Luck

Keberuntungan menghampiri kami siang itu (11/9). Sebuah tenant mall tempat kami makan siang ternyata sedang mengadakan acara promo. Ada undian ditraktir oleh tenant alias gratis buat pemenang pertama, serta voucher buat dua pemenang kedua dan ketiga. Sang tenant waktu itu penuh, semua meja terisi. Kami tak tahu kalau di tenant itu sedang ada promo.

Melanjutkan yang Tertunda

Pandemi yang sempat memvakumkan banyak hal telah berlalu. Meski kasus tetap saja ada dan kewaspadaan harus senantiasa dikedepankan, banyak sendi kehidupan telah kembali normal. Begitu halnya dengan Liga Bridge Indonesia yang sempat terhenti kemudian diperdebatkan apakah dilanjutkan atau dimulai saja musim liga yang baru.

In memoriam: Badrus Syamsi

Bandung. Dua hari jelang pergantian tahun. Sejak siang macetnya ampun-ampun. Perjalanan balik ke Jakarta pun hingga tengah malam belum sampai juga. Seisi mobil sudah tertidur, sementara saya yang di belakang setir mencoba melawan ngantuk dan jenuh. Antara ada dan tiada. Tiba-tiba, kedua lengan bawah tangan saya yang pegang setir terasa hangat, padahal mestinya sama dinginnyaLanjutkan membaca “In memoriam: Badrus Syamsi”

Menonton Bridge

“Ini bagaimana sih, menontonnya?” Suara putus asa terdengar dari seorang Bapak. Suara itu bercampur dengan suara-suara yang sibuk mengomentari distribusi papan bridge yang terpampang di layar. “Maksudnya bagaimana pak?” terdengar suara Anhar Haitani, kawan pemain bridge dari Yogya, di baris belakang saya. “Saya tadi (22/8) datang ke sini (Jakarta International Expo Kemayoran) mau menonton wushu.Lanjutkan membaca “Menonton Bridge”