Kepingan Koratkarit Paling Pojok

"musuh kita adalah waktu yang tak ragu bergerak maju, dan senyummu itu, tertinggal di masa lalu"

Puisi

  • Pada Tiap Esok Pagimu

    Bolehkah aku jatuh cinta sekali lagi? Tanyaku padamu tanpa kata. Berharap binarmu tangkas menangkap sinyal radar yang kutitipkan gelap malam. Read more

  • Tamak (sebelum) Tamat

    dulu katanya cukup dengan menjual martabak nyatanya tak cukup. lalu, gadaikan saja martabat lupa, kacang pada kulit demi kuasa yang tamak selintas, kawan jadi lawan, lawan jadi sahabat apa itu norma, apa itu etika, mengerat apa itu balak demi dahaga, puaskan saja! reguk sebelum kelak kisahmu tamat [kkpp, 10.11.2023] Read more

  • Menanma Titi

    Kita,hanya menunggu senjasaat gelap mendekapmembuai damai terlelap Hai,adakah kau di sanamenyapaku dalam doa yang tercekat? [kkpp, 27.04.2023] Read more

  • Tamat

    sepakbola indonesia lo gue n. [kkpp, 09.12.2022] Read more

  • #490

    mestinya aku tak di sini. kabur dari antrian kata bertumpukan berjejalan. buron dari deretan angka ritmis aritmetis. beban antrian dan deretan tak lagi diindahkan. Read more

  • Semoga Nurani Belum Mati

    sedang ramai kisah sadap menyadap bukan kisah pohon karet bukan pula kisah pohon dadap kuping menguping bukan sembarang kuping karet bisik-bisik jadi berisik malah penuh ratap Read more

  • Pandora

    terjaga di batas waktu pilih satu: malam renta atau pagi piatu pilih saja! (sebab) tak lagi bisa menawar untuk menjadikan malam renta kembali remaja dan pagi piatu kembali beribu. Read more

  • Sembilu

    kaku membeku aku membiru Read more

  • Jingga

    Cinta dan percaya. Keduanya adalah senyawa jingga pada senja. Berpaling satu di antaranya, jingga ditelan malam gulita. [kkpp, 26.04.2015] Read more

  • Cahaya, Senja dan Malam

    dan senja, adalah saat cahaya menitipkan luka dan pesona pada langit tak berbatas sebagaimana harapan yang tak terbatas Read more

  • Berita Kematian

    Seberapa sering berita tentang kematian datang kepada kita? Ia adalah kewajaran. Ia juga sebuah kepastian. Kadang mengagetkan. Kadang justru malah membawa kisah mengagumkan. Kelak, jika sudah tiba waktuku, akan datang juga padamu. Berita kematianku. Akankah berita itu adalah berita yang mengagetkan atau justru berita yang selama ini kamu harapkan? Akankah berita itu adalah berita yang Read more

  • Labirin Kelabu

    * satu * perempuan berpayung langit kelabu berdiri di ujung labirin di antara remah hujan malu-malu dengan menyembunyikan sedu, dititipkannya pesan kepada sang hujan please … pergilah … . pergilah, sampai dirimu mampu meluruskan (apa) yang menyilang, meluaskan (apa) yang sempit dan mengurai (apa) yang tersimpul” Read more

  • Maaf ya sedulur, maaf ya temen-temen, jika dalam beberapa hari mendatang mendapati picpro dan avatar saya di fesbuk, twitter, whatsapp sudah saya ganti dengan picpro terbaru. Picpro yang saya generate khusus untuk menunjukkan keberpihakan saya pada pilpres 2014 kali ini, tepat 30 hari jelang hari-h. Read more

  • Jejak Tak Bertuan

    Aku kehilangan jejak. Bulan sepotong tak bertuan tiba-tiba tak tampak di orbitnya. Orbit yang kukuntit sejak kemarin, saat mentari lupa menyapa senja. Read more

  • Mengingat Mati

    Aku tak mengenalnya. Hanya saja suara itu datang berkali-kali membisikkan aroma kematian. Suara yang datang saat lelap terjaga. Suara yang datang saat jaga terlelap. Lamat tapi terdengar amat jelas. Berulang terngiang, tak sekali dua. Aku tak mengenalnya. Perihal aroma kematian yang dibisikkan saat lelap terjaga. Perihal aroma kematian yang dibisikkan saat jaga terlelap. Perihal aroma kematian yang Read more

  • Dibuang Sayang (2)

    Melanjutkan yang terdahulu. (Baca di sini). #26 – 27/11/2010 | berKACA-kaca MATAnya. Dipecat tepat saat anaknya sekarat @fiksimini #27 – 27/11/2010 | KORAN GOSIP. Tiap ada kebohongan, font-nya makin mengecil. Walhasil, selalu ada mikroskop sebagai bonus buat pembaca. @fiksimini #28 – 27/11/2010 | LABIRIN NGINGAS. Dimana-mana perayaan. Jalan ditutup sana-sini. Tersesat di tengah keramaian. #29 Read more

  • Dibuang Sayang (1)

    Anda rajin nge-tweet? Atau update status di FB? Bila iya, pernahkah Anda membaca lagi tweet Anda yang lalu atau update status tersebut di masa yang lalu? Bagi sebagian orang, ngetweet atau meng-update status ibarat nyampah. Dibuang dan tak ditengok kembali. Plung-lap. Tetapi ada juga yang sesekali membacanya lagi. Menikmati sampah karena ada yang menarik di Read more

  • Jelaga Rahasia

    (satu) aku bertanya tentang kelahiran dan kematian sebagaimana pengelana lensa bermain rana mengabadikan fajar dan senja bukan tentang apa dan siapa bukan pula tentang kapan dan mengapa tetapi tentang semburat jingga dan jelaga malam tentang semburat duka dan jelaga rahasia (dua) aku bertanya kepada fajar dan senja sebagaimana pengelana lensa mengabadikan kelahiran dan kematian tentang Read more

  • Sepasukan rinai hujan mengintai datangnya malam. berdebam jatuh satu demi satu berhitung bumi tanpa lelah: satu, dua, tiga, sepuluh, seratus, seribu, sejuta, … Malam semakin larut, bumi tak kunjung selesai berhitung. Maka, pernahkah engkau berhitung akan nikmatNya? (kkpp, 11.04.2010) Read more

  • tak kuasa

    berjingkrak jangkrik dalam kelam malam menyanyi menanti dusta kata penguasa tak kuasa empati telah mati lobby ialah robi uang bergelimang menghamba bagai sang domba srigala berhala   jangkrik berjingkrak tubuh merapuh lunglai terkulai   menanti sosok esok   kapan penguasa berkuasa benar ialah tenar adil bukanlah bedil berani tuk nurani   [kkpp, 04.04.08] Read more

  • Empat September Duaribu Tujuh

    Tiga tahun yang lalu, hening sesaat setelah subuh tangismu yang pertama memecah semburat jingga Takkan pernah terlupa bagaimana beribu rasa tak tergambarkan oleh tubuh tatapmu yang pertama bertaut memenuhi rongga jiwa Tak terasa kini engkau telah belajar menapak jalan kehidupan kini engkau telah belajar menyapa sesama langkah-langkah kecilmu telah menuntunku untuk lebih bijak memahami kehidupan sapamu Read more