-
Jika ikut urutan abjad, P dan S hanya dipisahkan Q dan R. Tipis. Setipis beda pedih dan sedih. Setipis pula beda rambu P coret dan S coret. P dalam rambu lalu lintas kita, berarti parkir. S berarti berhenti. Mungkin mengadopsi dari kata ‘stop’. Read more
-
Jumat demi Jumat berlalu. Tahun 2016 ini dimulai oleh hari Jumat. Jumat pertama terasa istimewa karena sepanjang khotbah, khotibnya pakai bahasa Jawa halus. Tentunya kutipan ayat Al Quran, pembuka khotbah serta doa tetap dalam bahasa Arab. Tetapi terjemahan ayat Al Quran disampaikan dalam bahasa Jawa halus. Khotbah dalam bahasa Jawa halus ini segera memantik memori kecil Read more
-
Hidup memang perpaduan antara duka dan suka. Seandainya bisa memilih, pasti memilih yang kedua bukan? Tapi sayangnya kedukaan itu bukan sebuah pilihan. Ia bisa datang tiba-tiba, tak dinyana-nyana, dan kapan saja. Seperti akhir pekan ini. Duka bertumpuk di saat yang sama. Read more
-
History is great, but it’s only to remember. Now we have a possibility to write a new story. Di antara banyak quote yang quotable di sepanjang hari pertama kehadiran Jurgen Klopp, manager klub baru Liverpool FC (LFC) yang menandatangani kontraknya kemarin (8/10), saya menyukai yang ini. Bukan, bukan bermaksud untuk melupakan sejarah, tetapi nyatanya Liverpool FC Read more
-
Don’t judge a book by its cover. Metafora yang ini sudah sering kita dengar. Pesannya singkat, bahwa sebagaimana kita tidak bisa menilai (kualitas) buku dari sampulnya, kita pun sebaiknya tidak menilai seseorang dari tampilan luarnya saja tanpa mengenal lebih jauh siapa seseorang tersebut. Read more
-
Ayah, mengapa Muhammadiyah berbeda (hari) Arafah dan (hari raya) Idul Adha-nya? Pertanyaan si sulung malam itu (29/9), bagaikan sergapan sang cicak di lagu cicak-cicak di dinding. Cepat dan tanpa disangka-sangka sebelumnya. Read more
-
Jarum jam belum menunjukkan konfigurasi 180 derajat, alias jam enam tepat. Seperti pagi biasanya, saya masih menunggu Aurora dan Alvaro bersiap untuk berangkat ke sekolah. Koran pagi belum datang, jadilah saya menunggu sambil buka hp. Path dan grup whatsapp jadi sasaran. Tetiba Varo di sebelah, sambil berkata: Ayah, aku gak mau pakai helm ya … Read more
-
Selamat pagi Jakarta!! Masih ngantuk. Tadi malam (Sabtu malam (12/9) hingga Minggu dinihari) barusan nobar di Rolling Stones Cafe, jalan Ampera Raya. Baru pertama kalinya nobar di sana, di sebuah kawasan di Jakarta yang saya akrabi dua tahun belakangan ini. Kemang – Ampera Raya – Citos. Hasilnya? Kalah. Dengan kondisi Liverpool sekarang, harapan tentang Liverpool Read more
-
Jakarta sore itu mulai menyurutkan panas. Di bilangan jalan MT Haryono, tak jauh dari Pancoran, mungkin panas, tapi bagi saya angin yang bertiup sungguh bersahabat. Seiring kelegaan saya menyelesaikan ujian. Setelah enam bulan melewati masa traning, sore itu akhirnya saya keluar dari ruang meeting di lantai 8. Meski tanpa tahu hasil akhirnya, saya cukup puas dengan Read more
-
dan senja, adalah saat cahaya menitipkan luka dan pesona pada langit tak berbatas sebagaimana harapan yang tak terbatas Read more
-
Seberapa sering berita tentang kematian datang kepada kita? Ia adalah kewajaran. Ia juga sebuah kepastian. Kadang mengagetkan. Kadang justru malah membawa kisah mengagumkan. ~ @tattock – Berita Kematian Berita mengagetkan itu kali ini datang dari seorang kawan. Almarhum yang diberitakan adalah seorang kakak kelas setahun di atas saya sewaktu belajar di jurusan Teknik Sistem Perkapalan Read more
-
Nanti dan tunggu. Sebagai kata dasar keduanya berbeda. Tetapi jika dilekatkan imbuhan ‘me-‘, maka akan punya makna yang sama. Menanti dan menunggu, keduanya berarti sama: tinggal beberapa saat di suatu tempat dan berharap sesuatu akan terjadi atau berharap sesuatu akan datang. Read more
-
Judul di atas bukan salah ketik alias typo. Benar seperti itu, preseden dan bukan presiden. Kali ini saya tak hendak menulis tentang presiden yang beberapa saat terakhir menjadi sorotan masyarakat luas, saya memang berkeinginan menulis tentang preseden. Di kosa kata kita, preseden berarti sesuatu hal yang terjadi lebih dahulu dan dapat dipakai sebagai contoh di masa yang Read more
-
Entah siapa yang dulu memulai, di kosakata bahasa Indonesia, barang yang sama tapi berbeda tempat tumbuh bisa-bisanya disebut dengan berbeda. Tahu apakah itu? Iya, benar. Rambut jawabnya. Tapi rambut sebenarnya lebih spesifik merujuk bila tumbuhnya di atas kepala. Bila tumbuh di tempat lain, rambut secara spesifik disebut alis, kumis, cambang, bulu mata, bulu hidung, bulu Read more
-
Minggu 28 Desember 2014. Mendung masih mewarnai Belitung di pagi itu. Saya mengendarai kendaraan sewaan dan mengantarkan adik bungsu saya ke Bandara H. AS. Hanandjoedin, 15 menit perjalanan dari kota. Ia harus balik ke Malang dengan pesawat Citilink jam 07.30, sementara saya dan keluarga masih melanjutkan liburan ke Pangkal Pinang nanti jam 10.20 menggunakan Sriwijaya Read more
-
… patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrasi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat … ~ Soe Hok Gie Saat membaca kutipan tersebut di awal masa menjadi mahasiswa, pernah terbesit untuk menjejak tanah air untuk Read more
-
Seberapa sering berita tentang kematian datang kepada kita? Ia adalah kewajaran. Ia juga sebuah kepastian. Kadang mengagetkan. Kadang justru malah membawa kisah mengagumkan. Kelak, jika sudah tiba waktuku, akan datang juga padamu. Berita kematianku. Akankah berita itu adalah berita yang mengagetkan atau justru berita yang selama ini kamu harapkan? Akankah berita itu adalah berita yang Read more
-
* satu * perempuan berpayung langit kelabu berdiri di ujung labirin di antara remah hujan malu-malu dengan menyembunyikan sedu, dititipkannya pesan kepada sang hujan please … pergilah … . pergilah, sampai dirimu mampu meluruskan (apa) yang menyilang, meluaskan (apa) yang sempit dan mengurai (apa) yang tersimpul” Read more
-
Pernahkah engkau memilih jalan kematian? Yang tak berliku dan tanpa alat bantu? Read more
-
Dimas Pridinaryana Putra, biasa dipanggil Cakdim sesuai dengan namanya di forum BIGREDS pun sesuai dengan akun resminya di twitter, adalah presiden terpilih BIGREDS Indonesia’s Official Liverpool FC Supporters Club, untuk periode 2014-2017. Ia menjadi orang kelima, setelah Heri Suherman, Hendra Kurniawan, Andhika Suksmana dan Fajar Nugraha, yang didapuk menjadi nahkoda dari organisasi BIGREDS IOLSC yang Read more
