WhatsApp Group

“Gimana caranya bikin grup?” tanya seorang kawan di sebuah grup whatsApp.

“Grup apa?” kawan yang lain segera menyambar.

“Mau buatin whatsApp grup buat keluarga,” kata sang penanya.

“Ya kudu rundingan rapat keluarga dulu.”

Saya yang hanya jadi pembaca saat berhenti di lampu lalu lintas berwarna merah jadi terbahak. Ngakak. Baca selengkapnya

#351

Joanne Kathleen Rowling, ibu beranak satu ini sungguh kaya akan ide. Karyanya, Harry Potter dengan segala pernak-perniknya, sudah membuktikan hal itu. Dunia sudah membuktikannya.

Kapan hari saya pernah membahas tentang pensieve (bisa baca di sini), kali ini sebuah peristiwa mengingatkan saya pada bagaimana lukisan dikisahkan di Harry Potter. Dikisahkan dengan indah di buku serta divisualisasikan dengan cermat di filmnya, JK Rowling membuat pernak-pernik bahwa tokoh yang terdapat di lukisan bisa bergerak-gerak dan ia bisa berpindah ke lain frame. Ide yang ajib.

4b740-screen2bshot2b2014-10-262bat2b12-18-262bpm
Lukisan di Harry Potter. Foto dari blog http://www.dimasramadhan.com yang di salah satu postingannya bercerita kunjungannya ke Universal Studios Japan di Osaka tahun 2015 yang lalu. Kisah tentang itu bisa dibaca di sini.

Baca selengkapnya

Dunia (tak) Maya

Ada kosa kata baru yang baru kita akrabi dalam bahasa Indonesia sejak era 90-an: dunia maya, cyberspace, cyberworld, dunia virtual, dan tentu saja: internet. Kosa kata baru tersebut adalah hal-hal yang terkait dengan aktivitas komputer yang kemudian menautkan siapa saja bisa terhubung satu sama lain. Teknologi yang menyebabkan jarak menjadi bukan masalah, pun perputaran informasi menjadi sedemikian cepat. Belakangan, kosa kata baru juga hadir dan dominan: media sosial alias socmed, akronim dari social media.

Baca selengkapnya

Kartu Lebaran

Jaman kecil saya dulu, saya masih teringat dengan ritual penuh sesaknya Kantor Pos Besar Malang yang terletak di dekat alun-alun, jelang hari raya Idul Fitri seperti saat ini. Mulai dari bersesak-sesak memilih kartu lebaran, antri beli prangko, dan membubuhkan tulisan yang senantiasa saya kenang: “Sungkem saking Malang”. Ya, sepucuk kartu lebaran buat Mbah Kakung dan Mbah Putri di Yogyakarta, bilamana pada tahun itu kami tidak berkesempatan sowan ke sana.

Sepenuh hati saat itu saya percaya, Mbah Kakung bakal berbinar menerima sepucuk kartu lebaran dari kami, cucu-cucunya yang ‘mecethat‘ terpisah jarak, dan dengan bangganya memamerkannya ke Mbah Putri.

Baca selengkapnya

Mainan Baru: Rokasuka Dekuta

Salah satu yang membuat saya menyukai menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia adalah kemungkinan menonton film-film Indonesia terpilih. Misalnya saja film Semesta Mendukung yang mengkisahkan seorang anak (diperankan oleh Sayef Muhammad Billah) yang berjuang menjadi juara olimpiade fisika karena salah satu alasan ingin mencari ibunya yang lama tak pulang merantau menjadi TKW. Kisah yang saya tonton saat terbang dari Timika ke Surabaya via Denpasar pertengahan Juni yang lalu. Baca selengkapnya

Dibuang Sayang (5)

Melanjutkan dari serial sebelumnya (baca di sini), tentang sampahan di twitter yang justru tak ingin dibuang.

***

#101 – 01/04/11 | Perjalanan tanpa ujung. Berawal darimu. Melintasimu. Berakhir padamu. Aku melompati batas waktu. @sajak_cinta

#102 – 07/04/11 | HURUF dan KATA. Bukan perkara DNA yang identik jika DAN, juga AND merangkai makna yang sama. @fiksimini

#103 – 08/04/11 | aku yg fakir malu, mencoba menawar kadar rindu, menakarnya dengan kelu. saru! @sajak_cinta

#104 – 11/04/11 | MEMANCING dg KANCING. “Done, boss!” Begitu sms dari salesforce-ku yang baru. Aku cuma kasih petunjuk bagaimana melepas kancing. @fiksimini

#105 – 12/04/11 | TINGGAL KLIK. Klik di sana dan klik di ujung rana. Tanpa notifikasi, dalam hitungan detik buyar semua perjalanan karir. @fiksimini

#106 – 14/04/11 | Tak berdaya. Binar matamu kerlip kemewahan yg tak tergapai. Tp tak apa. Aku punya satu, yg kucopet saat pertama kita bertemu @sajak_cinta

#107 – 17/04/11 | datanglah hujan, datanglah bersama sebuah bayang! gemuruh bunyimu di talang membangunkan sekerjap kenangan @sajak_cinta

#108 – 17/04/11 |  kenangan tinggal bersama senja, asa tinggal bersama fajar. sementara kita larut dalam pusaran semburat jingga keduanya @sajak_cinta

#109 – 20/04/11 | ‎menulislah! dari 140 karakter, kemudian 140 kata, 140 alinea, 140 halaman hingga tak berhingga …

#110 – 22/04/11 | ‎memahami perbedaan hanya dengan mengakrabinya

#111 – 22/04/11 | Bagai sandal, aku mengkhawatirkanmu. Bukan karena hilang sepasang, tapi hilang sebelah. Tak tau hendak diapakan yg tersisa @sajak_cinta

#112 – 22/04/11 | ada gelisah yang menyelinap pada cermin, tentang luka yang tak kupunya: masa lalu. Pyarr! cermin pecah. masa lalu gelisah! @sajak_cinta

#113 – 23/04/11 | inilah cerita tentang air mata, yang mengaburkan suka dengan luka. hingga kau datang menengahinya. @sajak_cinta

#114 – 26/04/11 | Kapalku penuh muatan, pantaimu terlalu dangkal. Berlabuh padamu hanyalah karam sebelum tujuan @sajak_cinta

#115 – 27/04/11 | aku setia pada pagi dg kopi ilusi menemani. aroma hingga denting cangkir menautkanku pada kecupanmu yang tak pernah menemani. @sajak_cinta

#116 – 27/04/11 | mengejamu setiap hendak terlelap. musuh kita ialah waktu yg tak ragu bergerak maju. padahal kecupanmu tertinggal di masa lalu @sajak_cinta

#117 – 30/04/11 | sajak ini kutujukan pada sunyi mata hati yang mati. saat kata menjadi janji basi. saat makna tak lagi berarti. @sajak_cinta

#118 – 01/05/11 | di binarmu aku takluk. layaknya lilin tunduk pada api. sekedip leleh @sajak_cinta

#119 – 03/05/11 |  beribu cara berbapak upaya. takkan yatim piatu aku menggamit relung hatimu terdalam @sajak_cinta

#120 – 04/05/11 | rinduku bagai sekam. mendekam penuh geram @sajak_cinta

#121 – 04/05/11 | di sanalah mimpiku bermuara. saat rindu tak lagi jumawa bersuara @sajak_cinta

#122 – 05/05/11 | jika penguasa tak mencoba menempatkan transportasi publik sebagai pilihan utama, maka macet tak bakal terurai

#123 – 05/05/11 | jika laik, layak, cepat, aman dan terjangkau, maka transportasi publik jadi pilihan sadar bukan karena keterpaksaan

#124 – 06/05/11 | cinta dan airmata, ladang kita berkarya. memberi sedikit warna dunia. @sajak_cinta

#125 – 10/05/11 |  kadang rindu menjemputku tiba-tiba. saat hati tak berkemas malah tak sempat keramas @sajak_cinta

[kkpp, 07.02.2012, bersambung]

Dibuang Sayang (4)

Masih merupakan serial 140 karakter yang terasa sebagai sampah tetapi malah ingin diabadikan. Tentang serial ini, sila mampir ke sini.

***

#76 – 20/02/2011 | Jika ada rindu yang kubagikan, itu adalah sepenuh cinta yang kau kalikan bilangan hari sejak pertama kita bertemu @sajak_cinta

#77 – 21/02/2011 | malam buta. kuaduk lautan butiran pasir di antara debur ombak. kupanggil namamu. ragu. @sajak_cinta

#78 – 21/02/2011 | KRISIS PANGAN. Sawah kering. Laut tak berikan. Tong sampah kosong. Bahkan kuburan pun dicuri. @fiksimini

#79 – 22/02/2011 | MUPENG. Mu pengsan.

#80 – 22/02/2011 |  pada pelepah jelaga jingga, kutitipkan asa janji matahari. tentang cinta yang menyapa pagi. @sajak_cinta

#81 – 22/02/2011 | SUMBANG. “Silahkan bila ada yg hendak menyumbangkan lagu,” kata sang MC. Tak ada hadirin yg maju, semua mengaku suaranya merdu. @fiksimini

#82 – 22/02/2011 |  KERLAP lampu kota mulai menyapa. Seorang gadis di pinggir lampu lalu lintas mengemis. Menanti sumbangan mata untuk KERLIP genit @fiksimini

#83 – 23/02/2011 |  SUPORTER. Tanpa kalian, apa jadinya industri (dan mafia) sepakbola. Bersatulah! Untuk sepakbola Indonesia yang bermartabat.

#84 – 23/02/2011 |  inilah macet yg tak perlu. hanya karena putusnya infrastruktur jalan tol waru gempol beberapa tahun lalu. makilah, siapa yg pantas dimaki!

#85 – 27/02/2011 | merajut malam tak bertepi. menghasut hasrat yang enggan berbaris rapi. @sajak_cinta

#86 – 27/02/2011 | rajam tajam. aku muram tersayat temaram @sajak_cinta

#87 – 27/02/2011 | ‎TAK ADA YANG LEWAT. Saatnya: ikat perut pakai kawat.

#88 – 02/03/2011 | PERDA PROMOTOR. Walikota rupanya suka bilangan prima. Tak lagi ada kendaraan bermotor roda 4, 6, apalagi 12. Motor berjaya. @fiksimini

#89 – 08/03/2011 | OPOSISI. Ooo… posisi. Opo si?

#90 – 08/03/2011 | tak ada lagi bisik serangga malam mengisahkan tabir rahasia cinta. hadirmu, serangga itu beranakpinak di ujung simpul syaraf @sajak_cinta

#91 – 11/03/2011 |  kodok ngorek. ngodok korek. nggondok kere

#92 – 11/03/2011 |  tak bisa membayangkan, seandainyai tsunami itu menerjang negeri ini (lagi). sigapkah kita? siapkah?

#93 – 18/03/2011 |  empat jam. sempat tidak sempat mata harus terpejam.

#94 – 18/03/2011 | DI PEREMPATAN menghitung receh yang di dapat hari ini. Besok ujian. Semoga cukup untuk melunasi tunggakan uang sekolah @fiksimini

#95 – 20/03/2011 |  akulah si kapal hendak karam, berteman dengan jelaga malam. mengenangmu dalam temaram, mengurai perjalanan suram nan muram @sajak_cinta

#96 – 20/03/2011 | datanglah hujan, datanglah kesadaran! buai aku dalam kuyup rinai tanpa kenangan. basah! @sajak_cinta

#97 – 21/03/2011 |  HENING. Tiba-tiba bunyi sepatu menimpali irama sapu. Ah, sekretaris bos sudah datang. Ingin menyapa, apa daya kerjaku menyapu @fiksimini

#98 – 28/03/2011 | hanya kesunyian yang memisahkan kita. saat kenangan merenda senja menjadi butir airmata @sajak_cinta

#99 – 30/03/2011 | jika bekerja adalah melayani, mana yg bakal kau jalani: melayani sesama atau melayani ambisi-ambisi yang tak tertuntaskan?

#100 – 30/03/2011 | ribuan kali bersembunyi di balik topeng, memalingkan duka mempolisikan suka. kau menungguku di tempat tak bisa berkelit: mata @sajak_cinta

(bersambung)

[kkpp, 09.12.2011]

Dibuang Sayang (3)

Sebelum makin terbenam dan makin susah membongkarnya, inilah lanjutan sampahan saya (sebelumnya bisa baca di sini):

#51 – 21/12/10 ‎| HUJAN bulan Desember, mengingatkanku pada kelabu raut Ibuku, saat kutanya dia berkemas. Di luar pria-pria berseragam menunggu. @fiksimini

#52 – 21/12/10 ‎| KEHABISAN STOK WARNA MERAH. Belum pernah kelabu Desember, menjadi merah semeriah-meriahnya. Tahun ini Garuda berjaya. @fiksimini

#53 – 21/12/10 ‎| KANGEN. Aku mengintip bumi, dari jendela stasiun pengamat di bulan. Di sana sepertinya bulan Desember, disini entah bumi Apa @fiksimini

#54 – 21/12/10 ‎| KONGRUEN. Desember ini layaknya desember2 lain yang berlalu. Saat penanggalan tanggal satu demi satu dan mengeja upah: kelu @fiksimini

#55 – 22/12/10 ‎| BUKAN SULAP BUKAN SIHIR. Nyaris saja kado hari #ibu yang paling mengenaskan: kehilangan anak di hari itu!

#56 – 02/01/11 | selalu saja ada, orang yang membikin jalur ketiga, padahal hanya tersedia dua jalur. kreatif atau bebal?

#57 – 08/01/11 | KOMPAK NGAWUR. “Kita harus menjaga kemenangan di babak pertama,” ujar pelatih berapi-api. Di babak kedua, didapatinya 11 kiper @fiksimini

#58 – 08/01/11 | swargo nunut neroko katut. hanya berlaku untuk sopir dan kenek metromini trayek sorga-neraka pp. @fiksimini

#59 – 08/01/11 ‎| JULING. Mata kanan melirik gadis cantik yg lewat, mata kiri mengawasi istri yg bermain mata dengan pria botak di meja sebelah @fiksimini

#60 – 10/01/11 | GAK KENAL. “Lho kita satu kompleks ya? Kok ndak pernah lihat? Tinggal di blok mana sih?” | “Ane di blok-IR” @fiksimini

#61 – 10/01/11 | SMS. Kopi masih mengepul. Tak ada darah dan pecahan cangkir. Sms eksekusi kematian tak pernah sampai di handset sang penembak @fiksimini

#62 – 13/01/11 | SERUAN TUKAR POSISI. “Wahai ayam, kini giliran kalian yang berada di ujung tanduk. Kami bosannnn!” protes para telor. @fiksimini

#63 – 13/01/11 | DIET. Sepotong ayam menatapku tajam dr atas nasi yang mengepul. Melompat, mencacah syaraf laparku. Sejak itu dietku sukses @fiksimini

#64 – 13/01/11 |  DUNIA HITAM. “Jangan aku, mbah dukun. Aku cuma ayam hitam,” katanya memelas dari tudung sesaji, “Mending cari kambing hitam.” @fiksimini

#65 – 16/01/11 | DEMI CINTA. “Susah sekali menuju hatimu. Melalui tujuh angkot, dan menabung tak merokok tujuh hari” @fiksimini

#66 – 16/01/11 | KESIANGAN. Joko Tarub tak berhasil menemukan satu dari tujuh bidadari. Jemuran telah kering. @fiksimini

#67 – 19/01/11 | PAGI menyergap. Memenjarakan kemarin sebagai kenangan. Adakah karya hari ini yang terpenjarakan esok pagi?

#68 – 19/01/11 | Sisa hujan masih membekas. Gelap. Lengang. Sisa tangis sekilas. Getas. Bimbang.

#69 – 27/01/11 | KoruPSSI … konon berawal dari hidup dari apa yang diinginkan, bukan dari apa yang diperlukan

#70 – 28/01/11 | CIRCLECrop reda. Petani tua tertangkap Densus 69. Didapati ani-ani yg masih berbau padi basah. “Ini kan cara baru memanen” @fiksimini

#71 – 28/01/11 | SENYAP. Lidah-lidah kelu berjejalan dlm stoples. Masih ada stoples kosong, disiapkan bagi jempol-jempol yg nekat berkontroversi @fiksimini

#72 – 04/02/11 |  MALAM PERTAMA JADI MALAM TERAKHIR. Sang lelaki menyesal. Mengapa prosesi membuka dompet utk wanita di sebelahnya, tetap terjadi @fiksimini

#73 – 07/02/11 | mojok ndhemphil di pojokan pulau jawa. membayangkan jadi pelarian majapahit yg diuber-uber fpi…

#74 – 08/02/11 | GONG kosong prihatin bunyinya.

#75 – 19/02/11 | kutuk aku jadi remah dalam rindumu. rutuk aku jadi lebah bagi madumu @sajak_cinta

***

Jangan ragu menimpali, meninggalkan komen bukan pamali. Yuk, mari … (bersambung)

[kkpp, 21.07.2011]

Dialog Ala Dunia Kicau: GM vs ST

Salah satu fasilitas di twitter adalah ‘mention’. Fasilitas ini biasanya digunakan agar si empunya akun memberikan atensi dan biasanya pula lantas menimpalinya. Bayangkan, apa yang terjadi jika fasilitas itu digunakan secara resiprok? Benar! Sebuah dialog yang bisa diikuti oleh para follower masing-masing. Sebenarnya bisa saja dialog itu dilakukan keduanya melalui jalur privat karena twitter menyediakan fasilitas direct message alias DM.

Siang menjelang petang itu (15/7), dua seleb twitter yang kebetulan keduanya saya ‘follow’, saling me-mention. Jadilah, dialog itu muncul di-timeline saya. Yaitu antara Goenawan Mohamad (selanjutnya disebut GM) a.k.a @gm_gm dan Sudjiwo Tedjo (selanjutnya disebut ST) a.k.a Don Tejo Corleoncuk a.k.a @sudjiwotedjo.

Sebagaimana definisi seleb twitter, dialog itu juga diikuti oleh puluhan ribu follower masing-masing.

Atas permintaan kawan, saya mencoba mengkompilasinya. Agak sulit, karena kompilasi itu dilakukan empat jam setelahnya. Sambil ditemani album barunya KLa Project yang saya putar berulang-ulang, susunan dialog itu adalah sebagaimana di bawah. Mungkin ada yang terlewat, semata karena ketidaktelitian saya memilah tweet yang bersliweran, karena keduanya juga menimpali beberapa follower yang ikut nimbrung pada saat dialog masih berlangsung.

Selamat menikmati, semoga bermanfaat untuk Indonesia yang lebih baik.

***

Diawali oleh GM (sepertinya ada yang terlewat, bisa saja lewat DM atau reply, saya tak tahu, karena sebelum tweet itu, GM tengah membahas film impor sementara ST membahas sebutan baru untuk PD sebagai ‘bokap’)

GM

GM: @sudjiwotedjo Pers mendukung demokrasi bukan krn butuh banyak iklan. Wartawan2 Indonesia berani dipenjara utk kebebasan bersuara.

GM: @sudjiwotedjo: mengatakan bhw demokrasi itu “bullshit” itu memanfaatkan demokrasi.

ST: Heuheu tp di monarki konstitusional jg bs gitu RT  @gm_gm:  @sudjiwotedjo: mengatakan bhw demokrasi itu “bullshit” itu memanfaatkan demokrasi.

GM: @sudjiwotedjo Monarki konstitusionil itu sistem politik yg demokratis: Inggris, negeri2 Skandinavia, Benelux, Jepang.

ST: Mas @gm_gm makanya yg saya cari adalah gabungan demokrasi ma apa gitu…Kekuatan monarki,begitu lahir..calon raja ud kaya raya..

GM: Yang tak suka demokrasi dan pers bebas, silakan hidup di Korea Utara atau Arab Saudi.

ST

ST: Mas @gm_gm kelemahan demokrasi kebenaran/kekuasaan diukur dari banyaknya org..makin banyak makin bener..ini yg aku gak sreg..

ST: Mas @gm_gm kelemahan lain demokrasi..asumsi manusia sama..aku gak sreg..faktanya manusia gak sama..

 

GM: @Toondy @sudjiwotedjo Asumsi demokrasi bukan manusia sama. (justru perbedaan dihormati)tapi manusia hrs diperlakukan setara

 

ST: Mas @gm_gm faktanya, manusia ada yg cm mikirin diri dan keluarganya (kesadaran sudra dan paria), ada yg mikirin kelompoknya (weisya) dst dst

ST: Nah di dlam demokrasi, mas @gm_gm , org berkesadaran sudra jg bisa jadi pejabat publik, anggota DPR dll..itu aja ganjelanku 10 tahun trakhir

GM: @sudjiwotedjo Demokrasi bisa salah pilih pemimpin, sebab itu dlm demokrasi pemimpin dibatasi perilakunya dan masa kekuasaannya.

GM: Mayoritas bisa menindas minoritas, tapi demokrasi menjaga kelanjutan politiknya dgn memungkinkan minoritas bisa dilindungi dan berjuang.

ST: Mas @gm_gm justru di situlah..org berkesadaran Sudra (cuma mikir diri sendiri) masa’ suaranya diperlakukan sama dgn Ksatria (mikir negara)

GM: @sudjiwotedjo Bagaimana mengukur dan menentukan siapa yg berkesadaran “sudra”? Dan siapa yg berhak menentukan?

ST: Mas @gm_gm saya pernah usul agar guru2 besar psikologi bikin fit and proper test sedemikian..sehingga org2 berkesadaran sudra/paria failed

GM: @sudjiwotedjo (1) ilmu psikologi itu terbatas jangkauannya. (2) dan siapa nanti yg berhak memilih pakar2 itu, supaya tak dimanipulasi?

ST: Mas @gm_gm minimal yg bisa lolos untuk bertarung kampanye jadi pejabat publik adalah org2 berkesadaran minimal weisya (memikirkan kelompok)

ST: Heuheu dialogku ma mas @gm_gm diberkati Tuhan..terbukti muncul avatar2 cantik2 nimbrung..Matur nuwun Gustiallah cc @candramalik @nananghape

GM: @sudjiwotedjo Alhamdulillah!

GM: @sudjiwotedjo Mari rayakan avatar yg cantik dan tak cantik. Pokoknya dialog kita kayaknya asyik ya?

ST: Iyo Mas..ayuu ayuu juancuk Tuhan asyiik RT @gm_gm@sudjiwotedjo Mari rayakan avatar yg cantik dan tak cantik. dialog kita kyknya asyik ya?

GM: Kita kecewa dgn keadaan kini. Tapi hanya bbrp tahun y.l., ribuan orang dibunuh dan dibuang, pers dibungkem.Tanpa demokrasi.

ST: Btw Mas @gm_gm aku yakin kelak psikologi akan bisa ngecek sudra/tidaknya org..klo tidak gak mungkin Hindu pernah ada

GM: @sudjiwotedjo Dlm sistem kasta macam di India, penindasan atas kaum sudra dan paria diberi dalil agama, dan mengerikan.

ST: Mas @gm_gm itu setlah sudra dll berkembang sebagai kasta sosial/strata..bukan orisinalnya sebagai kelas2 kesadaran batin

GM: @sudjiwotedjo Mungkin ada bermacam-macam Hindu, sbg(mana.red) juga Kristen, Islam dan Yahudi. Yg saya lihat di India, sistem kasta itu menindas.

ST: Mas @gm_gm dgn penghayatan Hindu Ortodoks itulah saya menjiwai teori Darwin..evolusi tak bareng di suatu masa..tp terus berlaku individually

ST: Mas @gm_gm dlm Hindu ortodok, Sudra yg mencuri ayam mungkin gak dihukum…krn dianggap blm manusia..tp ksatriya nyuri ayam dihukum berat

ST: Mas @gm_gm ,di dalam imaji saya manusia itu kalau minimal ud berkesadaran Ksatria (mikirin banyak org/bangsa)..Makaten..Nuwun

ST: Mas @gm_gm bisa jd saya belum manusia,tp sedang berevolusi jd manusia..Di depan Bang Ruhut Sitompul sy bilang mungkin dia jg blm manusia

GM: @sudjiwotedjo Saya juga belum juga selesai jadi manusia. Padahal sebentar lagi jadi bekas manusia.

ST: #Jancukers asu kabeh heuheuheu…dialog aku ma Mas @gm_gm bukan soal menang2an…tp soal andum basuki…

GM: @de_daunan @sudjiwotedjo Tedjo dan saya sedang tukar pikiran. Bukan bersaing.

GM: Tak ada sistem yg sempurna di dunia. Yg terbaik adalah sistem yg selalu bisa diperbaiki, secara teratur, progresif, dan tanpa kekerasan.

GM: Setelah kekecewaan di mana-mana, disadari demokrasi itu sebuah ideal yg tak 100 % terpenuhi — tapi layak utk selalu digayuh, diupayakan..

GM: Semangat demokrasi adalah menghilangkan tiap bentuk penindasan. Ini perjuangan yg tak boleh berhenti, dlm sistem manapun.

GM: @andriantolui Kita tak boleh berasumsi bhw yg berkuasa akan jujur; demokrasi lahir dari sikap tak percaya bahwa ada pemimpin sempurna..

GM: @gasnar @sudjiwotedjo Benar. Dengan ongkos politik yg mahal, kondisi sekarang memungkinkan oligarki: yg kaya yg bisa berkuasa.

GM: @kadeksasta @sudjiwotedjo Dlm ajaran mulia, ‘varna’ tak akan melaihirkan penindasan. Tapi dlm praktek di India, yg mulia itu dilupakan.

GM: @de_daunan @faisalbasri @sudjiwotedjo Alasan menunda demokrasi seperti itu sama dgn alasan pemerintah kolonial menunda kemerdekaan!

GM: Demokrasi kini masih banyak cacat. Tapi kita punya modal utk mengubah keadaan: kebebasan bersuara dan berpolitik.

GM: @koko_indonesia @sudjiwotedjo Setuju. Perlakuan thd kasta sudra dan paria di Bali jauh beda dari di India.

(itulah tweet terakhir yang saling me-mention. Layaknya warung kopi, keduanya kembali ke kesibukan bahasan tweet masing-masing dan saling tidak terkorelasikan. Sependek ingatan saya, inilah dialog paling lama yang pernah saya ikuti di twitter)

[kkpp, 15.07.2011]