Tutup

Car Free Day dan Media Sosial

Apa yang menyamakan antara Car Free Day (CFD) dan medial sosial?

Yang satu di jalanan, yang satu di dunia maya. Keduanya menautkan publik untuk saling berinteraksi. Awalnya, CFD adalah sebuah ide untuk mengistirahatkan sebuah kota dari polusi kendaraan bermotor, barang dua-tiga jam, asal bisa mendapatkan udara segar sebagai balasannya. Sedangkan media sosial awalnya digunakan untuk saling menemukan teman, kawan, sahabat dan saudara yang terpisah hingga akhirnya menjadi media saling berbagi kabar. Senang ataupun susah dibagi bersama-sama. Rekatnya persahabatan dan persaudaraan didapatkan sebagai balasan mereka yang bermedia sosial.

Tapi begitulah. Ide awal bisa bergeser dari niatannya. Baca Selengkapnya

Teruslah Kritis, Mahasiswa Indonesia!

Linimasa yang saya ikuti tetiba ramai dengan kartu kuning, padahal tak ada kejadian kartu kuning di pertandingan sepakbola sesungguhnya belakangan ini yang pantas diperbincangkan sedemikian hebohnya. Usut punya usut, rupanya, kemarin (2/2) ada kejadian Presiden BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Universitas Indonesia memberikan kartu kuning kepada Presiden Republik Indonesia. Hal biasa saja tetapi kemudian ramai sedemikian rupa dengan segala bumbu apa saja dari segala penjuru.

Apa yang aneh dengan mahasiswa mendemo Presiden Indonesia?

Di salah satu grup whatsapp kemudian saya ikutan nimbrung begini: Baca Selengkapnya

Iklan Colongan

Judul postingan kali ini terinspirasi dari curcol. Curhat colongan. Lah, singkatan dalam singkatan. Bukankah curhat-nya sendiri juga singkatan dari curahan hati. Menurut Amin Aulawi via inovasee.com (bisa baca di sini), curcol adalah kata dan juga istilah tahun 90-an. Amin mengkelompokkan curcol sebagaimana EGP, ember, koit, hebring, gundah gulana serta ngocol.

Hihihi, masak sih gak ada yang tahu dari kata-kata dan istilah-istilah tersebut?

Nah, menariknya, di tulisan Amin Aulawi tersebut, pas penjelasan tentang curcol menggunakan foto ilustrasi adegan dari Cinta bersama genk-nya di AADC-1. Duh kan, malah jadi curcol sendiri. Hihihi. Baca Selengkapnya

Switching Voters

Di dunia marketing, sudah lama mengenal konsep switching customers. Konsep ini gampangannya adalah pelanggan yang berpindah ke penyedia jasa/barang kompetitor karena sesuatu hal. Biasanya karena hal-hal yang berkenaan dengan perang harga atau bisa juga karena kualitas jasa layanan, yang sebelumnya menurun, atau yang kompetitor terlihat lebih baik.

Lumrah. Karena sudah menjadi hukum alam, customer senantiasa akan mencari barang dan atau jasa yang lebih baik dengan harga serendah-rendahnya. Baca Selengkapnya

Terpenjara Sudut Pandang

Kemarin pagi (21/9), lima menit selepas jam kantor dimulai, sebuah foto mampir di handphone saya via sebuah grup whatsapp.


Dilanjutkan dengan sebuah komen provokatif, “Lumayan dibantu Satpol PP, rugi kalau cuti.”

Ada juga yang komen, “Hehehee ya begitulah petahana… #mulaimelanggar.”

Bagaimana menurut Anda pembaca budiman? Apa yang Anda persepsikan dari foto itu di sebuah pagi dimana malam sebelumnya pasangan Cagub-Cawagub Ahok-Djarot dideklarasikan oleh Sekjen DPP PDIP? Baca Selengkapnya

Sadiq Khan

Jika ia, Sadiq Khan, dilahirkan di sini, mungkin namanya dituliskan Sodiq – Shodik – Sodik atau Sodikin. Ya, mungkin sebagaimana nama cak Sodik, teman melekan dulu di kantin ITS. Tapi Sadiq Khan dilahirkan di London. Bisa jadi lafalnya sama, entah juga sih ya, tapi tulisannya: Sadiq. Ayahnya sorang sopir bus, pendatang dari Pakistan dan, -siapa sangka- perjalanan waktu mengantarkannya menjadi Walikota London yang dilantik hari ini (7/5).

Baca Selengkapnya

Ya, Saya telah Memilih

Maaf ya sedulur, maaf ya temen-temen, jika dalam beberapa hari mendatang mendapati picpro dan avatar saya di fesbuk, twitter, whatsapp sudah saya ganti dengan picpro terbaru. Picpro yang saya generate khusus untuk menunjukkan keberpihakan saya pada pilpres 2014 kali ini, tepat 30 hari jelang hari-h. Baca Selengkapnya

Agatha Retnosari: Politik Jalan Sunyi

Seumur-umur nge-blog, belum sekalipun saya membuat postingan yang bersifat wawancara. Baru kepikiran sekarang.Itu pun bukan wawancara bertemu empat mata, melainkan wawancara dengan memanfaatkan fasilitas chatting via WhatsApp. Meskipun secara teknis mudah, yang agak sulit adalah menyesuaikan waktu karena bagi saya wawancara sebaiknya sejak awal telah dikondisikan pada suatu waktu yang diperjanjikan dan subyek wawancara sudah memahami bahwa chatting tersebut akan saya publish di blog ini.

Untuk wawancara yang pertama ini, adalah seorang kawan, Agatha Eka Puspita Retnosari, nama lengkapnya. Iik, begitu kami biasa memangilnya, dan ia menuliskan namanya sebagai calon legislatif DPRD Jatim, daerah pemilihan (dapil) Surabaya-Sidoarjo, dari Partai PDI Perjuangan (PDIP) nomer urut 3, dengan menggunakan nama yang lebih singkat: Agatha Retnosari. Baca Selengkapnya

Serigala

Bagaimana kita mendengar pertamakali tentang serigala? Dari ensiklopedia atau dari kisah dongeng?

Yang kedua sepertinya yang paling banyak. Untuk mendapatinya satu persatu tentang berbagai kisah itu, ada yang sudah bersusah payah mengumpulkan di sebuah laman. Sila mampir ke sini untuk tahu lebih dalam.

sweeperDari kisah dongeng itu, bagaimana kemudian kita mempersepsikan si serigala? Baca Selengkapnya

%d blogger menyukai ini: