Twitter pun Berubah

Melalui blog resminya (bisa baca di sini), minggu pertama November ini, Twitter mengumumkan penambahan karakter di postingannya yang semula hanya 140 karakter menjadi dua kali lipatnya. 280 karakter. Semula, perubahan ini telah diujicobakan Twitter sejak beberapa bulan yang lalu. Saya termasuk yang beruntung menikmati perubahan itu di awal masa coba.

Apa yang berubah? Mungkin lebih enak sih, ketika nge-tweet ternyata melebihi 140 karakter, tidak perlu mikir lagi mengedit pilihan kata atau bagaimana menyingkat kata-kata agar bisa muat dalam sekali postingan. Pun, jika harus mention sana sini. Tetapi saya termasuk yang suka dengan versi lama karena dengan keterbatasan 140 karakter itulah mengapa kemudian saya lebih banyak aktif ngoceh di twitter daripada di facebook. Saya pernah menuliskan tentang kelebihan twitter ini hampir tujuh tahun yang lalu (bisa baca di sini). Sebuah kelebihan karena keterbatasan. Continue reading “Twitter pun Berubah”

WhatsApp Group

“Gimana caranya bikin grup?” tanya seorang kawan di sebuah grup whatsApp.

“Grup apa?” kawan yang lain segera menyambar.

“Mau buatin whatsApp grup buat keluarga,” kata sang penanya.

“Ya kudu rundingan rapat keluarga dulu.”

Saya yang hanya jadi pembaca saat berhenti di lampu lalu lintas berwarna merah jadi terbahak. Ngakak. Continue reading “WhatsApp Group”

Dunia (tak) Maya

Ada kosa kata baru yang baru kita akrabi dalam bahasa Indonesia sejak era 90-an: dunia maya, cyberspace, cyberworld, dunia virtual, dan tentu saja: internet. Kosa kata baru tersebut adalah hal-hal yang terkait dengan aktivitas komputer yang kemudian menautkan siapa saja bisa terhubung satu sama lain. Teknologi yang menyebabkan jarak menjadi bukan masalah, pun perputaran informasi menjadi sedemikian cepat. Belakangan, kosa kata baru juga hadir dan dominan: media sosial alias socmed, akronim dari social media.

Continue reading “Dunia (tak) Maya”

In memoriam: Sumarno

Seberapa sering berita tentang kematian datang kepada kita? Ia adalah kewajaran. Ia juga sebuah kepastian. Kadang mengagetkan. Kadang justru malah membawa kisah mengagumkan. ~ @tattock – Berita Kematian

Berita mengagetkan itu kali ini datang dari seorang kawan. Almarhum yang diberitakan adalah seorang kakak kelas setahun di atas saya sewaktu belajar di jurusan Teknik Sistem Perkapalan FTK ITS. Continue reading “In memoriam: Sumarno”

Berita Kematian

Seberapa sering berita tentang kematian datang kepada kita? Ia adalah kewajaran. Ia juga sebuah kepastian. Kadang mengagetkan. Kadang justru malah membawa kisah mengagumkan.

Kelak, jika sudah tiba waktuku, akan datang juga padamu. Berita kematianku.

Akankah berita itu adalah berita yang mengagetkan atau justru berita yang selama ini kamu harapkan?

Akankah berita itu adalah berita yang kamu tangisi atau malah kamu tertawai?

Continue reading “Berita Kematian”

Kartu Lebaran

Jaman kecil saya dulu, saya masih teringat dengan ritual penuh sesaknya Kantor Pos Besar Malang yang terletak di dekat alun-alun, jelang hari raya Idul Fitri seperti saat ini. Mulai dari bersesak-sesak memilih kartu lebaran, antri beli prangko, dan membubuhkan tulisan yang senantiasa saya kenang: “Sungkem saking Malang”. Ya, sepucuk kartu lebaran buat Mbah Kakung dan Mbah Putri di Yogyakarta, bilamana pada tahun itu kami tidak berkesempatan sowan ke sana.

Sepenuh hati saat itu saya percaya, Mbah Kakung bakal berbinar menerima sepucuk kartu lebaran dari kami, cucu-cucunya yang ‘mecethat‘ terpisah jarak, dan dengan bangganya memamerkannya ke Mbah Putri.

Continue reading “Kartu Lebaran”