Cerita ini bukan tentang seekor jago yang ayam jantan itu. Meski ‘kakung‘, dalam bahasa Jawa adalah merujuk pada laki-laki. Bukan pula cerita tentang Eyang Kakung, bapak saya yang akrab dipanggil Nuha dengan Kakung, yang punya kegemaran memelihara ayam.

Tetapi ini adalah cerita soal KFC, waralaba ayam goreng yang berasal dari Kentucky, Amerika Serikat.

Kok bisa? Lantas, apa hubungannya dengan judul celotehan Nuha -anak perempuan saya yang September nanti baru genap enam tahun- di atas?

Ini terkait dengan logo KFC yang menggunakan foto Colonel Harland Sanders sebagai penanda mereknya. Bagi Nuha, foto sang pendiri KFC yang lahir 9 September 1890, dipahami sebagai foto eyang kakungnya, bapak saya.

Awalnya, saya dan bundanya Nuha, bingung juga memahaminya waktu setahun lalu, ketika dalam perjalanan mudik ke Jakarta yang melelahkan, Nuha bilang kepengin ‘ayam kakung’. Baru ngeh dan ketawa, saat menunjuk lambang KFC yang terdapat di sebuah kota jalan pantura seraya berkata, “Itu lho Yah, masak ndak tahu fotonya Kakung…”

Hahaha, ada-ada saja. Dengan rambut putih, jenggot dan kacamata, jadi agak mirip juga sih.

Logo KFC (kiri) dan Eyang Kakungnya Nuha (kanan)

Jadilah sejak itu Nuha punya sebutan lain untuk KFC: ayam kakung. Bisa jadi, KFC = Kakung Fried Chicken. Hehehehe.

***

Suatu ketika Nuha yang waktu itu masih TK pernah bilang, “Aku ndak mau makan di ayam kakung lagi”. Bundanya yang senang mendengar hal itu karena berharap putrinya untuk tidak menyukai makanan instan, lantas bertanya, “Kenapa, mbak?”

Nuha lantas menjawab segera, “Ustadzah tadi bilang, uangnya KFC itu dipakai untuk membunuh saudara-saudara di Palestina”.

Sebelum kebingungan menjelaskan kaitan antara KFC dan Palestina secara mudah buat anak berusia lima tahunan, Bundanya ngeles, “Bukannya selama ini yang minta makan di KFC adalah Nuha, bukan? Kapan ayah dan bunda ngajak ke KFC?”

Nuha terdiam. Untuk beberapa waktu kemudian tidak pernah mengajak makan di sana lagi, tetapi sekarang sudah lupa, karena awal Agustus kemarin mulai merengek-rengek lagi, “Ayo Yah, makan di ayam kakung. Aku lapar …”

[kkpp, ramadan 1431 hari kedua, 12.08.2011]

2 pemikiran pada “Celoteh Nuha: Ayam Kakung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s