2021

Sepertinya baru kemarin menuliskan 2020, tetapi 2020 berlalu sedemikian cepatnya hingga tiba hari ini, hari ketiga tahun 2022 yang jatuh di hari Senin. Apa yang perlu dicatat dari tahun 2021? Banyak kehilangan mewarnai tahun 2021. Puncak pandemi telah banyak mengajak kawan, saudara dan kerabat berpulang ke Rahmatullah. Sedemikian banyak, hingga menuliskannya sebagai in memoriam sebagaimana kebiasaan selama ini banyak yang terlewatkan di draft. Di masa itu, hampir tiap kali membuka facebook dan whatsapp group, berita duka mengalir deras. Ada saja. Tak ingat waktu: pagi, siang, malam, doa buat mereka yang berpulang dan doa untuk kesembuhan silih berganti dipanjatkan.

Tak hanya manusianya, berita duka juga menimpa dunia usaha. Ada perusahaan harus menutup usahanya atau mengurangi jumlah karyawan atau mengurangi jam operasional atau juga menunda kewajiban-kewajiban finansial termasuk gaji karyawan. Bisa saja memang pandemilah yang menutup perusahaan atau bisa jadi pandemi hanyalah kambing hitam yang bisa diterima semua orang sebagai pembenaran.

Di sisi yang lain, layaknya kesetimbangan alam, hilang di sisi satu sisi tetapi memunculkan hal baru di sisi yang lainnya. Demikian halnya di sektor ekonomi. Ada sektor yang kemudian tiarap, ada sektor usaha yang mati segan hidup pun tak mau, tapi ada juga yang malah berkibar. Ardian Taufik Gesuri, melalui kolomnya di Tabloid Kontan (edisi 3-9 Januari 2022) menyebut industri keuangan, perkebunan, pertambangan dan tentu saja kesehatan tumbuh kencang meski sektor lain terpuruk. Lanjutnya, konglomerasi yang bergerak di berbagai sektor makin menguasai rantai bisnis dari hulu ke hilir makin merajai pasar baik online maupun offline.

Kembali kepada kita bagaimana menyikapi pandemi yang telah dua tahun berlalu ini. Sebagian besar dari kita sempat membumbung tinggi optimisnya hingga kemudian diingatkan bahwa ada varian baru yang masih ada. Omicron. Di liga Inggris yang stadionnya kembali penuh oleh penonton dibandingkan musim sebelumnya, di bulan Desember beberapa tim sempat mengalami kekurangan pemain akibat positif Covid-19 hingga menyebabkan beberapa pertandingan ditunda. Liverpool sendiri meski tak mengalami penundaan, beberapa pemainnya sempat positif. Fabinho, Curtis Jones, Virgil Van Dijk, didapati positif jelang laga Newcastle. Kemudian Thiago Alcantara didapati positif jelang laga versus Tottenham Hotspurs. Mereka kemudian sudah sembuh ganti yang didapati positif pas laga lawan Chelsea dini hari tadi (3/1) adalah Alisson, Firmino, Joel Matip serta Jurgen Klopp.

Waspada perlu, tetapi panik jangan. Yang terlanjur tiarap kemarin-kemarin, perlu segera merangkak. Yang sudah merangkak kemarin perlu segera berdiri dan berjalan. Yang sudah berjalan, maka lekaslah berlari.

Hidup terus berjalan kan? Semua orang mengalami hal yang sama tetapi penyikapan atasnya bisa saja berbeda. Pemerintah tentu sudah berupaya sebaik-baiknya menanganinya meski mungkin ada saja kurang di sana-sini. Dua tahun kemarin mestinya cukup bagi kita belajar menyiasati pandemi ini. Vaksin, karantina, menggunakan masker, menggunakan hand sanitizer, menghindari kerumunan, test dan tracing.

Seperti di awal tahun yang penuh rasa optimisme, mungkin ada yang mengakrabi dengan resolusi-resolusi baru. Tak apa, namanya juga tahun baru. Tapi jangan lupa menagih resolusi di tahun kemarin. Apakah sudah tercapai? Apakah sekedar resolusi tanpa eksekusi?

Harapan saya di tahun 2022 sih sederhana. Pandemi lekas tertangani dengan baik, si bungsu bisa kembali ke sekolah dan bisa menambah aktifitas fisik yang selama dua tahun ini mau tidak mau harus dihindari, si sulung mendapatkan kampus idamannya, banyak kesempatan buat mengobrol dengan keduanya, banyak menulis di blog ini, bisa melanjutkan program sharing kaos tiap Liverpool menang dan juga (tentu saja) mendapatkan daimyo baru. Eh, banyak ternyata ya?

Kalian bagaimana? Apa yang diharapkan di tahun 2022? Tetap optimis ya … semoga dimudahkan dan dilancarkan serta sehat-sehat terus …

[kkpp, 03.01.2022]

Diterbitkan oleh tattock

menyukai kata dan perjalanan memperluas cakrawala. lalu sejenak menepi untuk sekedar membingkai hidup yang tak hakiki.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: