“Burnley is our semi-final, Palace is the final.”

Jurgen Klopp

Sudah tiga musim ini saya punya kebiasaan berbagi keseruan menunggu hasil Liverpool FC bersama teman-teman di linimasa twitter. Kebiasaan ini hanyalah sebagai bentuk ikhtiar kecil untuk mendukung klub kesayangan. Sederhana saja, jika Liverpool menang maka ada 1 kaos yang akan dihadiahkan kepada salah satu dari mereka yang ikut keseruan tersebut. Kaos tersebut di-support oleh dulur BIGREDS Surabaya dan juga dulur se-almamater: Fajar Ramadhan pemilik akun twitter @fajarrusalem sebagai desainer sekaligus sebagai produsennya.

Di tahun 2018-2019, Liverpool memaksa kami para pecintanya tegang hingga akhir musim dengan hasil akhir Juara UEFA Champions League dengan menggulung Spurs di final 2-0, dan sebelumnya melewati Barcelona dengan keajaiban 4 gol tanpa balas untuk membalik keadaan yang semula kalah tiga gol di leg pertama. Di liga Inggris, Liverpool yang berharap Manchester City tumbang di laga akhir, hanya mampu berada di urutan kedua, selisih satu poin saja dari sang juara. Di musim ini, tebakan berhadiah kaos bergambar Mohamed Salah yang di musim tersebut mendapatkan Sepatu Emas bersama dengan Sadio Mane dan Pierre Erick Aubameyang (Arsenal) dengan 22 gol.

Di tahun 2019-2020, Liverpool tampil lucu-lucunya membuat liga Inggris terlalu mudah ditebak siapa yang menjadi juaranya. Jika di musim sebelumnya Liverpool ketinggalan satu poin saja, di musim ini Liverpool meninggalkan sang juara bertahan 18 poin di belakang. Sayangnya memang, di musim ini pula pandemi menghantam dunia. Pertandingan sempat ditunda, tetapi penantian Liverpool FC untuk kembali menjadi juara setelah 30 tahun tertuntaskan sudah. Di musim ini, tebakan berhadiah kaos bergambar Jordan Henderson yang mengangkat Piala Dunia Antar Klub yang dimenangkan Liverpool di akhir tahun 2020, dan Jordan Henderson pulalah kapten Liverpool yang mengangkat kembali throphy Juara Liga Inggris.

Di tahun 2020-2021, kondisi Liverpool bak penumpang roller coaster. Ketidakhadiran penonton karena pandemi, juga faktor utama karena cidera bergantian jajaran centre-back yang membuat Jurgen Klopp memaksa beberapa pemain untuk tidak bermain di posisinya, Liverpool kehilangan magis sebagai juara bertahan. Tersingkir dengan mudah oleh Real Madrid di ajang UEFA Champions League hingga sempat terbuang ke posisi ke-delapan di Liga Inggris, kini di gameweek terakhir, Liverpool masih harus menang untuk memastikan tempat untuk bertanding kembali di playground-nya yaitu di UEFA Champions League. Keseruan kaos yang kali ini bergambarkan Jurgen Klopp, didekasikan sebagai bentuk dukungan untuknya, sepertinya mendapatkan balasan yang layak. Di laga yang harus menang, hasilnya sungguh istimewa. Menang 4-2 di Old Trafford, hingga momen tandukan Alisson sebagai penentu kemenangan di detik-detik terakhir yang membuat tak ada penebak yang tepat, juga di laga ke-37 tak ada penebak yang menebak tepat Alexander Oxlade-Chamberlain yang masuk sebagai pengganti.

Seru, kan? Jadi ikutlah tebakan penutup musim ini. Hadiah 4 kaos yang mestinya dibagikan karena Liverpool di gameweek 36 dan gameweek 37 yang tidak ada menebak tepat akan digabungkan di game ini. Begitupun masih ada 2 kaos lagi jika Liverpool menang lawan Crystal Palace sekaligus sebagai laga perpisahan dengan Roy Hodgson, Manager Crystal Palace yang juga pernah menjadi Manager Liverpool untuk satu semester di tahun 2010.

Menanglah Liverpool! Karena bahagia kami sederhana: menang. Itu saja … Soal berbagi kebahagiaan, ternyata benar, berbagi kebahagiaan itu juga menyenangkan.

[kkpp, 23.05.2021]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s