Tutup

Bukan Spanduk Isapan Jempol

Spanduk di foto tersebut adalah spanduk yang biasa saya baca karena terpasang di lokasi saya biasa lari pagi. Sebuah peringatan buat warga agar hati-hati akan kemungkinan dijambret, dibegal atau dicopet. Entah apakah memang sering kejadian atau bentuk ketidakmampuan aparat. Alih-alih menangkap pelaku dan komplotan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, rupanya memberikan sebuah himbauan adalah sebuah aksi nyata yang bisa dilakukan saat tersebut.

Baca Selengkapnya

In memoriam: Saminah

“Wis ayu ora? Mbok aku difoto …”

Saya dan bulik terkekeh mendengar permintaan itu di suatu pagi bulan September setahun yang lalu di ndalem dekat Kali Code, Yogyakarta. Serta merta dengan senang hati saya langsung berswafoto menanggapi permintaan Simbah. Dan jadilah itu foto terakhir saya dengan beliau. Waktu foto itu beliau berusia 96 tahun. Baca Selengkapnya

Kisah Kepahlawanan dari Thailand

Umtiti, Les Bleus’s Latest Hero. Begitulah laman resmi FIFA menuliskan judul utama artikelnya hari ini (bisa baca di sini). Samuel Umtiti, melalui heading-nya menjadi pahlawan buat Les Bleus, julukan buat kesebelasan Prancis, karena dengan satu-satunya gol itu Prancis memastikan ke final Piala Dunia Rusia 2018 (11/7) menunggu Kroasia versus Inggris nanti malam. Hingar bingar ajang empat tahunan itu senantiasa melahirkan pahlawan dan jagoan baru. Sebagaimana dunia mengenang Pele, Maradona, Zidane.

“A true hero isn’t measured by the size of his strength, but by the strength of his heart.” ~Hercules

Sementara itu, berjarak lima ribu seratusan kilometer dari Russia, dunia layak mengenang pahlawan-pahlawan baru, yang kisahnya menginspirasi siapa saja, melintasi sekat-sekat perbedaan, menyatukan rasa kemanusiaan. Thailand. Tepatnya di Chiang Rai, di kawasan utara Thailand yang berbatasan dengan Laos dan Myanmar.

images1

Baca Selengkapnya

Tik Tak Tik Tok

Sejak beberapa hari belakangan ber-sliweran kata “tik tok” di lini masa twitter saya. Saya gak ngeh. Apa sih ini? Cuma ya sebatas itu. Tertarik untuk googling juga enggak. Toh entar penjelasannya juga muncul-muncul sendiri.  Beneran, akhirnya muncul juga jawabannya sore ini (3/7). Apa yang muncul di linimasa kemudian saya baca dan ikuti kemana link-nya. Kaget! Baca Selengkapnya

In memoriam: Sutini

September 1993. Pintu pagar depan terkunci. Tak ada minicab Bapak. Thithut yang biasa menjaga pagar, sudah aku kuburkan dua bulan yang lalu tepat di bawah pohon kamboja di halaman depan. Sepi. Kemudian aku memutar rumah besar yang digunakan sebagai gedung sekolah TK, siapa tahu pintu belakang terbuka. Ternyata dalam keadaan terkunci juga. Tak ada tanda-tanda aktivitas Bapak, Ibu juga adik-adik. Pesan di kertas yang biasanya menjadi kebiasaan di keluarga kami juga tidak aku temukan. Baca Selengkapnya

In memoriam: Gatot Budiharto

Pak Gatot (duduk tengah) di antara beberapa kami sekelas, pas acara kelulusan, 25 tahun yang lalu

Sugeng tindak Pak Gatot …

Pamong matematika favorit dan juga wali kelas kami di kelas tiga SMA dulu telah dipanggil pulang ke Rahmatullah di bulan penuh berkah, Ramadan hari ketujuh 1439 Hijriah, siang tadi (23/5). Baca Selengkapnya

Lolongan Itu …

Malam kian larut. Di kantor hanya menyisakan ruangan saya yang masih diterangi lampu neon setelah beberapa kolega terdengar saling berpamitan. Tidak gelap-gelap amat ding, selasar dan gang masih benderang kok. Saya memang punya kebiasaan buruk. Kebiasaan bekerja di media cetak sebagai pengalaman kerja profesional pertama, terbawa dan mengurat hingga malam ini: pulang malam. One last man standing, kata teman-teman dulu. Sendiri? Gak juga. Kan ada pak penjaga keamanan. Tapi memang sih, dulu di kantor lama, bapak-bapak itu sering menanyakan karena hafal, “Pulang jam berapa, Pak? Kalau saya tertidur, dibangunkan saja Pak …”

Suatu hari mereka menanyakan, “Pak, kalau pulang malam begitu ada yang aneh-aneh gak Pak?” Baca Selengkapnya

In memoriam: Deddy Sutomo

Kabar duka datang dari akun twitter @poeticpicture –akun yang saya ikuti karena dari nama akunnya saja sungguh memikat: foto puitis, yang belakangan kemudian hasil karyanya sering menemani saya sebagai bahan bacaan wajib baca pas naik Citilink, lha ternyata beliausi pemilik akun adalah Editor in Chief-nya LINKERS, inflight magazine-nya Citilink–, bahwa pamannya meninggal dunia pagi tadi (18/4). Sang paman yang meninggal saya belum pernah ketemu, tapi sosok sang paman lekat bersama kenangan saya atas film serial yang dulu tahun 1984-1985 pernah saya tungguin di layar TVRI. Rumah Masa Depan, nama film serinya (istilah sinetron, seingat saya belum dikenal di masa itu). Ya, Deddy Sutomo, nama sang paman. Baca Selengkapnya

Nasehat Tukang Parkir tentang Jodoh

Jika Anda biasa mengendarai roda empat di kota-kota besar, Anda tentu merasakan bagaimana susahnya mencari parkiran. Kadang harus muter-muter sepanjang area parkir yang tersedia. Kadang setelah muter-muter pun tetap tidak dapat dan terpaksa mencari area parkir lain. Tetapi suatu hari yang lain, kadang Anda sedemikian beruntungnya. Ternyata nyari parkiran itu gampang. Area parkir yang biasanya penuh, entah mengapa tiba-tiba menawarkan ruang parkir sedemikian mudah. Mujur.

Mencari parkir seperti mencari jodoh, nasehat saya sambil bergurau kepada salah satu anggota team di kantor yang baru saja melewati proses lamaran ketika kami mencari parkiran roda empat yang tersedia di Bandara Halim Perdana Kusuma beberapa hari yang lalu. Baca Selengkapnya

#848

Vivid Devianti, seorang kawan baik yang kini telah bertansformasi menjadi hipnoterapis yang laris dengan jadwal yang padat serta penulis buku “Single Parent: Move On, Bangkit dari Perceraian”, menuliskan ulang postingan sahabat baiknya, di laman facebook-nya (21/2). Saya pikir tulisan itu adalah tulisan yang baik, sayang jika tidak di-blog-kan. Tulisan tentang relasi cinta dan pernikahan, topik yang hingga detik ini saya masih mempercayai, bahwa tiap orang berhak mendefinisikan cinta sesuai definisi masing-masing.

Atas seijinnya, tulisan itu saya posting di sini dengan mengedit seperlunya.

***

Baca Selengkapnya

%d blogger menyukai ini: