Tag: salesmanship

In memoriam: Yono Hermanto

Awal kecemplung di dunia sales,  mentor saya tanpa mengajarkan teori langsung menyarankan untuk belajar dari para senior di kantor. Tepatnya sih, mengamati para senior itu bekerja, terutama bagaimana mereka mempunyai gaya nyales yang berbeda satu sama yang lain. “Salesmanship is an art.

Read more In memoriam: Yono Hermanto

Pilihan (yang) Emosional

Saya akan mengingat sebuah malam saat Hermawan Kartajaya membukakan pemahaman saya akan sebuah hal. Di sebuah acara MarkPlus Dinner Seminar yang saya lupa tanggal pastinya, Sang Guru Marketing tersebut meyakinkan saya bahwa serasional-rasionalnya sang pembeli yang mengaku rasional, maka akan terselip hal emosional yang menentukan sebuah pilihan.

Read more Pilihan (yang) Emosional

Nevendra Eringce

Untuk sekian waktu, kawan-kawan bbm saya mendapati judul di atas sebagai status di profil saya. Nevendra eringce, alias never ending race. Sebuah potongan jargon yang kemudian saya rokasuka-dekuta-kan. (Seputar rokasuka dekuta, sila mampir ke sini) Jargon itu selengkapnya adalah “life is never ending race“, jargon yang sering diucapkan atasan saya dulu di meeting berkala di…

Read more Nevendra Eringce

Buru-buru Tak Perlu

Benjamin Franklin, founding father-nya Amerika Serikat, pernah menulis Advice to A Young Tradesman pada tahun 1748 (bisa baca di sini). Salah satu frase-nya kemudian jadi populer menembus ratusan tahun. Pernah dengar kan frase: ‘time is money‘… Ya, frase Benjamin Franklin itu hanya salah satu dari banyak sekali ujar-ujar, kalimat mutiara, petuah bijak, slogan, dan sebangsanya yang…

Read more Buru-buru Tak Perlu

Perantara

Pernahkah menjumpai iklan yang kira-kira bunyinya seperti ini: “Dijual Tanpa Perantara”? Tak asing bukan? Baik di media iklan baris ataupun juga tertempel langsung di pagar rumah yang hendak dijual. Mengapa ada iklan semacam itu? Rasanya sih karena alasan si pemilik barang tidak berkeinginan berhubungan dengan si perantara. Ada dua hal biasanya: satu, lebih ribet urusannya,…

Read more Perantara

Celoteh Nuha: Ijin Jualan

“Yah, aku boleh minta ijin?” tanya Nuha pada suatu pagi yang sedang diburu mepetnya aktivitas harian yang sudah menunggu. “Emang mbak mau ngapain?”aku balik bertanya. Sejak keberadaan adiknya tiga tahun yang lalu, kata ‘mbak’ jadi salah satu panggilan bagi putri sulungku yang baru berusia tujuh tahun itu. “Aku mau jualan pas hari Minggu besok.” “Emang…

Read more Celoteh Nuha: Ijin Jualan