Melanjutkan serial yang sempat terlupakan (seri terakhir sila baca di sini). Melelahkan juga mengkorek-korek dari dasar tempat nyampah

***

#126 – 21/09/2011 | NEGERI WIRAUSAHA. Dokter bisnis obat. Guru bisnis nilai kelulusan. Tentara bisnis jasa keamanan. Hakim dan jaksa bisnis besarnya hukuman

#127 – 18/03/2012 | andai, menggantung koruptor segampang mengayun raket nyamuk… Thass… thasss …

#128 – 18/03/2012 | ini nyamuk bukan sembarang nyamuk. ini nyamuk temannya pelangi, sesama ciptaan Tuhan

#129 – 05/04/2012 | ‘no news is good news’ seketika basi sejak era fb dan twitter

#130 – 13/04/2012 | membunuh waktu. sang korban justru sang pelaku

#131 – 13/05/2012 | musim barusan berakhir, sekejap musim baru ingin segera bergulir

#132 – 13/05/2012 | DI LUAR SKENARIO. prosesi pemberian piala agak lama, fa harus ganti pita berwarna merah ganti pita berwarna biru muda

#133- 20/05/2012 | hasrat menang tidaklah sama dengan hasrat untuk tidak kalah, meski buahnya bisa jadi sama

#134 – 22/05/2012 | panas dingin. bukan berarti hangat

#135 – 22/05/2012 | bom waktu. meledak bagai bisul

#136 – 13/06/2012 | Kadang kita terkenang masa silam. Kadang juga tenggelam di kesibukan hari ini demi masa depan. Pernahkah terbayang bgmn hidup di masa tua?

#137 – 27/06/2012 | hai, semangat, selamat pagi. riuh rendahmu kunanti hingga malam menjemput lagi | re: @BuyungKurniawan

#138 – 28/06/2012 | alam ku pualam. menelisik pusara-pusara tak bernama. salah satunya adalah rindu, yang dulu kumakam tanpa upacara | @sajak_cinta

#139 – 03/07/2012 | yo ngono iku konsekuensi melok wong, kudu siap dipecat. coba melok jin …

#140 – 05/07/2012 | sebenarnya malu berkicau soal kemacetan. malu sama warga jakarta raya yg sedemikian tabah…

#141 – 11/07/2012 | Garudabird-Liverbird. Kompletlah kita sebagai sekte pemuja burung… 😀

#142 – 11/08/2012 | aku selalu mengingatmu, meski itu pertama kali mengenalmu. ‘Harta atau nyawa’ katamu saat itu | @fiksimini

#143 – 06/10/2012 | NYANYIAN TERAKHIR PRESIDEN. “Jangan ditanya kemana aku pergiii…” @fiksimini

#144 – 10/10/2012 | telah kutitipkan sedikit atensi, pada arak-arakan awan, tapi tak sedikitpun datang rinai hujan | @sajak_cinta

#145 – 12/10/2012 | datanglah. segera kurebahkan lelah.

#146 – 31/10/2012 | apa lagi yg harus kujerang, sayang? rindu sudah mendidih bersama asa yg tergantang @sajak_cinta

#147 – 17/11/2012 | sabtu. koran. dedaunan. kicau unggas tetangga. teh poci. alvaro & aurora.

#148 – 17/11/2012 | “kata siapa panas,” katak dalam tempurung ber-ac menggerutu

#149 – 05/12/2012 | ngantuk hilang lapar terbilang

#150 – 07/12/2012 | terima kasih untuk sembilan tahun yg telah terentang, dan untuk masa depan tak berbilang yg membentang | cc: @Ritadesy

[kkpp, 14.07.2013, bersambung]

Satu pemikiran pada “Dibuang Sayang (6)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s