Tujuh Puluh Empat Tahun Merdeka

Agustus berlalu. Bendera-bendera, umbul-umbul, lampu dan lampion telah dikemas. Barang kali bisa digunakan pada perayaan tahun depan. Persis seperti apa yang kita lakukan pada tahun-tahun yang lalu. Sambil menyimpan itu semua, ada hal yang mengganjal buat saya setelah membaca di linimasa: tujuh puluh empat tahun kita merdeka, masih perlukah kita meneriakkan ‘merdeka’ dengan mengacungkan tangan penuh semangat?

Lanjutkan membaca “Tujuh Puluh Empat Tahun Merdeka”

Kampus NKRI, Mengapa Tidak?

Sebagaimana tradisi awal masa perkuliahan, di kampus almamater akan dipenuhi spanduk ucapan selamat datang kepada mahasiswa baru. Tak ada yang membedakan tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Tapi entah mengapa kemudian saya mendapat pesan whatsapp yang mempermasalahkan tentang spanduk-spanduk selamat datang di tahun ajaran ini.

Apa yang aneh dari spanduk-spanduk tersebut? Berikut penampakannya:

Lanjutkan membaca “Kampus NKRI, Mengapa Tidak?”

Lamun Sira Gratisan Malah Ngrejekeni

Lamun sira sekti aja mateni,” begitu ungkap Presiden Jokowi pada akhir Juli kemarin. Petatah petitih dalam bahasa Jawa nasehat para sesepuh dulu itu bermakna meski punya kekuatan jangan dipakai sewenang-wenang (mateni punya makna letterlijk membunuh). Segera saja ungkapan itu dipersepsikan dan ditafsirkan macam-macam.

Pinjam dari ungkapan itu, jadilah judul postingan kali ini. Lamun sira gratisan aja ngisin-ngisini malah ngrejekeni yang layak disematkan kepada Adrian San Miguel del Castillo. Kisahnya sungguh perlu dikenang.

Lanjutkan membaca “Lamun Sira Gratisan Malah Ngrejekeni”

Mengenang 2007

Periode 2004-2007 adalah tonggak terpenting dalam perkembangan media sosial mengingat di periode inilah tiga platform media sosial yang paling berkuasa saat ini: facebook, twitter dan youtube dilahirkan. Begitu kata Mas Wisnu (Alois Wisnuhardana) melalui bukunya yang pantas dijadikan pegangan singkat buat siapa saja yang ingin memahami geliat anak muda dan media sosial. Menurutnya, setelah era emas inilah media sosial kemudian menjamur bak cendawan di musim hujan. (Tentang buku itu, sila mampir ke sini).

Lanjutkan membaca “Mengenang 2007”

Rencana

rencana yang tak pernah gagal adalah tanpa rencana

~ Sang ayah kepada kedua anaknya dalam film Parasite (2018)

Kutipan di atas bisa jadi adalah antitesa dari rencanakanlah hidup sedemikian sehingga hidupmu akan sukses. Jika ingin begitu maka bikinlah rencana ini itu. Begitu halnya jika ingin begini, maka siapkanlah rencana ini itu. Kalau perlu rencana A sampai rencana Z. Begitu kata pebisnis sukses dan para motivator berbayar. Pokoknya: perencanaan adalah kunci.

Lanjutkan membaca “Rencana”