Tutup

#ILPShowcase: Teaser yang …

Sebenarnya saya tuh penggemar musik. Saya gak pernah mengkotakkan musik apapun. Dan saya yakin musik yang keren tuh gak perlu ada nama. Musik keren ya keren aja. Gak asyik ya ga asyik aja. ~ Indra Lesmana

Bersama Sang Maestro. Indra Lesmana dan kawan-kawan para doktor dari ITS.

Tetapi begitu ditegaskan oleh wartawan (30/6), sang maestro, Indra Lesmana memastikan bahwa ILP memang ber-genre Progressive Metal. “Ini memang unik. Yang berbeda adalah reaksi masyarakat karena saya terbiasa bikin jazz. Ini tiba-tiba muncul reaksi yang tidak biasa. Menarik.”

Apa itu progressive metal?

Jika pernah mendengarkan musik Dream Theater seperti itulah definisi gampang dari progressive metal. Sebuah genre musik yang mengkombinasikan kecepatan dan agresi musik metal serta diperkaya instrumental rumit sebagai ruang kepada musisi-musisinya untuk unjuk ketrampilan individu layaknya genre jazz. Keyboard/synths yang biasanya tidak sering ditemui di genre metal, biasanya malah ditemui di progressive metal band.

Kembali ke ILP, band yang terdiri dari Indra Lesmana (keys/vocal), Shadu Shah (bass), Karis (gitar), Ray Syarif (gitar), Hata Arysatya (drums) serta Togar (vocal) resmi diumumkan 1 Februari 2018 yang lalu, mini albumnya berjudul Sacked Geometry, terdiri dari i. Awakening, ii. Acknowledge, iii. Ascension, iv. Acceptation.

Setelah di Jakarta, Surabaya kebagian tadi malam (30/6). Pas di penghujung acara, penonton masih enggan beranjak untuk pulang. “Ini showcase bro, bukan konser … ,” seorang kawan mengingatkan bahwa acara sudah bubar.

Ray, Indra, Karis, Hata, Togar, Shadu (berturut dari kiri ke kanan)

Meski bukan pertunjukan yang sempurna, nilai 7 dari skala 10, sebagai teaser, showcase ini cukup menarik untuk mencermati versi digitalnya di kemudian hari. Maklum, saya sengaja datang ke pertunjukan tanpa preference apapun dan kini menuliskan postingan ini sambil mendengarkan versi digitalnya yang terdengar jauh lebih sempurna dari apa yang terdengar semalam.

Semoga jika ada kesempatan, ILP bisa menunjukkan penampilan live sama bagus dengan versi rekamnya sebagaimana Dream Theater kapan hari pas konser di Yogyakarta.

Tetapi setidaknya, Indra Lesmana sudah membuktikan, musik keren ya keren tanpa perlu mengkotak-kotakkan.

ILP keren dan layak diapresiasi telah memperkaya khasanah musik nusantara.

I know it’s hard for me to give it up again

I know I tried to save myself from falling

I’m gonna let you all to prove, to lose and to pretend

I’ll take my time to understand … ~ ILP, IV. Acceptation

[kkpp, 01.07.2018]

About the author tattock

menyukai kata dan perjalanan memperluas cakrawala. lalu sejenak menepi untuk sekedar membingkai hidup yang tak hakiki.

All posts by tattock →

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: