#10YearsChallenge

Entah siapa yang pertama bikin tantangan dengan hestek seperti judul di atas. Seru-seruan di media sosial, facebook, instagram, juga twitter. Bahkan di facebook ada akun sendiri yang khusus meng-upload #10yearschallenge tersebut. Lama-lama kok ya tertarik juga.

Simple sih tantangan ini. Cuma membandingkan foto 10 tahun yang lalu dengan foto sekarang. Jadilah punya saya seperti ini:

Lanjutkan membaca “#10YearsChallenge”

A Star is Born

Anneth Delliecia Nasution. Nama itu seperti terlahir menjadi bintang baru industri musik Indonesia (14/12). Usianya baru tiga belas tahun saat ia memenangi ajang pencarian bakat Indonesian Idol Junior 2018. Penampilan yang konsisten sepanjang ajang, total 16 lagu, layak mengantarkannya sebagai bintang baru.

Lanjutkan membaca “A Star is Born”

Bukan Spanduk Isapan Jempol

Spanduk di foto tersebut adalah spanduk yang biasa saya baca karena terpasang di lokasi saya biasa lari pagi. Sebuah peringatan buat warga agar hati-hati akan kemungkinan dijambret, dibegal atau dicopet. Entah apakah memang sering kejadian atau bentuk ketidakmampuan aparat. Alih-alih menangkap pelaku dan komplotan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, rupanya memberikan sebuah himbauan adalah sebuah aksi nyata yang bisa dilakukan saat tersebut.

Lanjutkan membaca “Bukan Spanduk Isapan Jempol”

Rantang Meikarta

Sebuah guyonan lawas dengan kawan-kawan, “ati-ati lho rek, ojok sampek kene-kene iki kebagian ngeterno rantangan ke tahanan KPK, … “, sebuah guyonan satir yang saling mengingatkan agar kami-kami yang menginginkan Indonesia lebih baik salah satunya dengan berteriak anti korupsi, agar di kemudian hari tidak terlarut dalam pusaran bahaya laten korupsi. Rupanya guyonan itu terjadi beneran. Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Berita penangkapan kasus suap perijinan Meikarta yang baru saya ketahui Selasa (16/10) pagi, rupanya melibatkan seorang kawan baik, Fitradjaja Purnama. Lanjutkan membaca “Rantang Meikarta”

Menonton Bridge

“Ini bagaimana sih, menontonnya?” Suara putus asa terdengar dari seorang Bapak. Suara itu bercampur dengan suara-suara yang sibuk mengomentari distribusi papan bridge yang terpampang di layar.

“Maksudnya bagaimana pak?” terdengar suara Anhar Haitani, kawan pemain bridge dari Yogya, di baris belakang saya.

“Saya tadi (22/8) datang ke sini (Jakarta International Expo Kemayoran) mau menonton wushu. Tapi kata petugas tiket sudah habis dan diarahkan untuk menonton bridge saja. Saya masuk ke sini, eh, di layar cuma angka-angka saja.”

Lanjutkan membaca “Menonton Bridge”

Tik Tak Tik Tok

Sejak beberapa hari belakangan ber-sliweran kata “tik tok” di lini masa twitter saya. Saya gak ngeh. Apa sih ini? Cuma ya sebatas itu. Tertarik untuk googling juga enggak. Toh entar penjelasannya juga muncul-muncul sendiri.  Beneran, akhirnya muncul juga jawabannya sore ini (3/7). Apa yang muncul di linimasa kemudian saya baca dan ikuti kemana link-nya. Kaget! Lanjutkan membaca “Tik Tak Tik Tok”

Usil

Ada kolom pojok di Harian Kompas, sederhana hanya terdiri dari beberapa kalimat saja. Kadang tak dicari, tapi juga kadang sayang jika dilewatkan. Usai membacanya sering senyum-senyum sendiri. Senyum kecut atau malah tertawa lebar tergantung kadar bagaimana mencermati sebuah keusilan. Itulah dia, kolom Mang Usil, kolom yang konon hadir sejak pertama harian tersebut terbit di pertengahan 1965. Lanjutkan membaca “Usil”