In memoriam: Sutini

September 1993. Pintu pagar depan terkunci. Tak ada minicab Bapak. Thithut yang biasa menjaga pagar, sudah aku kuburkan dua bulan yang lalu tepat di bawah pohon kamboja di halaman depan. Sepi. Kemudian aku memutar rumah besar yang digunakan sebagai gedung sekolah TK, siapa tahu pintu belakang terbuka. Ternyata dalam keadaan terkunci juga. Tak ada tanda-tanda aktivitas Bapak, Ibu juga adik-adik. Pesan di kertas yang biasanya menjadi kebiasaan di keluarga kami juga tidak aku temukan. Continue reading →

Usil

Ada kolom pojok di Harian Kompas, sederhana hanya terdiri dari beberapa kalimat saja. Kadang tak dicari, tapi juga kadang sayang jika dilewatkan. Usai membacanya sering senyum-senyum sendiri. Senyum kecut atau malah tertawa lebar tergantung kadar bagaimana mencermati sebuah keusilan. Itulah dia, kolom Mang Usil, kolom yang konon hadir sejak pertama harian tersebut terbit di pertengahan 1965. Continue reading →

(Tetap) Musim yang Pantas Dikenang

Musim ini berakhir bagi Liverpool FC (LFC) Minggu dini hari (27/5) di Kyiv. Tak menyenangkan. Tapi tetap pantas ditempatkan sebagai salah satu musim yang perlu dikenang. Berakhir dengan kekalahan, tetapi bukan kekalahan sembarang, kekalahan di ajang final UEFA Champion League. Ya, inilah final UEFA Champion League ke-8 bagi Liverpool setelah final ke-7 sebelas tahun yang lalu. Sayang memang, gelar keenam tak datang pada musim ini.

IMG_7699

Tapi siapa yang di awal musim menyangka jika LFC  bakal melaju seperti ini? Continue reading →

In memoriam: Gatot Budiharto

Pak Gatot (duduk tengah) di antara beberapa kami sekelas, pas acara kelulusan, 25 tahun yang lalu

Sugeng tindak Pak Gatot …

Pamong matematika favorit dan juga wali kelas kami di kelas tiga SMA dulu telah dipanggil pulang ke Rahmatullah di bulan penuh berkah, Ramadan hari ketujuh 1439 Hijriah, siang tadi (23/5). Continue reading →

Meme

Saya harus berterima kasih kepada kawan Hendri Prakosa. Sore tadi (15/5) di antara riuhnya pembahasan di grup whatsapp, sebuah meme terasa menyegarkan.

Hahaha, segera saja meme itu menyebar ke lima grup whatsapp dan satu group telegram yang lain. Gakpapalah, seperti kata Abu Nawas, cara terbaik jika jadi bahan tertawaan, ya ikut tertawa terbahak. Apalagi, hahaha. Continue reading →