In memoriam: Deddy Sutomo

Kabar duka datang dari akun twitter @poeticpicture –akun yang saya ikuti karena dari nama akunnya saja sungguh memikat: foto puitis, yang belakangan kemudian hasil karyanya sering menemani saya sebagai bahan bacaan wajib baca pas naik Citilink, lha ternyata beliausi pemilik akun adalah Editor in Chief-nya LINKERS, inflight magazine-nya Citilink–, bahwa pamannya meninggal dunia pagi tadi (18/4). Sang paman yang meninggal saya belum pernah ketemu, tapi sosok sang paman lekat bersama kenangan saya atas film serial yang dulu tahun 1984-1985 pernah saya tungguin di layar TVRI. Rumah Masa Depan, nama film serinya (istilah sinetron, seingat saya belum dikenal di masa itu). Ya, Deddy Sutomo, nama sang paman. Aktor yang memerankan Pak Sukri, ayah ideal dari Bayu (diperankan Septian Dwi Cahyo) dan Gerhana (diperankan oleh Andi Ansi). Saya baru ngeh jika sang pemilik akun ternyata masih bertalian kerabat dengan aktor kawakan yang berhenti nge-twit pasca raihan Piala Citra di tahun 2015 di film “Mencari Hilal”.

rumahmasadepan
Rumah Masa Depan (sumber: dotgo.id )

Kisah tentang Rumah Masa Depan jadi mengulik kenangan jaman SD saya. Bagaimana susahnya menuliskan Cibeureum, nama desa di setting serial tersebut. Kisah keseluruhan saya tak ingat. Tapi saya masih ingat betapa kemudian sosok Sangaji  sungguh menginspirasi. Juga bagaimana cara Bayu melinting lengan baju. Juga Gerhana, yang terasa dekat, ya judesnya ya rambut panjangnya. Lainnya saya tak ingat. Untung masih bisa menemukan beberapa jejak dari Rumah Masa Depan. Salah satu di antaranya adalah dari youtube, meski sepenggal, tapi bisa dikenang di sini.

(PS. Belakangan saya diingatkan kembali beberapa kisah episode “Rumah Masa Depan” tersebut, via e-book “Gaul Jadul” karya Q Baihaqi yang diterbitkan Gagas Media, di tahun 2009).

Kematian adalah kepastian. Sebagaimana yang sering kita lafalkan: segala sesuatu yang dari Allah, akan kembali kepadaNya. Selamat jalan, Deddy Sutomo. Semoga khusnul khotimah. Semoga pula jejak-jejak peninggalan kebaikan di dunia film Indonesia menjadi amal jariyah.

Selamat berpulang ke Rumah Masa Depan sebenar-benarnya …

[kkpp, 18.04.2018]

film Hiburan In memoriam Indonesiana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: