Buru-buru Tak Perlu

Benjamin Franklin, founding father-nya Amerika Serikat, pernah menulis Advice to A Young Tradesman pada tahun 1748 (bisa baca di sini). Salah satu frase-nya kemudian jadi populer menembus ratusan tahun. Pernah dengar kan frase: ‘time is money‘… Ya, frase Benjamin Franklin itu hanya salah satu dari banyak sekali ujar-ujar, kalimat mutiara, petuah bijak, slogan, dan sebangsanya yangLanjutkan membaca “Buru-buru Tak Perlu”

Surat Imajiner Buat Pak Menteri

Pak Menteri yang kami hormati, maafkan teman-teman kami. Beberapa hari belakangan ini telah merepotkan Bapak dengan beberapa kali kejadian yang sungguh memiriskan hati. Salahkah kami, Pak Menteri? Salahkah sekolah kami? Salahkah kurikulum yang telah ditetapkan untuk kami pelajari dari hari ke hari di bangku sekolah kami?

Kartu Lebaran

Jaman kecil saya dulu, saya masih teringat dengan ritual penuh sesaknya Kantor Pos Besar Malang yang terletak di dekat alun-alun, jelang hari raya Idul Fitri seperti saat ini. Mulai dari bersesak-sesak memilih kartu lebaran, antri beli prangko, dan membubuhkan tulisan yang senantiasa saya kenang: “Sungkem saking Malang”. Ya, sepucuk kartu lebaran buat Mbah Kakung dan MbahLanjutkan membaca “Kartu Lebaran”

Nguthis dan Autopilot

Jaman masa kecil saya, kami tinggal di sebuah paviliun sebuah rumah besar khas peninggalan jaman Belanda yang menghadap salah satu jalan protokol di kota Malang. Kini nama jalan itu menggunakan nama salah satu pahlawan revolusi, dan rumah besar itu telah berubah menjadi deretan ruko. Dengan tinggal di jalan besar, saya berkesempatan menyaksikan banyak hal. PawaiLanjutkan membaca “Nguthis dan Autopilot”

Dalang Banyak Anak

“Polisi bosok sak bosok-bosok’e,” raung seorang pria muda saat memasuki warung kopi yang tak berbatas. Pengunjung yang tak banyak pada sore itu hanya sekedar menoleh mencari sumber suara, seolah meminta kelanjutan cerita yang hendak diumbar ke segenap penjuru warung. “Mosok, wes sepedaku ilang, malah aku sing dipajeki,” lanjutnya seraya duduk di dingklik yang kelihatan tuaLanjutkan membaca “Dalang Banyak Anak”

Polisi Tidur

Yang dimaksud tentu bukan gambar yang di sebelah. Tetapi adalah padanan kata dalam bahasa Indonesia dari ‘speed trap‘ pun juga ‘speed bump‘. Ya, ‘polisi tidur’ adalah segundukan perintang yang dipasang di jalan agar pengendara mengurangi kecepatan kendaraannya. Tak ada yang tahu sejak kapan dan siapa yang mempopulerkan terminologi ‘polisi tidur’.  Bisa jadi merujuk tipologi masyarakatLanjutkan membaca “Polisi Tidur”

Martir

Sungguh saya ingin menuliskan kisah tentang Sondang Hutagalung sejak beberapa hari yang lalu. Berkali mencoba, tetapi selalu saja gagal. Tenggorokan tercekat, jemari serasa kelu, otak beku sementara sekujur tubuh merinding. Bahkan hendak menuliskan dalam 140 karakter saja pun tak bisa. Hanya mampu me-retweet beberapa dari ribuan tweet yang layak di re-tweet. Saya menangis tanpa airmata tanpaLanjutkan membaca “Martir”

Fashion dan Function

Entah mengapa saya pengin sekali menulis dengan judul itu: Fashion dan Function. Jarang-jarang saya menulis bermula dari ide tentang  judul. Mungkin dari segi pelafalan kedua kata dalam bahasa Inggris itu berima sama. ‘Fesyen’ dan ’fangsyen’ di sisi yang lain terdengar enak di telinga. Keduanya yang bermakna secara berbeda, tetapi seringkali kita dapati bagai dua sisiLanjutkan membaca “Fashion dan Function”

Solidaritas bukan Mahkluk Buta

Alkisah, lepas larut malam sekelompok aparat pengayom keamanan masyarakat menghabiskan malam. Tak ada yang menduga, entah bagaimana kejadiannya ternyata salah satu diantaranya kemudian mengalami kecelakaan dan dilarikan ke rumah sakit. Tidak terima dengan kejadian yang dialami oleh salah satu kawan mereka itu, beberapa diantaranya kemudian menguber sang tersangka penabrak, dan tanpa ba-bi-bu, tewaslah sang penabrakLanjutkan membaca “Solidaritas bukan Mahkluk Buta”