Tutup

In memoriam: Saminah

“Wis ayu ora? Mbok aku difoto …”

Saya dan bulik terkekeh mendengar permintaan itu di suatu pagi bulan September setahun yang lalu di ndalem dekat Kali Code, Yogyakarta. Serta merta dengan senang hati saya langsung berswafoto menanggapi permintaan Simbah. Dan jadilah itu foto terakhir saya dengan beliau. Waktu foto itu beliau berusia 96 tahun. Baca Selengkapnya

In memoriam: Sutini

September 1993. Pintu pagar depan terkunci. Tak ada minicab Bapak. Thithut yang biasa menjaga pagar, sudah aku kuburkan dua bulan yang lalu tepat di bawah pohon kamboja di halaman depan. Sepi. Kemudian aku memutar rumah besar yang digunakan sebagai gedung sekolah TK, siapa tahu pintu belakang terbuka. Ternyata dalam keadaan terkunci juga. Tak ada tanda-tanda aktivitas Bapak, Ibu juga adik-adik. Pesan di kertas yang biasanya menjadi kebiasaan di keluarga kami juga tidak aku temukan. Baca Selengkapnya

In memoriam: Gatot Budiharto

Pak Gatot (duduk tengah) di antara beberapa kami sekelas, pas acara kelulusan, 25 tahun yang lalu

Sugeng tindak Pak Gatot …

Pamong matematika favorit dan juga wali kelas kami di kelas tiga SMA dulu telah dipanggil pulang ke Rahmatullah di bulan penuh berkah, Ramadan hari ketujuh 1439 Hijriah, siang tadi (23/5). Baca Selengkapnya

In memoriam: Deddy Sutomo

Kabar duka datang dari akun twitter @poeticpicture –akun yang saya ikuti karena dari nama akunnya saja sungguh memikat: foto puitis, yang belakangan kemudian hasil karyanya sering menemani saya sebagai bahan bacaan wajib baca pas naik Citilink, lha ternyata beliausi pemilik akun adalah Editor in Chief-nya LINKERS, inflight magazine-nya Citilink–, bahwa pamannya meninggal dunia pagi tadi (18/4). Sang paman yang meninggal saya belum pernah ketemu, tapi sosok sang paman lekat bersama kenangan saya atas film serial yang dulu tahun 1984-1985 pernah saya tungguin di layar TVRI. Rumah Masa Depan, nama film serinya (istilah sinetron, seingat saya belum dikenal di masa itu). Ya, Deddy Sutomo, nama sang paman. Baca Selengkapnya

In memoriam: Yono Hermanto

Awal kecemplung di dunia sales,  mentor saya tanpa mengajarkan teori langsung menyarankan untuk belajar dari para senior di kantor. Tepatnya sih, mengamati para senior itu bekerja, terutama bagaimana mereka mempunyai gaya nyales yang berbeda satu sama yang lain. “Salesmanship is an art. Baca Selengkapnya

In memoriam: Pur Byantara

“Kapan kita main pasangan? Pasti nggak mau ya main sama saya … ,” pertanyaan dari Pak Pur dengan senyum terkekeh khasnya, begitu yang sering ditanyakan kepada saya jika kami bertemu, masih terngiang. Pertanyaan itu biasanya saya iyakan, tapi sudah tak ada lagi yang akan bertanya seperti itu lagi. Beliau sudah berpulang ke Sang Penciptanya, Kamis (8/6), pas di malam ke-14 Ramadan 1438H di RS Haji Surabaya. 

Baca Selengkapnya

In memoriam: Enes Teguh Panderman

enes-1

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon, Myanmar. Oktober 2014.

Berdua dengan kawan perjalanan, Yunanta Erwahyudi (@Yunthe), kami menjadikan KBRI sebagai tujuan pertama.  Maksudnya sih biar gampang dapat informasi tentang bagaimana mendapatkan tiket untuk pertandingan pertama Indonesia di ajang AFC U-19 Championship 2014. Baca Selengkapnya

In memoriam: Sumarno

Seberapa sering berita tentang kematian datang kepada kita? Ia adalah kewajaran. Ia juga sebuah kepastian. Kadang mengagetkan. Kadang justru malah membawa kisah mengagumkan. ~ @tattock – Berita Kematian

Berita mengagetkan itu kali ini datang dari seorang kawan. Almarhum yang diberitakan adalah seorang kakak kelas setahun di atas saya sewaktu belajar di jurusan Teknik Sistem Perkapalan FTK ITS. Baca Selengkapnya

In Memoriam: Tries Dhiman

Jika ada satu nama yang mengajarkan bagaimana menjadi seorang kakak yang baik, bagi saya salah satunya adalah Tries Dhiman. Beliau adalah kakak kelas saya jauh di atas saya, 17 tahun di atas saya. Tapi perjumpaan saya di tahun 1995 dengan beliau benar-benar mengesankan. Bagaimana beliau yang sedikit pun tak mengenal saya dan teman-teman yang sedang mengurus acara seminar nasional yang diadakan oleh himpunan mahasiswa saat itu, tanpa segan menawarkan tempat untuk bernaung beberapa malam selama kami mengurus acara tersebut. Baca Selengkapnya

In Memoriam: Sandjaja Kosasih

Cak Sanko, demikian kami menyapanya di milis alumni ITS terbesar, al-its@yahoogroups.com. Nama lengkapnya adalah Sandjaja Kosasih, senior alumni jurusan arsitektur, kira-kira satu dekade di atas saya. Beliau adalah salah satu pegiat IKA ITS khususnya di kepengurusan wilayah Kalimantan Timur dan sekaligus salah satu post-er milis favorit saya. Milis yang lebih mirip dengan warung kopi, siapa saja bisa nimbrung, siapa saja bisa datang dan pergi. Tetapi, Cak Sanko biasanya hadir memberi komen dengan sudut pandang yang berbeda pada sebuah diskusi yang tengah panas-panasnya, serta dengan menggunakan bahasa yang enak dibaca.

Baca Selengkapnya

%d blogger menyukai ini: