… patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrasi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat … ~ Soe Hok Gie

Saat membaca kutipan tersebut di awal masa menjadi mahasiswa, pernah terbesit untuk menjejak tanah air untuk mengenal Indonesia dari dekat.
menjejak indonesiaMemaknai “bhineka tunggal ika” hanya bisa dilakukan dengan merasakannya pada tiap perjumpaannya. Tanpa perjumpaan dengan perbedaan, pemaknaan perbedaan hanyalah sebuah wacana yang mengawan.

Saya beruntung dibesarkan oleh kemajemukan kampus tempat saya dibesarkan. Di asrama, lanjut di kos-kosan, hingga lingkungan rumah kedua: kantin pusat. Pertemanan dan persaudaraan saya meluas. Pernah saya sekamar dengan teman dari Madura, seseorang yang rajin belajar dan mengaji, sekaligus juga teman ngajak-ngapak dari Banyumas. Maklum, satu kamar di asrama dihuni berempat. Yang seorang lagi seorang kawan dari Bojonegoro.

Sepuluh tahun yang lalu, saya sempat panik, seorang kawan asli Aceh tak bisa dikontak sama sekali pada saat kabar duka tsunami. Kawan ini adalah teman satu kos. Dengannya dulu saya belajar tentang Aceh, tentang bagaimana rezim memperlakukan Aceh semasa Soeharto berkuasa, tentang bagaimana memaknai konsep negara dan Islam. Di kos ini pula saya berteman akrab dengan kawan-kawan dari Bugis dan Makassar.

Di kantin pusat ITS, spektrumnya malah lebih luas. Bukan hanya kawan dari berbagai daerah dan suku, melainkan pula berbagai pemikiran, dari kanan notok hingga kiri njedok semua tersedia di sana layaknya berbagai menu yang tersedia: mulai dari soto ayam, sate, lontong balap, nasi goreng hingga ke menu prasmanan.

Sejak itu saya telah memilih untuk mencintai Indonesia dengan segala keberagamannya dan berharap ada kesempatan untuk menjejak Indonesia untuk mengakrabinya dari dekat.

***

Indonesia terdiri dari ribuan pulau. Dari citra satelit tahun 2002, tercatat 18.306 pulau, dengan 7.870 pulau yang telah bernama. Berapakah yang sudah kita jejaki?

Mungkin ada beberapa profesi yang memungkinkan untuk mengunjungi seluruh pulau yang ada. Petinggi pemerintahan adalah salah satu yang semestinya dan bisa mewujudkannya. Karena tak menginginkannya, rasanya profesi jurnalistik adalah yang paling mendekati untuk bisa menjejak seluruh tanah air Indonesia.

Kini, dengan keterbatasan profesi, hingga saat ini saya baru bisa dihitung dengan jari berapa pulau yang sudah saya jejaki. Jawa, Bali, Ismoyo, Kalimantan, Madura, Batam, Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, Timor, Papua, Sulawesi, Sumatera, Gili Trawangan, Belitung, dan -insya Allah- Bangka besok hari Minggu (28/12). Yang lain mudah-mudahan ada kelonggaran waktu dan rejeki. Sungguh saya ingin melengkapkan satu demi satu.

Bagaimana? Tidakkah ingin menjejak Indonesia pula? Boleh kok ajak-ajak saya …

[kkpp, 27.12.2014]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s