Masih di Kantin yang Sama

She’s got a smile it seems to me
Reminds me of childhood memories
Where everything
Was as fresh as the bright blue sky
Now and then when I see her face
She takes me away to that special place
And if I’d stare too long
I’d probably break down and cry

Lanjutkan membaca “Masih di Kantin yang Sama”

Lamun Sira Gratisan Malah Ngrejekeni

Lamun sira sekti aja mateni,” begitu ungkap Presiden Jokowi pada akhir Juli kemarin. Petatah petitih dalam bahasa Jawa nasehat para sesepuh dulu itu bermakna meski punya kekuatan jangan dipakai sewenang-wenang (mateni punya makna letterlijk membunuh). Segera saja ungkapan itu dipersepsikan dan ditafsirkan macam-macam.

Pinjam dari ungkapan itu, jadilah judul postingan kali ini. Lamun sira gratisan aja ngisin-ngisini malah ngrejekeni yang layak disematkan kepada Adrian San Miguel del Castillo. Kisahnya sungguh perlu dikenang.

Lanjutkan membaca “Lamun Sira Gratisan Malah Ngrejekeni”

Mengenang 2007

Periode 2004-2007 adalah tonggak terpenting dalam perkembangan media sosial mengingat di periode inilah tiga platform media sosial yang paling berkuasa saat ini: facebook, twitter dan youtube dilahirkan. Begitu kata Mas Wisnu (Alois Wisnuhardana) melalui bukunya yang pantas dijadikan pegangan singkat buat siapa saja yang ingin memahami geliat anak muda dan media sosial. Menurutnya, setelah era emas inilah media sosial kemudian menjamur bak cendawan di musim hujan. (Tentang buku itu, sila mampir ke sini).

Lanjutkan membaca “Mengenang 2007”

Rencana

rencana yang tak pernah gagal adalah tanpa rencana

~ Sang ayah kepada kedua anaknya dalam film Parasite (2018)

Kutipan di atas bisa jadi adalah antitesa dari rencanakanlah hidup sedemikian sehingga hidupmu akan sukses. Jika ingin begitu maka bikinlah rencana ini itu. Begitu halnya jika ingin begini, maka siapkanlah rencana ini itu. Kalau perlu rencana A sampai rencana Z. Begitu kata pebisnis sukses dan para motivator berbayar. Pokoknya: perencanaan adalah kunci.

Lanjutkan membaca “Rencana”

Antara Stanford dan Harvard

Hidup adalah pilihan. Tiap orang berkesempatan mempunyai pilihan atas sederet alternatif dengan segala konsekuensinya. Namun tak banyak orang yang mempunyai kesempatan untuk memilih kuliah dengan alternatif-alternatifnya adalah dua perguruan tinggi terbaik di dunia.

Dialah Maudy Ayunda.

Lanjutkan membaca “Antara Stanford dan Harvard”

Celoteh Nuha: Jokowi

Dalam perjalanan pulang ke rumah, setelah seharian saya menempuh Jakarta Surabaya via Tol Trans Jawa bersama rombongan konvoi alumni-alumni yang akan mengikuti Deklarasi Dukungan Alumni Jatim untuk #01 dan saya memisahkan diri dari rombongan karena Nuha dan bundanya menjemput saya di bundaran Waru, Nuha yang duduk di samping saya yang pegang setir bercerita,” Tadi lho Yah, aku dan temenku berdebat soal Jokowi dan Prabowo.”

“Kok bisa begitu?” saya bertanya penuh keingintahuan.

Lanjutkan membaca “Celoteh Nuha: Jokowi”