Celoteh Nuha: Jokowi

Dalam perjalanan pulang ke rumah, setelah seharian saya menempuh Jakarta Surabaya via Tol Trans Jawa bersama rombongan konvoi alumni-alumni yang akan mengikuti Deklarasi Dukungan Alumni Jatim untuk #01 dan saya memisahkan diri dari rombongan karena Nuha dan bundanya menjemput saya di bundaran Waru, Nuha yang duduk di samping saya yang pegang setir bercerita,” Tadi lhoLanjutkan membaca “Celoteh Nuha: Jokowi”

Tik Tak Tik Tok

Sejak beberapa hari belakangan ber-sliweran kata “tik tok” di lini masa twitter saya. Saya gak ngeh. Apa sih ini? Cuma ya sebatas itu. Tertarik untuk googling juga enggak. Toh entar penjelasannya juga muncul-muncul sendiri.  Beneran, akhirnya muncul juga jawabannya sore ini (3/7). Apa yang muncul di linimasa kemudian saya baca dan ikuti kemana link-nya. Kaget!

Celoteh Nuha: Februari Kok Kebagian 28?

Ayah, mengapa Muhammadiyah berbeda (hari) Arafah dan (hari raya) Idul Adha-nya? Pertanyaan si sulung malam itu (29/9), bagaikan sergapan sang cicak di lagu cicak-cicak di dinding. Cepat dan tanpa disangka-sangka sebelumnya.

Tentang Valentine

Pertanyaan Nuha, putri saya yang belum genap berusia  sepuluh tahun, sore itu membuat saya terperanjat. Cepat atau lambat saya akan mendapatinya. “Valentine itu haram ya, Yah?” tanyanya usai mendapati rak khusus bertuliskan “Happy Valentine” di sebuah toko swalayan, penuh dengan permen coklat. Aku menjawab singkat,”Ayah sih gak merayakannya, Nu … .”

Celoteh Nuha: Ijin Jualan

“Yah, aku boleh minta ijin?” tanya Nuha pada suatu pagi yang sedang diburu mepetnya aktivitas harian yang sudah menunggu. “Emang mbak mau ngapain?” aku balik bertanya. Sejak keberadaan adiknya tiga tahun yang lalu, kata ‘mbak’ jadi salah satu panggilan bagi putri sulungku yang baru berusia tujuh tahun itu. “Aku mau jualan pas hari Minggu besok.”Lanjutkan membaca “Celoteh Nuha: Ijin Jualan”

Celoteh Nuha: Nama Lengkapnya Rotiboy

Dari nama lengkap anak saya kedua, nama panggilan yang kami pilih adalah Alvaro, nama depan dari nama lengkapnya yang terdiri tiga nama. Karena terdiri dari tiga suku kata, maka kami kemudian memilih nama singkat “Varo”. Kadang Bundanya memanggil dengan “Al”, kadang tante-tante dan budhe-nya memanggil dengan turunan dari Varo, yaitu “Vayo”, “Va-O”. Saya sendiri lebihLanjutkan membaca “Celoteh Nuha: Nama Lengkapnya Rotiboy”

Alangkah (nggak) Lucunya Negeri Ini

Bukan karena Tio Pakusadewo melalui film “Alangkah  Lucunya (Negeri Ini)” yang baru saja memperoleh penghargaan Pemeran Pendukung Pria Terbaik di ajang Indonesian Movie Award 2011, Selasa (10/5/11) yang lalu, maka kemudian saya baru sempat menonton film itu sekarang. Telat setahun lebih sejak film yang disutradarai Deddy Mizwar ini di-launching pada April 2010.  Meski demikian, sepertinyaLanjutkan membaca “Alangkah (nggak) Lucunya Negeri Ini”

Celoteh Nuha: Ayah, Jangan Pulang Malam!

“Ayah, jangan pulang malam! Nanti mobilnya pesok lagi”, ujar putri saya yang belum genap 7 tahun pada saya saat hendak berpamitan padanya sore tadi (5/5) untuk kembali ke kantor setelah menuntaskan urusan dengan asuransi, bengkel dan jasa derek. Si Rossi, avanza hitam yang menemani saya ke sana ke mari, sudah diderek ke bengkel yang ditunjuk asuransi. SayaLanjutkan membaca “Celoteh Nuha: Ayah, Jangan Pulang Malam!”