy Valentine” di sebuah toko swalayan, penuh dengan permen coklat.

Aku menjawab singkat,”Ayah sih gak merayakannya, Nu … .” Lanjutkan membaca “Tentang Valentine”

Berlomba dalam Kebajikan

Semalam (4/8), penceramah sholat tarawih menyampaikan bahwasanya jelang akhir Ramadhan semacam tadi malam ada dua bahasan yang sering dijadikan topik: pertama soal malam Qadr dan yang kedua adalah tentang zakat.

Tentang hal yang pertama, beliau menyampaikan pertama bahwasanya tak perlu lagi mempermasalahkan kapan tepatnya malam Qadr akan jatuh: pada malam genap atau ganjil. Apalagi pada Ramadhan 1434 ini ganjil-genap menjadi tidak relevan lagi. Sebagian ada yang meyakini jika malam ini adalah genap sementara yang lain meyakini malam ini adalah malam ganjil. Lanjutkan membaca “Berlomba dalam Kebajikan”

Satu Kalender

Lambat laun kita, umat muslim Indonesia, mulai terbiasa dengan memulai Ramadhan ataupun mengakhirinya dengan tidak bersama dalam satu hari. Seperti tahun ini misalnya (2013M/1434H), penamaannya sih sama-sama 1 Ramadhan, tetapi ada yang memulai 1 Ramadhan di hari Selasa (9/7) dan ada yang memulai di hari Rabu (10/7). Sebuah kejadian yang juga terjadi beberapa kali di tahun-tahun sebelumnya. Berkali-kali, hingga tak terasa kita kemudian terbiasa.

Iseng-iseng kemarin saya menemukan catatan menarik yang ditulis oleh Abdul Rachman, peneliti di bidang Matahari dan Antariksa, LAPAN. Dari salah satu file yang bisa diunduh di sini, apa yang terjadi pada Ramadhan kali ini sudah bisa diprediksikan sejak dua tahun yang lalu sejak catatan itu di-posting-kan. Bahkan kejadian serupa dimungkinkan akan terjadi juga di Ramadhan tahun depan. Lanjutkan membaca “Satu Kalender”