Dalam Satu Genggaman

Menuliskan postingan ini (17/11) dan postingan sebelumnya, saya menggunakan aplikasi di handphone. Biasanya saya ngeblog ya hanya via laptop. Dengan menggunakan aplikasi di handphone, ngeblog jadi lebih ringkas karena saya tak lagi ribet mindahin data dari handphone ke laptop. Apalagi handphone dan laptop saya itu keduanya tak seiman yang bikin perlu beberapa penyiasatan agar keduanyaLanjutkan membaca “Dalam Satu Genggaman”

Twitter pun Berubah

Melalui blog resminya (bisa baca di sini), minggu pertama November ini, Twitter mengumumkan penambahan karakter di postingannya yang semula hanya 140 karakter menjadi dua kali lipatnya. 280 karakter. Semula, perubahan ini telah diujicobakan Twitter sejak beberapa bulan yang lalu. Saya termasuk yang beruntung menikmati perubahan itu di awal masa coba. Apa yang berubah? Mungkin lebihLanjutkan membaca “Twitter pun Berubah”

Ukur(an) dan Ukur(lah)

If you can’t measure it, you can’t manage it ~ Peter Drucker Jika Anda biasa mengemudi, pernahkah Anda menengok speedometer di depan Anda? Bayangkan, bagaimana jika Anda kemudian mengemudi sebuah kendaraan tanpa speedometer? Apakah ada yang berbeda antara mengemudi dengan speedometer dengan mengemudi tanpa speedometer? Bagaimana dengan odometer yang juga merupakan kelengkapan standar dari kendaraanLanjutkan membaca “Ukur(an) dan Ukur(lah)”

Edisi Berkala

Surabaya yang mulai teduh karena matahari mulai tergelincir, ternyata tak membuat kantor saya waktu itu terasa sejuk. Bagaimana tidak, seorang kawan kerja sepantaran diomeli habis-habisan oleh Wapimred kami. Saya lupa bagaimana tepatnya omelan itu. Omelan yang tak sekedar panjang kali lebar. Yang saya ingat adalah penutupnya, “Bayangkan kalau semua orang (reporter) seperti kamu, pulang tidakLanjutkan membaca “Edisi Berkala”

Blog dan Pensieve

Dumbledore: “I use the Pensieve. One simply siphons the excess thoughts from one’s mind, pours them into the basin, and examines them at one’s leisure. It becomes easier to spot patterns and links, you understand, when they are in this form.” Harry: “You mean… that stuff’s your thoughts?” Dumbledore: “Certainly.” Petikan percakapan di atas tentunyaLanjutkan membaca “Blog dan Pensieve”

Bukan Sekedar Resolusi

Ada tiga hal yang biasanya melekat pada kata ‘resolusi’: yang pertama adalah PBB (organisasi perserikatan bangsa-bangsa), yang kedua adalah tekait dengan gambar sekian piksel, serta yang ketiga adalah berkenaan dengan perayaan tahun baru. Mari kita tengok sejenak arti ‘resolusi’ dalam bahasa aslinya: Resolution: [1]  a formal statement of an opinion agreed on by a committeeLanjutkan membaca “Bukan Sekedar Resolusi”

Menunggu di Soekarno Hatta

Menjelang tengah malam menunggu di Bandara Soekarno Hatta bukanlah pengalaman kali pertama. Banyak hal yang bisa dikerjakan. Seperti kata seorang kawan (baca di sini), mengamati sesama penunggu terkadang juga mengasyikkan. Ratusan wajah-wajah lelah tetapi penuh kepastian atas sesuatu yang ditunggu adalah bahan tersendiri untuk asupan otak yang masih terjaga. Begitu juga halnya dengan gaya merekaLanjutkan membaca “Menunggu di Soekarno Hatta”

Di-retweet Itu Bonus

Saat kerja di media dulu, Mas Luthfi, pimred saya waktu itu, pernah menantang saya untuk bikin artikel tentang sesuatu yang terkait dengan perkuliahan saya di Fakultas Teknologi Kelautan. “Kerjakan sesempatnya saja,” kata Mas Luthfi waktu itu. Maklum, tantangan tersebut adalah di luar tugas pokok saya di desk politik/pemerintahan kota Surabaya. Saya iyakan saja tantangan ituLanjutkan membaca “Di-retweet Itu Bonus”