Standar

Saya ngakak pas baca postingan di atas lewat di salah satu whatsapp group. Percakapan ringan di ilustrasi tersebut bikin ketawa. Diingetin, tapi malah ngegas karena tidak paham apa yang dimaksudkan. Mungkin anak sekarang yang gak relate.

Kalau anak dulu pasti pernah mengalami: standar lupa dinaikkan kemudian yang melihat mengingatkan bahwa standarnya masih pada posisi. Mengapa perlu diingatkan? Karena berbahaya jika standar belum dinaikkan kemudian motor dipakai belok ke kiri maka pengendara motor bisa kehilangan keseimbangan. Sementara sekarang, bukankah motor-motor keluaran terbaru umumnya sudah tidak bisa lagi dihidupkan mesinnya jika standarnya masih belum dinaikkan.

Standar sendiri adalah alat yang digunakan untuk menyangga kendaraan roda dua, motor atau sepeda, supaya tetap pada posisi berdiri ketika sedang tidak digunakan. Di motor, umumnya ada dua, standar samping dan standar tengah. Yang dimaksudkan di ilustrasi di atas (aslinya adalah postingan akun instagram Dagadu Djokdja) adalah standar samping. Sementara mbaknya yang ada di ilustrasi itu mengira standar yang dimaksudkan adalah ukuran yang dijadikan patokan. Di atas standar berarti kualitas bagus, standar ya sekedar memenuhi syarat alias rata-rata.

Penamaan alat penyangga kendaraan roda dua sebagai standar mungkin merujuk dari kickstand. Kalau di bahasa Jawa, namanya jagang.

Selain alasan di atas, saya ngakak juga karena imajinasi saya tiba-tiba lompat ke permainan bridge. Umumnya di meja yang baru pertama kali mempertemukan kedua pasangan, biasanya antar pasangan tersebut saling menanyakan menggunakan bidding system apa. Obrolan imajinatifnya kira-kira begini:

Muam, eh, Sang cowok: “standar, mbak.”

Cewek lawan yang setirai di meja bridge: “hih, kayak situ good looking aja …”

Hihihi, pas kan percakapan itu bisa dipakai di meja bridge? Cuma kali ini, imajinasi saya saja yang berlebihan. Karena ngomong standar ya hampir semua pemain bridge tahu ‘standard bidding system’ itu seperti apa. Kalaupun ada pertanyaan lanjutan mungkin adalah: lima kartu atau empat kartu. Eh itu pun juga pertanyaan jadul. Apa iya sekarang masih ada pemain bridge yang pakai standar empat kartu?

[kkpp, 01.12.2021]

Diterbitkan oleh tattock

menyukai kata dan perjalanan memperluas cakrawala. lalu sejenak menepi untuk sekedar membingkai hidup yang tak hakiki.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: