#848

Vivid Devianti, seorang kawan baik yang kini telah bertansformasi menjadi hipnoterapis yang laris dengan jadwal yang padat serta penulis buku “Single Parent: Move On, Bangkit dari Perceraian”, menuliskan ulang postingan sahabat baiknya, di laman facebook-nya (21/2). Saya pikir tulisan itu adalah tulisan yang baik, sayang jika tidak di-blog-kan. Tulisan tentang relasi cinta dan pernikahan, topik yang hingga detik ini saya masih mempercayai, bahwa tiap orang berhak mendefinisikan cinta sesuai definisi masing-masing.

Atas seijinnya, tulisan itu saya posting di sini dengan mengedit seperlunya.

***

Continue reading →

#777

Langit Jakarta cerah pagi ini. Kemarin-kemarin dominan kelabu.

Apa beda langit biru dan langit kelabu jika kehidupan adalah ritme ketukan semacam standard operating procedures yang mesti ditaati layaknya ritual penuh mekanisme. Mungkin karenanya senandung tak harus merdu dan doa adalah hiburan terakhir saat tanya tak perlu jawaban.

Ada benarnya seorang kawan. Dalam sebuah postingan di blog-nya, ia menulis begini:

Continue reading →

#663

Buatmu;

Selamat!
Selamat menempuh jalan menuju kesempurnaanNya
memenuhi panggilanNya
Semoga mabrur

Buatku;

tanggal sudah semua kesempurnaan
berserak seperti daun renta tak kunjung dicikrak
menunggu hari
sembari mengais receh demi receh
sembari memungut remah demi remah

[kkpp, 23.08.2017]

#640

Bahasa Inggris. Delapan huruf. Tiga kata. Bagian dari judul lagu yang cukup populer. Dikarang oleh Albert Hammond dan Carole Bayer Sager tetapi banyak versi yang dinyanyikan penyanyi-penyanyi kondang macam Celine Dion, Luther Vandross, Rod Steward, Barry Manilow, Cliff Richard, Clay Aiken serta Julio Iglesias.

Cukup menutup mata katanya. Mendatar atau menurun sama saja. Delapan huruf kosong.

[kkpp, 31.07.2017]