Celoteh Nuha: Jokowi

Dalam perjalanan pulang ke rumah, setelah seharian saya menempuh Jakarta Surabaya via Tol Trans Jawa bersama rombongan konvoi alumni-alumni yang akan mengikuti Deklarasi Dukungan Alumni Jatim untuk #01 dan saya memisahkan diri dari rombongan karena Nuha dan bundanya menjemput saya di bundaran Waru, Nuha yang duduk di samping saya yang pegang setir bercerita,” Tadi lho Yah, aku dan temenku berdebat soal Jokowi dan Prabowo.”

“Kok bisa begitu?” saya bertanya penuh keingintahuan.

Maklum, lingkungan pergaulan di sekolahnya yang Muhammadiyah itu membuat saya pengin tahu sejauh mana situasi panasnya perpolitikan nasional sampai di telinga anak-anak SMP. Saya sendiri sih sejauh ini tak pernah berdiskusi soal politik dengan Nuha.

“Kan ada pelajaran soal lembaga-lembaga negara. DPR, Presiden, kedudukannya di (tata) negara kita. Trus jadinya pembahasan jadi debat soal Jokowi dan Prabowo.”

Trus … ,” telingaku membuka lebih lebar.

“Temenku sih Prabowo. Katanya Prabowo itu tegas.”

“Lha kamu?”

“Aku Jokowi-lah. Jelas prestasinya.”

Mendadak hatiku mekrok merona. Gak kebayang kalau Nuha menjawab sebaliknya.

“Ayah kenapa gak suka sama Prabowo?” tanya Nuha membuyarkan hati yang masih berbunga-bunga.

Sambil nyetir saya jadi bercerita. Tentang episode 21 tahun yang lalu, tentang saya yang turun ke jalan berdemo hingga kuliah terlambat selesai, tentang kawan-kawan perjuangan yang hilang diculik dan tak ada kabar hingga sekarang, tentang keluarga Prabowo dan keluarga mertuanya yang berkuasa bergelimang harta korupsi, tentang demokrasi serta pemilu yang terekayasa sejak multipartai hingga tinggal 3 partai saja, tentang mereka-mereka yang ditindas oleh Soeharto dan kroni-kroninya.

“Jahat sekali sih mereka, Yah … ,” Nuha berkali mengomentari dengan kalimat yang sama sambil terus menyimak kisah saya.

Rupanya, kisah-kisah yang saya ceritakan tadi tak pernah Nuha dengar sebelumnya. Saya jadi pengin tahu, apa sih yang ada di buku ajar anak-anak sekarang?

“Jadi Nu, hanya dengan demokrasi yang Ayah yakini dan perjuangkan, setiap orang di generasi Nuha dan setelahnya bisa mempunyai mimpi menjadi presiden republik ini selama jujur dan bekerja keras, seperti Pak Jokowi. Setiap orang punya hak yang sama.”

[kkpp, 05.02.2019]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s