#ILPShowcase: Teaser yang …

Sebenarnya saya tuh penggemar musik. Saya gak pernah mengkotakkan musik apapun. Dan saya yakin musik yang keren tuh gak perlu ada nama. Musik keren ya keren aja. Gak asyik ya ga asyik aja. ~ Indra Lesmana

Bersama Sang Maestro. Indra Lesmana dan kawan-kawan para doktor dari ITS.

Tetapi begitu ditegaskan oleh wartawan (30/6), sang maestro, Indra Lesmana memastikan bahwa ILP memang ber-genre Progressive Metal. “Ini memang unik. Yang berbeda adalah reaksi masyarakat karena saya terbiasa bikin jazz. Ini tiba-tiba muncul reaksi yang tidak biasa. Menarik.”

Apa itu progressive metal?

#ILPShowcase: Bukan Sekedar Test Kuping

Suara Surabaya Centre masih terlihat lengang (30/6). Tempat yang baru saya search via aplikasi GPS malam ini, masih terlihat sepi. Parkiran masih lengang. Saya sempat ragu. Mungkin saya datang 30 menit terlalu awal. Undangan kawan mengantarkan saya ke sini. Katanya, Indra Lesmana punya project bikin grup progressive metal. Cukup menarik kan. Nama Indra Lesmana begitu lekat. Tak ada yang meragukan bakat dan maqomnya di dunia musik Indonesia. Dan pilihannya malam ini tampil dengan band baru bentukkannya dengan merekrut pemain-pemain musik lainnya memanfaatkan instagram, sungguh memancing keingintahuan telinga dhoif saya. 

In memoriam: Deddy Sutomo

Kabar duka datang dari akun twitter @poeticpicture –akun yang saya ikuti karena dari nama akunnya saja sungguh memikat: foto puitis, yang belakangan kemudian hasil karyanya sering menemani saya sebagai bahan bacaan wajib baca pas naik Citilink, lha ternyata beliausi pemilik akun adalah Editor in Chief-nya LINKERS, inflight magazine-nya Citilink–, bahwa pamannya meninggal dunia pagi tadi (18/4). Sang paman yang meninggal saya belum pernah ketemu, tapi sosok sang paman lekat bersama kenangan saya atas film serial yang dulu tahun 1984-1985 pernah saya tungguin di layar TVRI. Rumah Masa Depan, nama film serinya (istilah sinetron, seingat saya belum dikenal di masa itu). Ya, Deddy Sutomo, nama sang paman.

Anti Klimaks Indonesian Idol 2018

Idol is Back. Begitu tema yang diusung Indonesia Idol 2018. Maklum, ajang ini sempat menghilang beberapa tahun. Jika ajek diselenggarakan tiap tahun, mestinya di tahun ini adalah musim ke-14, tetapi nyatanya Indonesian Idol tahun ini baru masuk musim ke-9. Rupanya beberapa tahun sempat hilang.

Saya sendiri terakhir mengikuti ajang ini pas musim ke-3. Setelahnya, saya hanya sekedar tahu saja. Secara format, saya sih lebih suka formatnya The Voice. Khususnya pas sesi blind audition.

idol2018Tetapi ada yang berbeda di musim ini. Juri-jurinya muka baru sebagai juri Indonesian Idol. Juri baru tetapi track record-nya telah teruji di dunia musik Indonesia.