#1701

Jumat ini (26/6) adalah hari Jumat terakhir di bulan Juni 2020. Siapa yang menyangka Liga Inggris punya juara di bulan ini. Hampir semustahil orang kebanyakan akan mengira hujan akan turun di bulan Juni sebelum Sapardi mempuisikannya. Biasanya Liga Inggris akan selesai di bulan Mei. Tapi musim ini memang pantas dikenang. Tiba-tiba pagebluk datang. Pertandingan ditunda padahal Liverpool FC sedang lucu-lucunya.

Baca selebihnya »

Catatan tentang Corona: Pagebluk

Semalam (19/6) ketika ketiban sampur menjadi moderator diskusi rutin Kelompok Kajian Jumat Malam (K-JAM, tentang aktivitasnya bisa baca di sini), saya diingatkan akan sebuah kata yang nyaris terlupakan: pagebluk. Bang Teddy Wibisina yang malam itu menjadi pembicara tamu, menyampaikan materi tentang kesiapan kesediaan pasokan obat dan APD (alat pelindung diri, banyak yang sering kepleset jadi ADP, inisial artis yang mestinya layak jadi maestro tapi sayangnya malah kepleset jadi artis fenomenal, eh … ) menghadapi pandemik Covid-19.

Baca selebihnya »

In memoriam: Mohamad Hasan Gatot Soebroto

Atlethics is my life

Rasanya tak ada yang bakal menyangsikan jika kutipan di atas dinyatakan sebagai kutipan dari Bob Hasan. Bagaimana tidak, Bob Hasan memang lekat dengan atletik Indonesia. Lebih dari 4 dekade beliau mendedikasikan diri menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI). Presiden Indonesia telah berkali berganti tetapi tetap saja Bob Hasan-lah yang meluangkan waktu dan biaya untuk mengurus atletik, ibunya olahraga, yang di Indonesia tak sepopuler sepakbola dan bulutangkis.

Baca selebihnya »

#1503

It must have been love, but it’s over now
It must have been good, but I lost it somehow
It must have been love, but it’s over now

From the moment we touched, till the time had run out

~Roxette

[kkpp, 11.12.2019]

Note: RIP Marie Fredriksson. 1958-2019.

Tujuh Puluh Empat Tahun Merdeka

Agustus berlalu. Bendera-bendera, umbul-umbul, lampu dan lampion telah dikemas. Barang kali bisa digunakan pada perayaan tahun depan. Persis seperti apa yang kita lakukan pada tahun-tahun yang lalu. Sambil menyimpan itu semua, ada hal yang mengganjal buat saya setelah membaca di linimasa: tujuh puluh empat tahun kita merdeka, masih perlukah kita meneriakkan ‘merdeka’ dengan mengacungkan tangan penuh semangat?

Baca selebihnya »