Putus dan Patah

Baru akhir November kemarin senar raket saya putus. Gampang sih, tinggal nyenarin lagi di toko olahraga langganan. Tapi nasib, jika raket yang baru ganti senar itu kemudian malah patah hanya beberapa kali pakai. Senarnya sih masih awet, frame raketnya yang patah. Seperti kata pepatah yang dijadikan judul lagu oleh Banda Neira, grup duo Ananda Badudu […]

Baca lebih lanjut

#1806

Hari pertama bulan November 2017. “Nang ndi, Tok?” … suara di seberang hp menyergapku siang itu. “Surabaya, Pak.” “Golek tiket gawe sesuk!“ “Bukannya janjiannya baru Desember, Pak?” “Penting iki, mendesak.” Sepertinya saya tak punya pilihan lain. Segera memesan tiket dan hanya berbekal satu koper kabin dan tas kerja, jadilah saya mengawali berkantor dan tinggal di […]

Baca lebih lanjut

#1503

It must have been love, but it’s over nowIt must have been good, but I lost it somehowIt must have been love, but it’s over now From the moment we touched, till the time had run out ~Roxette [kkpp, 11.12.2019] Note: RIP Marie Fredriksson. 1958-2019.

Baca lebih lanjut

#1048

Aku ingin melipat senja, seperti Sapardi melipat jarak untuk memproklamasikan bahwa Jakarta itu adalah cinta yang tak hapus oleh hujan pun tak lekang oleh panas, sekaligus menandaskan bahwa Jakarta itu kasih sayang. Nyatanya, Jakarta itu senyap. Meski begitu, Sapardi benar: Jakarta dengan diammu adalah ruang lapang seluas angan-anganku. Bagaimana tidak? Dimana-mana kutemukan bayangmu.

Baca lebih lanjut

#1000

takkan pernah berhenti untuk selalu percaya walau harus menunggu seribu tahun lamanya biarkanlah terjadi wajar apa adanya walau harus menunggu seribu tahun lamanya Flash back ke awal penulisan tagar angka (bisa baca di sini), rasanya postingan #1000 inilah yang sudah melekat di kepala meski bukan dalam bentuk draft sebagaimana kebiasaan menyimpan postingan untuk blog ini. […]

Baca lebih lanjut