Hiburan, Indonesiana

Belajar dari Bunga

Bunga, nama sebenarnya bukan nama samaran. Bunga Reyza nama lengkapnya. Bunga adalah ratunya babak audisi Indonesian Idols Musim Keduabelas. Bagaimana tidak, di babak audisi itu, video resmi Indonesian Idols saat Bunga audisi – hingga tulisan ini dipostingkan (28/1) – adalah video yang paling banyak ditonton. Lebih dari 5.5 juta viewer, dua kali lipat dibandingkan peserta lainnya, misalnya Azis (3.2 juta), Syarla (2.7 juta) atau Salma (2.3 juta) pun juga Paul (2.1 juta). Meski demikian, justru Bunga yang tersisih di Final Showcase. Lolos dari babak “60 second” (eliminasi 1), babak “best cover“(eliminasi 2), babak “sing for the live” (eliminasi 3) serta juga di babak Showcase, banyak penonton yang mengira Bunga bisa melewati Final Showcase dan masuk ke Top 15 dengan mudah. Apalagi di instagram, Bunga termasuk jajaran paling banyak follower-nya dibandingkan peserta lainnya.

Nyatanya: kejutan!! Bunga bahkan tidak termasuk 12 besar pilihan pemirsa.

Baca lebih lanjut
Standar
Hiburan, Indonesiana

Anggis dan Salma

Siapa jagoanmu di Indonesian Idol Musim Keduabelas ini? Ketujuh belas peserta telah terpilih minggu lalu (17/1). Dua belas terpilih dari pilihan pemirsa, sedangkan 5 yang lain diselamatkan oleh masing-masing satu dari tiap juri: Anang Hermansyah, David Bayu, Bunga Citra Lestari dan Judika. Nanti malam (23/1) 10 dari dari mereka tampil untuk babak Final Showcase-1, sedangkan yang 7 orang lainnya akan tampil pada hari Selasa (24/1) di Final Showcase-2. Dari Final Showcase ini akan disaring menjadi 15 peserta. Siapa yang akan tersisih?

Baca lebih lanjut
Standar
Hiburan

Ini Indonesian Idols Paling Seru!

Musim ini Indonesian Idols telah memasuki musim keduabelas. Episode malam ini (17/1) adalah babak Showcase 2, dimana 10 peserta dari 22 peserta Indonesian Idols 2023 tampil live untuk pertama kalinya. Kemarin, 12 peserta sudah melakukannya. Di akhir episode ini, 22 peserta akan disaring menjadi 17, dengan 12 terpilih dari hasil voting di aplikasi RCTI+, dan yang 5 adalah pilihan dari juri.

Melihat penampilan kemarin dan malam ini, bisa dipastikan juri yang malam ini terdiri dari Anang Hermansyah, Bunga Citra Lestari, Judika, David Bayu Naif dan Rossa yang menggantikan Maia Estianti yang tampil malam kemarin, bakal pusing. Bagaimana tidak, 22 peserta tampil memukau dengan karakter lagu dan karakter suara serta penampilan masing-masing.

Baca lebih lanjut
Standar
Indonesiana, Kisah Kehidupan

2023

Adakah seseorang yang terbebas dari rasa penyesalan?

Pertanyaan itu berkelebat di benak saya saat pergantian tahun ini yang saya habiskan dengan menonton ulang serial drakor While You Were Sleeping (2017) di salah satu platform menonton media digital berbayar. Serial ini adalah salah satu serial yang saya tonton di awal-awal periode ketika saya mulai ikutan ketularan nonton drakor. Soal mengapa saya bisa ikutan keranjingan, nanti saja saya posting di postingan terpisah. Hihihi, panjang soalnya.

Baca lebih lanjut
Standar
Indonesiana, Sepakbola

Buku Kecil Laksamana dan Pitch Invasion

Laksamana Sukardi, mantan Menteri di era Presiden Abdurrahman Wahid dan di era Presiden Megawati Soekarnoputri, meluncurkan buku baru di bulan Agustus 2022 yang lalu. Pancasalah, judulnya. Saya termasuk yang dapat kiriman dari penulisnya langsung sebuah buku cetakan pertama yang ditandatangani beliau tertanggal 30 Agustus 2022. Buku tipis, 80 halaman yang ringan untuk dibaca, tetapi berat untuk direnungkan.

Baca lebih lanjut
Standar
Indonesiana, Sepakbola

Seruan Utopia

Minta maaf lalu usut tuntas.

Itu saja.

Lalu esok kita sama-sama belajar tentang sepakbola yang menyenangkan buat siapa saja, tak hanya buat yang menang, buat yang kalah, juga buat yang tak suka sepakbola.

Lantas lusa kita bisa bermimpi siapa tahu anak cucu nanti ada yang bisa menari di panggung dunia. Seperti Pele, Zidane, Messi, Forlan, dan Luca Modric.

[kkpp, 03.10.2022]

Standar
Arema, Aremania, Indonesiana, Kisah Kehidupan, Sepakbola

Hari Minggu Pertama Oktober yang Kelabu

Sudah lupa rasanya saya nonton Liga Indonesia sejak saya memutuskan untuk apatis bertahun-tahun yang lalu saat PSSI masih dinahkodai Nurdin Halid. Nahkoda boleh berganti-ganti, penumpang gelap tetaplah sama saja. Jadi buat apa mengharap sesuatu hasilnya berbeda dari proses yang tetap sama. Ya kan?

Tapi tadi pagi beda (2/10).

Baca lebih lanjut
Standar
Bridge

Luck

Keberuntungan menghampiri kami siang itu (11/9). Sebuah tenant mall tempat kami makan siang ternyata sedang mengadakan acara promo. Ada undian ditraktir oleh tenant alias gratis buat pemenang pertama, serta voucher buat dua pemenang kedua dan ketiga. Sang tenant waktu itu penuh, semua meja terisi. Kami tak tahu kalau di tenant itu sedang ada promo.

Baca lebih lanjut
Standar