Mimpi

Apa jadinya jika tengah malam pikiran penuh dengan tulisan di angan, kata bersahutan, alinea bertautan, ide-ide berkelindan dalam gelap sementara mata harus segera dipejamkan karena besok pagi harus terjaga seharian menyapa jalanan pantai utara Jawa? Baca selengkapnya

In memoriam: Pur Byantara

“Kapan kita main pasangan? Pasti nggak mau ya main sama saya … ,” pertanyaan dari Pak Pur dengan senyum terkekeh khasnya, begitu yang sering ditanyakan kepada saya jika kami bertemu, masih terngiang. Pertanyaan itu biasanya saya iyakan, tapi sudah tak ada lagi yang akan bertanya seperti itu lagi. Beliau sudah berpulang ke Sang Penciptanya, Kamis (8/6), pas di malam ke-14 Ramadan 1438H di RS Haji Surabaya. 

Baca selengkapnya

Kabar dari Liga Bridge Online Indonesia (3)

Liga Bridge Online Indonesia telah melalui minggu pertamanya. Dua hari terakhir masih konsisten mempertandingkan belasan game tiap malam. Total telah tercatat 1344 papan dimainkan.

Jangan khawatir, masih ada ribuan papan lainnya yang akan dimainkan hingga terselesaikannya babak penyisihan. Mampir saja ke www.bridgebase.com untuk menyaksikannya secara langsung. Jika di hari kerja saja ada belasan pertandingan yang dimainkan, apalagi akhir pekan seperti saat ini.

Baca selengkapnya

Liga Bridge Online Indonesia Siap Digelar

Nevertheless, BBO is primarily a labor of love. Our goal is to use BBO as a platform to promote the game of bridge throughout the world.

Demikianlah, atas nama cinta untuk olahraga bridge, Bridge Base Online (BBO) diciptakan. Salah satu tujuannya adalah untuk mempromosikan olahraga bridge itu sendiri ke seluruh penjuru dunia.

Website BBO dimiliki oleh Bridge Base Inc., sebuah perusahaan yang didirikan sejak 1990 oleh Fred Gitelman, pemain bridge kelas dunia, yang me-launching website ini pada 2001. Tahukah Anda, jika Fred Gitelman adalah pelatih bridge pribadi dari Bill Gates? Ya, Bill Gates, si empunya Microsoft, yang pada tahun 2007 juga tercatat memiliki perusahaan Bridge Base Inc. ini bersama-sama dengan Fred Gitelman, Uday Ivatury, Sharon Osberg dan David Smith.

Dengan menggunakan BBO inilah, para pemain bridge di seluruh dunia bisa bertemu. Baca selengkapnya

Memaknai Akhir Pekan

Akhir pekan (weekend) adalah suatu masa yang dinanti oleh banyak orang karena merupakan masa untuk mengistirahatkan diri setelah rutinitas larut dalam pekerjaan selama semingguan. Ada yang berlangsung selama dua hari dan ada pula yang hanya satu hari.

Sepertinya tradisi akhir pekan berakar dari keinginan baik untuk memberikan kesempatan pada para pekerja untuk beristirahat pun untuk beribadah. Henry Ford, pendiri Ford Motor Company, yang juga tokoh industrialis Amerika, pada tahun 1926 memulai kebiasaan akhir pekan ini dengan mematikan pabrik otomotifnya di hari Sabtu dan Minggu. Tiga tahun kemudian, asosiasi pekerja pakaian di Amerika juga menuntut hak untuk libur, dan sejak itu akhir pekan menjadi kebijakan di seantero Amerika dan dunia meski berbeda hari kapan akhir pekannya. Tahukah Anda, ada beberapa negara yang berakhir pekan pada hari Jumat dan Sabtu?

Sungguh, bersyukurlah Anda bila masih sempat mempunyai suatu hari yang disebut dengan akhir pekan. Karena ada sebagian orang yang merasakan tak ada beda antara hari itu dengan lima atau enam hari yang lain. Bagi mereka, semua hari adalah rutinitas yang sama. Bahkan, seandainya tak ada nama hari, pastilah tak ada beda antara hari ini, esok atau lusa. Tiap hari adalah perjuangan untuk kelangsungan hidup.

Bersyukur pulalah Anda, bila Anda termasuk orang yang bisa kapan saja meliburkan diri, orang yang merdeka  untuk menentukan kapan bekerja dan kapan beristirahat tanpa terikat aturan akhir pekan.

Meski demikian, apapun posisi Anda, apakah termasuk sebagai pekerja yang terikat kebijakan akhir pekan, atau orang yang merdeka dalam menentukan waktu bekerja, mengistirahatkan diri dari rutinitas adalah penyegar  jiwa yang memberikan efek peningkatan kinerja di kemudian hari. Banyak kajian akademis yang membuktikan hal tersebut.

Tinggal bagaimana Anda memilih aktivitas di akhir pekan itu serta bagaimana pula Anda memaknainya. Tak ada yang tahu model aktivitas apa yang paling cocok Anda lakukan di akhir pekan selain Anda sendiri.

Ada yang suka berlama-lama di tempat tidur. Ada yang bepergian ke tempat wisata serta bepergian mengunjungi keluarga (atas alasan ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla waktu itu sempat mengusulkan dan menerapkan kebijakan menggeser hari libur nasional menjadi berdekatan dengan masa akhir pekan terdekat, sehingga masa akhir pekan menjadi lebih lama, dikenal sebagai long weekend, sehingga memacu masyarakat untuk bepergian). Ada yang menghabiskannya  dengan melakukan hobby. Ada yang memanfaatkannya untuk aktivitas sosial dengan berkumpul bersama keluarga ataupun komunitasnya.

Memang, banyak pilihan aktivitas di akhir pekan.  Mana yang Anda suka?

***

Jauh sebelum saya mendapatkan sebuah pertanyaan yang menghenyakkan di suatu Sabtu pagi, (baca juga: Celoteh Nuha: Belajar Memilih), saya menyadari bahwa waktu akhir pekan adalah sepenuhnya family day. Hari untuk keluarga.

Karenanya, mohon maaf bila seringkali saya menolak ajakan teman dan kawan untuk berkegiatan di hari Sabtu dan Minggu. Hanya beberapa kegiatan saja yang menjadi pengecualian: (i) bermain tenis bersama kawan kantor, (ii) menghadiri undangan pernikahan dan khitanan, yang biasanya memang dirancang  jatuh pada hari Sabtu dan Minggu, (iii) nonton bareng Liverpool FC bersama kawan-kawan BIGREDS Surabaya, selama jatuhnya jadwal pertandingan bisa dikompromikan dengan jadwal Nuha, (iv) bertanding di kejuaraan bridge, (v) aktivitas tetangga dan keluarga besar.

Jadi, bila ingin mengajak saya untuk  menikmati secangkir kopi atau ber-cangkruk-ria, ngobrol dan berdiskusi ngalor ngidul, saya sepenuhnya terbuka di lima hari yang lain setelah jam kantor hingga (bahkan) subuh menjelang. Pokoknya, asal bukan sewaktu akhir pekan. Hehehe.

(kkpp, 14.10.2010)

 

[agenda] Kejuaraan Bridge Terbuka Tugu Muda Cup 2010

Mempertandingkan kategori paling bergengsi di olahraga bridge, patkawan terbuka, kejuaraan ini diperkirakan akan diikuti oleh beberapa tim-tim terbaik di kawasan Jawa. Apalagi dilangsungkan di Semarang, kota yang mudah diakses dari segala jurusan, dari arah Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya.

Kejuaraan ini akan dilangsungkan di Gedung D, Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Jl. Pemuda 134 Semarang, pada hari Sabtu Minggu , 19-20 Juni 2010, dimana pada hari Sabtu dilangsungkan penyisihan untuk memilih tujuh tim terbaik yang akan bermain di final keesokan harinya bersama satu tim tuan rumah. Sedangkan pada hari Minggunya, selain babak final, juga akan dilangsungkan kejuaraan pasangan.

Sayang, karena sesuatu hal, saya sepertinya tidak bisa bergabung, meski berkeinginan untuk tak melewatkannya.

(kkpp, 15.06.2010)

Celoteh Nuha: Belajar Memilih

IMG_5025Sabtu pagi itu aku baru saja terlelap beberapa saat, Nuha, putri kesayanganku yang belum genap berusia enam tahun membangunkan aku sambil mengajukan pertanyaan.

“Yah, hari ini ayah (bermain) bridge apa tenis?”

Masih setengah sadar, aku menggumam, “hmmm”.

Nuha mengulang pertanyaan yang sama dan kemudian melanjutkan, “Pilih salah satu”.

Sontak aku terbangun. Kalimat yang terakhir yang meluncur dari mulut mungilnya membuatku segera tersadar meski mata terasa pedas. “Kenapa, mbak?” aku membalas bertanya.

“Kalau ayah tenis (biasanya aku bermain tenis di Sabtu pagi), ayah gak boleh bridge karena ngantar aku ke Indomaret setelah balet, tapi kalau ayah bridge, ayah gak boleh tenis karena ngantarnya pagi aja, yah …”

***

Aku terhenyak bukan karena kesulitan memilih jawaban. Tetapi, kalimat yang disampaikan Nuha, pilih salah satu, adalah kalimat yang biasa aku gunakan bila putriku itu mulai merengek-rengek banyak permintaan.

Persis sama. Intonasi serta susunan kata-katanya.

Sengaja aku menggunakan kalimat itu, meski sebenarnya bisa saja memenuhi semua rengekan. Sengaja aku menggunakannya karena bukankah kehidupan ini belum tentu dapat memenuhi semua permintaan kita. Sengaja aku menyampaikan hal itu semata karena ingin mengajari sang buah hati agar belajar untuk memilih. Sengaja mengajarinya sejak dini, bahwa kelak, dia harus memilih, karena tak semua keinginan bisa dilakukan semua secara serempak. Sebagaimana bapak mengajariku selama ini bahwa hidup adalah pilihan-pilihan berkonsekuensi.

Dan kini Nuha menggunakannya dengan cara yang sama. Dengan cara yang tidak disadarinya, Nuha justru mengingatkan aku kembali tentang hidup adalah pilihan-pilihan berkonsekuensi. Sungguh, aku bersyukur dikaruniai mereka-mereka yang (telah dan tengah mencoba) memahami pilihan-pilihan yang telah aku buat selama ini sembari pula aku menengadahkan tangan, memohon agar diberikan kekuatan untuk mampu memilih dan menanggung segala konsekuensi atas pilihan itu.

[kkpp, 18.04.2010]

Kantin dan Bridge

kantin: hari terakhir 23052009Di kantin, kami mengenal bridge.

Di sanalah kami belajar mengeja mengapa ada tigabelas trik yang dicari.

Biar kantin kami (nyaris) mati, bridge telah menjelma di sanubari.

Di kantinbridge ini mari kita berbagi. Bercerita tentang kepahlawanan Spade, atau kisah mengharu-biru Heart, atau tentang Diamond yang senantiasa diburu, serta Club yang selalu diganggu. Boleh juga mendongenglah tentang Notrump yang tak pernah ragu.

Bila punya nyali, boleh juga temui kami di kantin yang (nyaris) mati.

(kkpp, 3 Oktober 2009)

ps. sedikit pembuka untuk website kami yang lebih fokus bertutur tentang bridge. monggo mampir ke http://kantinbridge.wordpress.com.

sedangkan foto di atas adalah hari terakhir kantin its. semoga hanya mati suri. malam sebelumnya kami bermain semalaman hingga subuh menjelang, sebagai persiapan keberangkatan tim ITS ke Kejurnas Gorontalo, saat siang harinya, kami jumpai kantin yang telah kosong dari meja dan kursi, sementara para pedagang tengah mengangkut apa yang bisa dibawa ke tempat penampungan baru.


Parade Peraih Medali Cabor Bridge PON XVII-Kaltim

PON XVII yang berlangsung di Kaltim berakhir sudah. Jawa Timur tampil sebagai juara umum diikuti oleh tuan rumah. Selamat buat seluruh atlet Jawa Timur, seluruh jajaran pengurus cabor, dan tentu saja untuk KONI Jawa Timur!

Sementara itu, untuk cabor bridge yang dilaksanakan di Tarakan, Jawa Timur hanya tampil sebagai penonton setelah gagal pas ajang Pra-PON yang diselenggarakan sebelumnya di Mataram. Bridge memperebutkan 6 medali emas, untuk kategori Pasangan Campuran, Putra, Putri serta Beregu (patkawan) Campuran, Putra dan Putri.

Nyaris tidak ada kejutan yang berarti, selain partai final beregu putra antara Jabar versus Sulut. Babak final ini memainkan 6 segmen yang ditayangkan secara langsung melalui vugraph di situs bridge base online (BB0). Saat penulis bergabung menjadi salah satu kibitzer alias penonton pada waktu itu, babak final itu dicermati oleh hampir 500 orang dari seluruh penjuru dunia yang menyaksikan secara online.

Jabar sempat leading, namun Sulut yang diperkuat salah satu pemain legendaris dunia, Henky Lasut – Eddy Manoppo, menunjukkan kesolidannya. Partai yang cukup menarik. Apalagi banyak penonton dari manca negara yang sengaja menonton kehebatan pasangan Lasut/Manoppo. Sayangnya hampir tak ada media cetak nasional yang memberikan liputan yang cukup berarti.

Berikut adalah parade peraih medali cabor bridge PON XVII-Kaltim (sumber: milis ina-bridge):

1. PASANGAN CAMPURAN

Emas : Conny Sumampouw – Denny Sacul [ DKI ]
Perak : Fera Damayanti – Santje Panelewen [ JATENG ]
Perungu : Syf. Nurhasfiani – Zend Hermond [ KALBAR ]

2. BEREGU CAMPURAN

Emas : DKI JAKARTA
Lusje Bojoh – Robert P Tobing
Conny Sumampouw – Denny J Sacul
J Joice Tueje – Taufik Gautama Asbi

Perak : SULAWESI UTARA
Elvita Lasut – Henky Lasut
Lanny Liem – Bill Mondigir
Mila Angkouw – Tommy Rogi

Perunggu : JAWA TENGAH
Fera Damayanti – Santje Panelewen
Kristina Wahyu – Anthony Soebroto
Suci Amita Dewi – Stefanus Supeno

3. PASANGAN PUTRA

Emas : Henky Lasut – Eddy Manoppo ( SULUT )
Perak : Taufik G Asbi – Robert P Tobing ( DKI )
Perungu : CH Nurhamidin – Bill Mondigir ( SULUT )

4. PASANGAN PUTRI

Emas : Lusje Bojoh – J Joice Tueje ( DKI )
Perak : Irne Korengkeng – C Sumampouw ( DKI )
Perungu : Fera Damayanti – Riantini ( JATENG )

5. BEREGU PUTRI

Emas : DKI
Lusje Bojoh – J Joice Tueje
Conny Sumampouw – Irne Korengkeng
Winda Sumenge – Elita Sofyan

Perak : JAWA TENGAH
Fera Damayanti – Riantini
Suci Amita Dewi – Kristina Wahyu
F Ariyani – R Andhani

Perungu : SULAWESI UTARA
Elvita Lasut – Lanny Liem
Mila Angkouw –Riane Kawet
Nur Nurahma -Lida Au

6. BEREGU PUTRA

Emas : SULAWESI UTARA
Henky Lasut – Eddy Manoppo
Tommy Rogi – Octa Wohon
CH. Nurhamidin – Bill Mondigir

Perak : JAWA BARAT
Priatna – Paulus Sugandi
Ong Keng Hin – Very Pangkerego
Murphy Sumampouw – Vicky Manoppo

Perungu : JAWA TENGAH
M Bambang Hartono – Stefanus Supeno
Santje Panelewen – Franky Karwur
Anthony Soebroto – Kamto

Dengan demikian DKI tampil sebagai juara umum untuk cabor bridge pada PON kali dengan 4 emas dan 2 perak. Sulut di tempat kedua dengan (2-1-2). Jateng (0-2-3). Jabar (0-1-0). Kalbar (0-0-1). Sedangkan: Bali, Banten, Kaltim, Sulsel, Sulteng, dan Sumbar belum berhasil mendapatkan sekeping pun medali.

Selamat buat kawan Lida Austina Aufa, salah satu alumni ITS Bridge Team yang memperoleh medali perunggu  untuk kategori  beregu putri bersama tim Sulawesi Utara.

Selamat buat seluruh pemain dan khususnya untuk penyelenggara yang memungkinkan  cabor bridge dapat dinikmati melalui online sebagai pengganti ketakmauan media cetak nasional memberikan liputan yang cukup berarti bagi salah satu cabang olahraga yang mampu mengerek nama Indonesia di level dunia.

[kkpp, 18.07.08]

Piala Walikota Surabaya Ke-5 2008

Piala Walikota Surabaya ke-5 telah diselenggarakan dengan sukses dan lancar. Bertempat di Gedung Telkom Ketintang Surabaya, kejuaraan yang awalnya hanya mempertandingkan kategori pasangan ini, kali ini diselenggarakan untuk kategori patkawan. Babak penyisihan diselenggarakan pada hari Sabtu, 14 Juni 2008 dengan menghasilkan 7 tim plus 1 tim tuan rumah yang bertanding di final secara round robin.

Kedelapan finalis itu adalah PLT Jakarta, Jateng Putri, Intan Surabaya, Jateng Putra, Djarum Semarang, GBS Flexi Surabaya, WBC Sidoarjo, dan tuan rumah GBS Surabaya. Tampil sebagai juara adalah PLT Jakarta yang diperkuat Denny Sacul, Munawar S, Taufik Asbi, Robert Tobing, WD Karamoy. Tim ini tampil dominan, dengan menyisihkan tim Jateng Putra dan Jateng Putri sebagai peringkat kedua dan ketiga.

Selain partai final, pada hari minggu juga mempertandingkan pasangan dengan sistem swiss pair 6 sesi. Tampil sebagai juara adalah Tri H – Bb Sis (Malang), Kamal Fauzi – Fachrur Rozi (Yogyakarta) dan Anang Fahmi – Suyadi (Surabaya).

Menurut Jhony Girsang, Ketua GBS Surabaya, dengan perubahan format kejuaraan Piala Walikota Surabaya ini maka frekuensi pertandingan berlevel nasional di Jawa Timur bertambah. Selama ini Surabaya hanya mempunyai Kejuaraan Piala Pahlawan sebagai kejuaraan berlevel nasional. Sehingga diharapkan, kualitas pemain bridge di Surabaya pun bisa mengejar ketertinggalannya dari daerah lain.

Harapan panitia pun ternyata tidak bertepuk sebelah tangan. Kualitas pertandingan terjaga dengan kehadiran tim dari Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Kaltim, dan beberapa tim dari beberapa kota di Jawa Timur.

[kkpp, 16.06.08]