Kantin ITS Reborn

Beberapa hari belakangan beredar flyer tentang Kantin Pusat ITS Reborn yang soft opening-nya dilakukan kemarin (17/5). Nama ‘Reborn’ mengingatkan kepada ‘Padi Reborn’. Keren sih. Meski bisa jadi kalau dipermasalahkan, mengapa pakai nama keminggris. Mungkin harapannya sama dengan grup band legenda yang direvitalisasi kembali, makin kinclong dibuatnya. Mungkin begitu halnya dengan Kantin Pusat ITS Reborn. Entahlah,Lanjutkan membaca “Kantin ITS Reborn”

In memoriam: Ir. Tony Bambang Musriyadi, PGD., M.MT

Akhir kuliah di kuliah pertama awal semester, suasana kelas sudah bersiap hendak selesai. Pak Tony yang mengajar kelas menghampiri saya yang duduk di pojok depan dekat meja over head projector. “Bukannya sudah lulus beberapa semester yang lalu?” “Iya pak.” Saya tersenyum dalam hati dan hati saya sedikit ‘mekrok’ karena masih diingat.

Nopember

Yang baku adalah November. Bukan Nopember. Tetapi karena sudah terlanjur melekat menjadi nama, jadilah Nopember adalah kesalahan yang menjadi benar untuk penulisan nama Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang biasa disingkat menjadi ITS. Salah satu kampus yang ajeg menghuni peringkat atas kampus di Indonesia bersama kampus negeri yang lebih dahulu lahir, seperti Universitas Indonesia, Universitas GajahLanjutkan membaca “Nopember”

Kampus NKRI, Mengapa Tidak?

Sebagaimana tradisi awal masa perkuliahan, di kampus almamater akan dipenuhi spanduk ucapan selamat datang kepada mahasiswa baru. Tak ada yang membedakan tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Tapi entah mengapa kemudian saya mendapat pesan whatsapp yang mempermasalahkan tentang spanduk-spanduk selamat datang di tahun ajaran ini. Apa yang aneh dari spanduk-spanduk tersebut? Berikut penampakannya:

In memoriam: Badrus Syamsi

Bandung. Dua hari jelang pergantian tahun. Sejak siang macetnya ampun-ampun. Perjalanan balik ke Jakarta pun hingga tengah malam belum sampai juga. Seisi mobil sudah tertidur, sementara saya yang di belakang setir mencoba melawan ngantuk dan jenuh. Antara ada dan tiada. Tiba-tiba, kedua lengan bawah tangan saya yang pegang setir terasa hangat, padahal mestinya sama dinginnyaLanjutkan membaca “In memoriam: Badrus Syamsi”

In memoriam: Cak Man

Kami memanggilnya Cak Man. Malah nama lengkap almarhum kami ketahui belakangan. Zaman masih mahasiswa dulu, selain the famous Cak Rie, Cak Man adalah salah satu sosok yang akrab dengan mahasiswa FTK ITS. Berbeda dengan Cak Rie yang ngetop dengan bakso dan gaulnya ikutan kegiatan ramai-ramai, Cak Man adalah karyawan yang banyak bertugas sebagai kurir. KerjaannyaLanjutkan membaca “In memoriam: Cak Man”