Basel

Basel, kami (terlalu) bersemangat untuk hari ini. Lima belas tahun lalu, saya nonton pertandingan sepakbola final ajang klub-klub daratan Eropa di kantin pusat ITS, beberapa hari sebelum pindah buat kerja ke Jakarta. Ramai dan crowded. Ada si merah yang berlaga melawan klub dari Spanyol yang baru terdengar namanya.

Baca selengkapnya

Menjejak Indonesia

… patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrasi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat … ~ Soe Hok Gie Saat membaca kutipan tersebut di awal masa menjadi mahasiswa, pernah terbesit untuk menjejak tanah air untuk […]

Baca selengkapnya

Bis Surat Yang Terlupakan

Tak ada yang meragukan jasanya dulu. Saat belum ada Facebook, Twitter, Blackberry Messenger, serta media jejaring lainnya, dialah yang menghubungkan dengan sanak, kerabat, serta kawan yang terpisahkan jarak dan ruang. Apalagi bagi kami yang kemudian merantau, melanjutkan langkah keluar dari kampung halaman. Warnanya oranye. Identik dengan induknya. Dulu letaknya di pojok kantin ITS. Dan kini […]

Baca selengkapnya

Kantin dan Bridge

Di kantin, kami mengenal bridge. Di sanalah kami belajar mengeja mengapa ada tigabelas trik yang dicari. Biar kantin kami (nyaris) mati, bridge telah menjelma di sanubari. Di kantinbridge ini mari kita berbagi. Bercerita tentang kepahlawanan Spade, atau kisah mengharu-biru Heart, atau tentang Diamond yang senantiasa diburu, serta Club yang selalu diganggu. Boleh juga mendongenglah tentang […]

Baca selengkapnya