Ndelok boyo nang pinggir kali

Suroboyo budal tret-tet-tet nang Bali

img_1347

Seperti mudik. Begitulah metafora yang dipilih Dimas Pridinaryana Putra atau yang biasa dipanggil Cakdim (@cakdim), Presiden BIGREDS Indonesia’s Official Liverpool FC Supporters Club (BIGREDS IOLSC) saat memberikan pengantar di pembukaan Gathering Nasional BIGREDS 2016 di Harris Kuta Galeria Bali (29/4) dengan menyelipkan ketakjubannya bagaimana para peserta berdatangan di Bali, akhir April 2016 ini.

Cakdim menggambarkan bagaimana kehebohan para member yang berupaya hadir di perhelatan Gathering Nasional yang kali ini diselenggarakan di Bali, setelah sebelumnya keriangan pernah dibuat di Yogyakarta (2008), dan Semarang (2012).

Ada member yang datang dari jauh dengan pesawat. Tidak saja hanya direct flight, tetapi ada yang harus beberapa kali persinggahan. (Bahkan kemudian saya baru tahu belakangan, ada yang terlambat datang ke venue karena delay 12 jam di Bandara Juanda sebelum sampai di Denpasar). Ada yang pakai bus secara berombongan. Ada yang pakai kendaraan umum secara estafet. Ada yang pakai kendaraan pribadi, bahkan ada yang pakai kendaraan roda dua. Mungkin yang belum ada adalah yang datang ke gathernas pakai bajaj.

Fenomena berdatangannya para member dari berbagai regional itu mirip fenomena mudik -fenomena yang hanya ditemui sebagai tradisi keindonesiaan, tradisi yang melekat kepada siapapun yang merasa perlu untuk melakukan perjalanan (lahir dan juga batin) untuk mendekatkan diri dan mengakrabkan kembali dengan saudara, sanak dan kerabat setelah terpisahkan ruang karena kesibukan keseharian.

Bagi mereka yang terikat dengan tradisi kekeluargaan untuk mudik, seberapapun sulitnya, mereka akan selalu berusaha mengupayakan dan merencanakannya. Ada yang full mulai pembukaan hingga penutupan, ada yang mampir di sela kesibukan. Kalaupun ternyata pada akhirnya tak bisa bermudik-ria, toh yang ada hanyalah sebuah pemakluman bahwa mereka yang tak datang pada mudik kali ini hanya karena masih ada aral yang merintang.

Begitulah, metafora itu terasa benar buat saya pribadi. Bagi saya Bali memang selalu menyenangkan untuk dikunjungi. Bukan hanya saya, tapi buat yang lain juga, Bali adalah magnet yang menarik jutaan wisatawan untuk mendatanginya. Banyak spot, banyak sudut yang mesti dijajaki.

Tapi kali ini bagi saya Bali hanyalah sebuah muara mudik keluarga BIGREDS. Lama hanya bekabar melalui media sosial, saatnya untuk bertemu muka, bertukar senyum, tawa dan pelukan, yang ditunggu sebagai oase tersendiri. Itu tentang saudara lama, belum lagi bakal banyak saudara baru yang akan dipertautkan. Saya sih tak peduli nanti paket wisatanya dan photo-session-nya dimana, hanya satu yang saya inginkan: kumpul lagi dengan saudara yang lama tak bertemu serta menambah saudara baru. Itu saja.

Manyama braya.

***

Di antara moda keberangkatan, kali saya memilih untuk ikut tret-tet-tet, yaitu bareng rombongan yang dikoordinir BIGREDS Regional Surabaya. Pakai bus kapasitas 30 penumpang, yang tak terisi penuh. Tikumnya persis sama dengan tret-tet-tet 2013 ke GBK Senayan (bisa baca di sini).

0001

Berangkat tepat seperti yang direncanakan (wow! ini keren, tak ada lagi jam karet), sampai di rest area Hotel Utama Raya Paiton, pas sebelum kick off semifinal UEFA Europa League yang mempertemukan Villarreal vs Liverpool FC. Jadilah kami numpang nobar di sana. Sayang, gawang Mignolet kebobolan di masa injury time. Kalah 0-1 tepat sesaat sebelum subuh.

Usai subuhan kami melanjutkan perjalanan. Malang tak dapat ditolak, ada kejadian truk mogok di dua sisi jalur yang membelah hutan Baluran. Kami berhenti di sana dan jadinya baru sampai di lokasi sarapan di Bali menjelang jumatan.

Istirahat, makan, mandi dan jumatan di masjid jami’ tak jauh dari rumah makan di Negara. Usai jumatan langsung melanjutkan perjalanan, sedikit tersendat, baru sampai di venue pas sesaat sebelum pembukaan. Sepi di luar, hangat sambutan di dalam: senyum, tawa pelukan keluarga, foto-foto, selfie, wefie berserak dimana-mana!

Menyenangkan. Menyehatkan.

***

Keriaan demi keriaan berlangsung sepanjang acara. Pembukaan, makan malam, acara cerdas cermat, launching #TeamTOGE, kedatangan #kontingenHelloKitty setelah 28 jam di perjalanan, obrolan poolside dan pool party, sarapan, bazar merchandise, gak kebagian ukuran kaos, jalan ke GWK, photo session, pantai Pandawa, krisna, dan kembali ke hotel untuk malam penutupan.

(Note: Foto-foto di sepanjang acara, akan di-posting terpisah, karena keriaannya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata)

Malam penutupan. It’s a night to remember.

***

Minggu pagi adalah sarapan terakhir sebelum edisi perpisahan. Sebagian tas sudah dipacking, sebagian yang lain masih melanjutkan acara di Bali.

img_1799
Apresiasi dan angkat topi setinggi-tingginya untuk panitia, BIGREDS Regional Bali sang tuan rumah yang baik atas segala jerih payahnya, serta pengurus pusat yang sudah menjadikan Gathering Nasional 2016 ini sebagai salah satu milestone.

***

Stasiun Gubeng, Senin dinihari. Titik awal sekaligus titik akhir untuk 78 jam yang tak terlupakan.


Kepulangan setelah mampir nobar di Banyuwangi. Meski diapit dua nobar di perjalanan, dengan dua kekalahan, tetap saja menjadikan tret-tet-tet ini adalah momen besar untuk keluarga besar.

Oia, titipan dari #teamTOGE: we can’t spell TOGETHER without TOGE. (Ada yang mau bikin edisi banner atau kaosnya?)

Aniwei, kapan kita gathnas lagi? Kemana kita akan mudik nanti?

[kkpp, 03.05.2016]

catatan: tulisan ini juga dimuat di situs resmi BIGREDS (bisa dibaca di sini)

2 pemikiran pada “Tret-tet-tet: Gathering Nasional BIGREDS 2016

  1. tulisan yg menarik cak…
    ini pengalaman pertamaku ikutan gathnas bigreds dan langsung jadi panitia…
    memang benar fenomena gathnas ini mirip fenomena mudik, dimana kita bisa bertemu dan berkumpul lagi dgn saudara² kita, selain itu kita jg bisa mendapatkan kenalan saudara² baru lagi…
    semoga kita semua bisa berkumpul lagi di gathnas bigreds selanjutnya ya cak…

    TOGE IS WONDERFUL!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s