Sebut saja begitu. Pecel Undaan. Aslinya sih kami tidak tahu namanya. Dalam perjalanan BikeReds di international break kali ini (14/11), tiba-tiba saja kami bersepakat mampir meski sudah terlewat beberapa puluh meter.

Bumbunya enak. Meski ibu penjual mengingatkan ke pembeli kalau bumbunya itu pedas. Sayang sayurnya terbatas. Hanya toge yang berlimpah.

Tetapi pilihan lainnya cukup banyak: lodeh dan sambel tumpang selain telor bali dan macam-macam lauk yang bisa dipilih untuk menemani.

Satu porsi terlihat banyak. Karena di pecel undaan ini tidak menggunakan piring tetapi nampan! Di atas nampan barulah dialasi kertas plastik. Andai diganti daun pisang, rasanya bakal lebih eksotis lagi.

Pengunjungnya cukup ramai. Kami harus mengantri beberapa saat. Ada yang makan di tempat dan ada pula yang bungkus dibawa pulang. Kami? Makan di tempat lah …

Sebelum (foto: @it0k)
Sesudah (foto: @it0k)

Licin, tandas, kami kompak tak menyisakan menu pilihan kami. Waktu bayar, rata-rata dua lembar sepuluh ribuan masih ada kembalian meski itu termasuk minum yang tidak gratisan. Mampirlah, cuma saya lupa nanya apakah mereka buka di hari biasa. Kalaupun buka, rasanya di jam kerja mereka harus bubar karena toko ban harus ganti menanti pelanggan.

BikeReds Scouseroboyo – mancal seperlunya, foto-foto jangan lupa, mampir kulineran ke mana suka. YNWA!

[kkpp, 14.11.2021]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s