“He’s my best friend,” ujar Hermawan Kartajaya, salah satu maestro dan suhu marketing yang telah world-wide, sembari mengaitkan dua jari tangan melambangkan kedekatan hubungannya dan almarhum Prof. Ir. Hadi Sutrisno.

Menjelang tengah malam itu, sebelum pergantian hari dari Selasa ke Rabu, tanggal 23 Februari 2010, sang maestro sengaja meluangkan waktu dari kesibukan untuk terbang dari Jakarta dan keesokan paginya langsung terbang kembali ke Jakarta, semata untuk melakukan penghormatan terakhir untuk Tris, panggilan akrabnya untuk Prof. Ir. Hadi Sutrisno, kawannya semasa menjadi mahasiswa Teknik Elektro ITS, yang meninggal sore tadi di Grha Amerta, RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.

Sebagaimana Sang Maestro yang merasa kehilangan seorang teman baik. Begitu halnya kami, yang mengangkrabi aktivitas kemahasiswaan semasa beliau menjabat PR III di era Rektor ITS masih dijabat oleh Prof. Ir. Oedjoe Djoeriaman MSc. Phd., (Rektor ITS sebelum Prof. Ir. Soegiono, Prof. Dr. Ir. Muh. Nuh, DEA, dan Rektor ITS saat ini Prof. Ir. Priyo Suprobo MS PhD). Kami kehilangan seorang pengayom, seorang bapak dan seorang kawan. Ya, seorang kawan. Karena beliau tak pernah menempatkan diri sebagai pejabat. Sosoknya, sangat mudah ditemui. Bahkan tanpa janji sekalipun. Kadang malah nyamperin di panitia kegiatan tanpa protokoler, pun menemani begadang para panitia.

Tak ada yang menyangsikan bahwasanya di jaman beliau menjabat, dunia kemahasiswaan di ITS seolah menemukan jaman Rennaisance. Beliau senantiasa mendorong mahasiswa, yang notabene anak-didiknya, sebagaimana konsep-konsep sang Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara. Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani serta konsep ke-pamong-an yang ngemong sang anak.

Beliau senantiasa mendorong mahasiswa untuk kritis dan kreatif, meski waktu itu sebagai Pembantu Rektor salah satu PTN, intervensi-intervensi Orde Baru kerap terasa. Sering beliau mengatakan, “Wis, pura-pura aku gak eruh ae, awakmu mlaku terus …“, saat kegiatan kemahasiswaan terbentur kerasnya birokrasi.

Di jaman beliau, bidang kemahasiswaan ditandai dengan berbagai fenomena: kelahiran organisasi kemahasiswaan di level insitut pasca NKK/BKK, kentalnya nuansa wawasan integralistik ITS, Bakti Kampus dan LKMM yang lebih mencerahkan daripada penataran P4 120 jam, upaya penciptaan student goverment, pengambilalihan asrama mahasiswa ITS (demo pertamaku, hehehe) dan koperasi mahasiswa, laris manisnya Loedroek Tjap Toegoe Pahlawan, kegiatan-kegiatan di segala lini kemahasiswaan, merebaknya jargon Arek ITS CUK (cerdas ulet kreatif), dan jangan lupa: Mobil Tenaga Surya Widya Wahana. Serta yang lebih mendasar adalah berseminya kesadaran bahwa mahasiswalah agent of change yang dibutuhkan negara ini.

Ah, kenangan akan itu tak akan pernah terlupa. Saya bukan mahasiswa yang secara langsung ngangsu kawruh di jurusan di mana beliau mengajar, pun persinggungan saya hanyalah sebatas „menangi“ beliau saat saya hanya sebagai panitia kegiatan di unit kegiatan dan himpunan, sebagai peserta LKMM dan Bakti Kampus (yang sempat diboikot), sebagai penonton aksi-aksi seni dan diskusi-diskusi di kantin ITS yang seringkali beliau ikut nimbrung. Namun bangunan dunia kemahasiswaan di masa beliau itulah, yang justru mengantarkan saya, dan juga kawan-kawan segenerasi menjadi manusia Indonesia yang lebih integral.

Malam ini, jenasah Pak Hadi, begitu kami menyapa beliau, disemayamkan di Guest House “Yasmine” ITS, Kampus ITS Keputih Sukolilo sebelum diberangkatkan ke Ngawi, tempat dimana beliau dilahirkan 63 tahun yang lalu.

Inna lillahi wa inna ilahi rojiun. Semoga Allah memberikan ampunan dan memberikan ridlo-Nya. Selamat jalan, Pak!

(kkpp, 23.02.2010)

ps. thanks buat kawan-kawan yang melengkapkan tulisan ini menjadi rangkaian utuh…

4 pemikiran pada “In memoriam: Prof. Ir. Hadi Sutrisno

  1. Sayang sekali, saya mengenal beliau hanya sebagai bagian keluarga besar kami. Walaupun aku masuk Elektro-ITS ternyata tak sempat mendapatkan bimbingannya karena sebagian waktunya di habiskan di Unram. Turut berduka cita sekali….

    Suka

  2. membaca tulisan ini makin membuat saya mengetahui tentang beliau…
    saya hanya sempat menjadi mahasiswa bimbingan TA beliau, tapi sudah sedemikian baiknya…

    Semoga di lapangkan kuburannya, dan amalannya di terima Allah SWT….

    Suka

  3. Innalillahi wa ina illahi rojiun….selamat jalan p Hadi Sutrisno saya terkesan dg pak Hadi sewaktu mengajar, walupun saya jurusan t kimia namun almarhum mampu memberikan kuliah teknik tegangan listrik shg saya mampu menyerap ilmunya, disamping kepiawaian almarhum dalam mengajar sehingga waktu kuliah beliau tidak pernah bosan.
    Semoga amal ibadah diterima oleh Allah SWT

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s