Dalam Satu Genggaman

Menuliskan postingan ini (17/11) dan postingan sebelumnya, saya menggunakan aplikasi di handphone. Biasanya saya ngeblog ya hanya via laptop. Dengan menggunakan aplikasi di handphone, ngeblog jadi lebih ringkas karena saya tak lagi ribet mindahin data dari handphone ke laptop. Apalagi handphone dan laptop saya itu keduanya tak seiman yang bikin perlu beberapa penyiasatan agar keduanyaLanjutkan membaca “Dalam Satu Genggaman”

Rencana

rencana yang tak pernah gagal adalah tanpa rencana ~ Sang ayah kepada kedua anaknya dalam film Parasite (2018) Kutipan di atas bisa jadi adalah antitesa dari rencanakanlah hidup sedemikian sehingga hidupmu akan sukses. Jika ingin begitu maka bikinlah rencana ini itu. Begitu halnya jika ingin begini, maka siapkanlah rencana ini itu. Kalau perlu rencana ALanjutkan membaca “Rencana”

Twitter pun Berubah

Melalui blog resminya (bisa baca di sini), minggu pertama November ini, Twitter mengumumkan penambahan karakter di postingannya yang semula hanya 140 karakter menjadi dua kali lipatnya. 280 karakter. Semula, perubahan ini telah diujicobakan Twitter sejak beberapa bulan yang lalu. Saya termasuk yang beruntung menikmati perubahan itu di awal masa coba. Apa yang berubah? Mungkin lebihLanjutkan membaca “Twitter pun Berubah”

Multitasking

Konsep multitasking dipahami sebagai melaksanakan beberapa fungsi dalam suatu kurun waktu yang sama. Di dunia komputer, konsep ini dikenalkan oleh IBM pada tahun medio 1960-an. Karenanya pada saat ini, sekian dekade setelahnya, kita bisa menyiapkan sebuah dokumen presentasi, bersamaan dengan mengunduh file, sekaligus sambil mendengarkan musik, ketiganya dilakukan oleh komputer pada saat bersamaan dengan menjalankanLanjutkan membaca “Multitasking”

Ukur(an) dan Ukur(lah)

If you can’t measure it, you can’t manage it ~ Peter Drucker Jika Anda biasa mengemudi, pernahkah Anda menengok speedometer di depan Anda? Bayangkan, bagaimana jika Anda kemudian mengemudi sebuah kendaraan tanpa speedometer? Apakah ada yang berbeda antara mengemudi dengan speedometer dengan mengemudi tanpa speedometer? Bagaimana dengan odometer yang juga merupakan kelengkapan standar dari kendaraanLanjutkan membaca “Ukur(an) dan Ukur(lah)”