Dumbledore: “I use the Pensieve. One simply siphons the excess thoughts from one’s mind, pours them into the basin, and examines them at one’s leisure. It becomes easier to spot patterns and links, you understand, when they are in this form.”

Harry: “You mean… that stuff’s your thoughts?”

Dumbledore: “Certainly.”

Petikan percakapan di atas tentunya diakrabi oleh para pembaca serial tujuh novel karya JK Rowling. Ya, kisah Harry Potter. Kisah yang menyihir para pembacanya untuk menamatkan seluruh kisah penuh penantian selama 10 tahun sejak serial yang pertama kali diterbitkan pertengahan tahun 1997. Hingga tahun lalu, kisah ini telah diterbitkan dalam 67 bahasa dan edisi film-nya pun juga (telah) ditunggu oleh para penggemarnya.

Source: http://www.hp-lexicon.org/magic/devices/devices_n-r.html

Pada kisah yang panjang melawan Voldemort Sang Pangeran Kegelapan, Harry Potter memanfaatkan pensieve, untuk memahami masa lalu dan mencari kelemahan sang lawan yang seolah tak terkalahkan. Pensieve sendiri adalah sebuah alat yang dimiliki oleh Profesor Albus Dumbledore untuk melihat kenangan-kenangan.

Meski seolah adalah alat yang sederhana, bandingkan dengan jubah gaib ataupun tongkat sihir tak terkalahkan, tetapi justru dari pensieve-lah, Harry Potter menemukan beberapa kunci pembuka rahasia kelemahan sang lawan.

***

Rupanya JK Rowling cukup cerdas menempatkan hal-hal kekinian dengan bahasa Harry Potter. Googgling, misalnya, yang diartikan sebagai upaya mencari tahu sesuatu dengan mengetikkan keyword pada search engine semacam google, ditemukan pada sosok sang sahabat, Hermione Granger, yang rajin membaca dan menelusuri perpustakaan.

Sementara pensieve-nya Dumbledore seolah mirip blog.

***

Delapan belas Juli yang lalu, tepat lima tahun saya membuka rumah maya ini. Saya banyak berhutang budi atas masih survive-nya blog pribadi saya ini. (ngeri juga melihat banyak blog yang saat ini telah menjadi taman abadi alias tak lagi di-update).

Ucapan terima kasih tentunya layak saya sampaikan kepada, pertama, tentu saja kepada almarhum dosen wali saya, Ir. Wayan Lingga, yang tulisan tentang beliau menjadi pembuka blog ini (baca di sini). Juga kepada kawan Fitradjaja Purnama, yang pencalonannya sebagai calon walikota Surabaya melalui jalur independen, membuat blog ini hidup kembali dan memperoleh pembaca secara signifikan dan di sisi yang lain jadi menyemangati saya untuk terus melanjutkan keberadaan blog ini. (Tulisan pertama saya tentang Fitra bisa baca di sini).

Dan terakhir, tentu saja, kepada kalian wahai Pembaca yang Budiman, yang telah mampir karena sengaja maupun karena tak sengaja. yang telah menyempatkan untuk memberikan jejak dan komen, ataupun yang tanpa jejak, saya haturkan berjuta terima kasih dari hati yang paling dalam. Semoga blog ini membawa manfaat.

Kalaupun ternyata blog ini tak lagi ada yang membaca, semoga kelak, Aurora dan Alvaro, dapat menemukan sesuatu untuk memahami ayahnya lebih dalam. Sebagaimana Harry Potter menemukan ‘sesuatu’ dengan menggunakan pensieve-nya Dumbledore.

[kkpp, 24.09.2012]

Satu pemikiran pada “Blog dan Pensieve

  1. Ping-balik: #351 | tattock

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s