Ngiras Lotek Bu Mur

Sebenarnya sih sudah sarapan spesial pagi itu. Gudeg. Tapi tawaran dari sepupu untuk mencari makan sebelum muter-muter Yogya sayang untuk dilewatkan begitu saja. “Lotek, yuk.” Saya mengajukan rencana. Sang sepupu masih berpikir kira-kira dimana, saya sudah punya bayangan. Lokasi gampang ditempuh dan gak terlalu menyimpang untuk rencana-rencana selanjutnya sebelum menunggu jadwal kereta kembali sore nantiLanjutkan membaca “Ngiras Lotek Bu Mur”

Plastikan

Bisa dibilang tahun ini (bagi saya) adalah tahun fakir piknik. Mari kita pakai istilah yang lebih keren saja: moratorium untuk sejumlah hal, mengencangkan ikat pinggang, apalagi ya, ah iya: penurunan daya beli. Hihihi. Bahaya memang. Kata orang-orang, fakir piknik bisa mengurangi konsentrasi, nyinyir di media sosial serta terseret bahaya laten hoaxisme.

Mencicip Trans Jawa

Layaknya tiap lebaran, perjalanan pulang ke keluarga besar adalah hal yang masih dan perlu diagendakan bagi sebagian besar rakyat negeri ini. Siapa saja kemudian mendapat berkah acara tahunan yang tiap tahunnya bergeser maju penyelenggaraannya karena mengikuti penanggalan hijriah karena bagaimanapun lebaran identik dengan Idul Fitri. Fenomena gegap gempitanya perjalanan pulang ke keluarga besar pas momenLanjutkan membaca “Mencicip Trans Jawa”

Tret-tet-tet: Dari Bon Jovi hingga Rolling Stones

Selamat pagi Jakarta!! Masih ngantuk. Tadi malam (Sabtu malam (12/9) hingga Minggu dinihari) barusan nobar di Rolling Stones Cafe, jalan Ampera Raya. Baru pertama kalinya nobar di sana, di sebuah kawasan di Jakarta yang saya akrabi dua tahun belakangan ini. Kemang – Ampera Raya – Citos. Hasilnya? Kalah. Dengan kondisi Liverpool sekarang, harapan tentang LiverpoolLanjutkan membaca “Tret-tet-tet: Dari Bon Jovi hingga Rolling Stones”

Duka dan Doa untuk QZ8501

Minggu 28 Desember 2014. Mendung masih mewarnai Belitung di pagi itu. Saya mengendarai kendaraan sewaan dan mengantarkan adik bungsu saya ke Bandara H. AS. Hanandjoedin, 15 menit perjalanan dari kota. Ia harus balik ke Malang dengan pesawat Citilink jam 07.30, sementara saya dan keluarga masih melanjutkan liburan ke Pangkal Pinang nanti jam 10.20 menggunakan SriwijayaLanjutkan membaca “Duka dan Doa untuk QZ8501”

Menjejak Indonesia

… patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrasi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat … ~ Soe Hok Gie Saat membaca kutipan tersebut di awal masa menjadi mahasiswa, pernah terbesit untuk menjejak tanah air untukLanjutkan membaca “Menjejak Indonesia”

Cadangan

Gak enaknya cadangan, berharap ada apa-apa dengan yang utama. Begitulah perasaan yang saya alami dan kemudian saya tweet-kan hari Rabu (29/1) kemarin. Bukan, saya bukan sedang menjadi bench-warmer sebuah pertandingan bola. Tetapi waktu itu saya berada di Bandara Soekarno Hatta International Airport, tanpa tiket tetapi berharap kebagian tiket untuk pulang.