Tutup

Celoteh Nuha: Jokowi

Dalam perjalanan pulang ke rumah, setelah seharian saya menempuh Jakarta Surabaya via Tol Trans Jawa bersama rombongan konvoi alumni-alumni yang akan mengikuti Deklarasi Dukungan Alumni Jatim untuk #01 dan saya memisahkan diri dari rombongan karena Nuha dan bundanya menjemput saya di bundaran Waru, Nuha yang duduk di samping saya yang pegang setir bercerita,” Tadi lho Yah, aku dan temenku berdebat soal Jokowi dan Prabowo.”

“Kok bisa begitu?” saya bertanya penuh keingintahuan.

Baca Selengkapnya

In memoriam: Badrus Syamsi

Bandung. Dua hari jelang pergantian tahun. Sejak siang macetnya ampun-ampun. Perjalanan balik ke Jakarta pun hingga tengah malam belum sampai juga. Seisi mobil sudah tertidur, sementara saya yang di belakang setir mencoba melawan ngantuk dan jenuh. Antara ada dan tiada. Tiba-tiba, kedua lengan bawah tangan saya yang pegang setir terasa hangat, padahal mestinya sama dinginnya dengan temperatur AC mobil. Aneh.

Baca Selengkapnya

In memoriam: Cak Man

Kami memanggilnya Cak Man. Malah nama lengkap almarhum kami ketahui belakangan. Zaman masih mahasiswa dulu, selain the famous Cak Rie, Cak Man adalah salah satu sosok yang akrab dengan mahasiswa FTK ITS. Berbeda dengan Cak Rie yang ngetop dengan bakso dan gaulnya ikutan kegiatan ramai-ramai, Cak Man adalah karyawan yang banyak bertugas sebagai kurir. Kerjaannya ke sana ke mari. Sosoknya grapyak, gemar menolong dan tak pelit berbagi informasi penting. Sosok Cak Man penting bagi kami.

lebih lanjut …

Bukan Spanduk Isapan Jempol

Spanduk di foto tersebut adalah spanduk yang biasa saya baca karena terpasang di lokasi saya biasa lari pagi. Sebuah peringatan buat warga agar hati-hati akan kemungkinan dijambret, dibegal atau dicopet. Entah apakah memang sering kejadian atau bentuk ketidakmampuan aparat. Alih-alih menangkap pelaku dan komplotan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, rupanya memberikan sebuah himbauan adalah sebuah aksi nyata yang bisa dilakukan saat tersebut.

Baca Selengkapnya

In memoriam: Saminah

“Wis ayu ora? Mbok aku difoto …”

Saya dan bulik terkekeh mendengar permintaan itu di suatu pagi bulan September setahun yang lalu di ndalem dekat Kali Code, Yogyakarta. Serta merta dengan senang hati saya langsung berswafoto menanggapi permintaan Simbah. Dan jadilah itu foto terakhir saya dengan beliau. Waktu foto itu beliau berusia 96 tahun. Baca Selengkapnya

Kisah Kepahlawanan dari Thailand

Umtiti, Les Bleus’s Latest Hero. Begitulah laman resmi FIFA menuliskan judul utama artikelnya hari ini (bisa baca di sini). Samuel Umtiti, melalui heading-nya menjadi pahlawan buat Les Bleus, julukan buat kesebelasan Prancis, karena dengan satu-satunya gol itu Prancis memastikan ke final Piala Dunia Rusia 2018 (11/7) menunggu Kroasia versus Inggris nanti malam. Hingar bingar ajang empat tahunan itu senantiasa melahirkan pahlawan dan jagoan baru. Sebagaimana dunia mengenang Pele, Maradona, Zidane.

“A true hero isn’t measured by the size of his strength, but by the strength of his heart.” ~Hercules

Sementara itu, berjarak lima ribu seratusan kilometer dari Russia, dunia layak mengenang pahlawan-pahlawan baru, yang kisahnya menginspirasi siapa saja, melintasi sekat-sekat perbedaan, menyatukan rasa kemanusiaan. Thailand. Tepatnya di Chiang Rai, di kawasan utara Thailand yang berbatasan dengan Laos dan Myanmar.

images1

Baca Selengkapnya

Tik Tak Tik Tok

Sejak beberapa hari belakangan ber-sliweran kata “tik tok” di lini masa twitter saya. Saya gak ngeh. Apa sih ini? Cuma ya sebatas itu. Tertarik untuk googling juga enggak. Toh entar penjelasannya juga muncul-muncul sendiri.  Beneran, akhirnya muncul juga jawabannya sore ini (3/7). Apa yang muncul di linimasa kemudian saya baca dan ikuti kemana link-nya. Kaget! Baca Selengkapnya

In memoriam: Sutini

September 1993. Pintu pagar depan terkunci. Tak ada minicab Bapak. Thithut yang biasa menjaga pagar, sudah aku kuburkan dua bulan yang lalu tepat di bawah pohon kamboja di halaman depan. Sepi. Kemudian aku memutar rumah besar yang digunakan sebagai gedung sekolah TK, siapa tahu pintu belakang terbuka. Ternyata dalam keadaan terkunci juga. Tak ada tanda-tanda aktivitas Bapak, Ibu juga adik-adik. Pesan di kertas yang biasanya menjadi kebiasaan di keluarga kami juga tidak aku temukan. Baca Selengkapnya

In memoriam: Gatot Budiharto

Pak Gatot (duduk tengah) di antara beberapa kami sekelas, pas acara kelulusan, 25 tahun yang lalu

Sugeng tindak Pak Gatot …

Pamong matematika favorit dan juga wali kelas kami di kelas tiga SMA dulu telah dipanggil pulang ke Rahmatullah di bulan penuh berkah, Ramadan hari ketujuh 1439 Hijriah, siang tadi (23/5). Baca Selengkapnya

%d blogger menyukai ini: