“Yah, aku boleh minta ijin?” tanya Nuha pada suatu pagi yang sedang diburu mepetnya aktivitas harian yang sudah menunggu.

“Emang mbak mau ngapain?”aku balik bertanya. Sejak keberadaan adiknya tiga tahun yang lalu, kata ‘mbak’ jadi salah satu panggilan bagi putri sulungku yang baru berusia tujuh tahun itu.

“Aku mau jualan pas hari Minggu besok.”

“Emang apa yang mau dijual?”

“Susu kotak”

“Hah?”aku pura-pura terkejut.

“Iya, bunda kan membelikan aku dan adik susu, nah itu yang mau kujual”

“Ya jangan dong. Bunda kan membelikan mbak susu kan biar mbak jadi gemuk. Kalau susunya dijual mbak kan jadi makin kurus,” kataku sambil ketawa. “Emang mau dijual berapaan trus buat apa?”

“Seribuan yah, ntar aku masukkan tabungan.”

“Kalau mau jual(an), mbak harus bikin sesuatu. Kayak bunda bikin kue. Kalau jual susu, ya ndak boleh.” Nuha manggut-manggut. “Mbak jadi bareng ayah apa bunda?” Obrolan harus segera diakhiri karena kami harus segera berangkat sebelum jalanan makin padat.

***

Keesokan harinya, Nuha melanjutkan obrolan, “Yah, aku jadi boleh jualan di hari minggu besok?”

“Emang mbak mau jualan apa?” jawabanku senada jawaban yang kemarin.

“Jual lirik lagu.”

Kali ini aku terkejut beneran. Terkejut atas ide jualan lirik lagu. Terkejut atas kesungguhannya jualan bahkan mencari alternatif jualan selain susu kotak yang telah aku veto kemarin.

Aku lantas menghampirinya yang tengah sibuk menulis.

“Ini aku menyalin lirik, besok aku jual,” di hadapannya ada cover cd yang berisikan lirik lagu anak-anak.

Lapak Nuha di depan rumah

Tak ada lagi yang disanggah. Aku hanya tersenyum, yang cukup diartikan bagi Nuha sebagai pertanda persetujuan.

Pagi ini, Minggu Pon 19 Februari, maka jadilah di depan rumah kami, Nuha membuka lapak, yang diangkatnya sendiri.

[kkpp, 19.02.2012, Sent from my BlackBerry®]

Keping terkait:

Celoteh Nuha: Nama Lengkapnya Rotiboy

Celoteh Nuha: Ayah, Jangan Pulang Malam

Celoteh Nuha: Ayam Kakung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s