Rencana

rencana yang tak pernah gagal adalah tanpa rencana

~ Sang ayah kepada kedua anaknya dalam film Parasite (2018)

Kutipan di atas bisa jadi adalah antitesa dari rencanakanlah hidup sedemikian sehingga hidupmu akan sukses. Jika ingin begitu maka bikinlah rencana ini itu. Begitu halnya jika ingin begini, maka siapkanlah rencana ini itu. Kalau perlu rencana A sampai rencana Z. Begitu kata pebisnis sukses dan para motivator berbayar. Pokoknya: perencanaan adalah kunci.

Lanjutkan membaca “Rencana”

Twitter pun Berubah

Melalui blog resminya (bisa baca di sini), minggu pertama November ini, Twitter mengumumkan penambahan karakter di postingannya yang semula hanya 140 karakter menjadi dua kali lipatnya. 280 karakter. Semula, perubahan ini telah diujicobakan Twitter sejak beberapa bulan yang lalu. Saya termasuk yang beruntung menikmati perubahan itu di awal masa coba.

Apa yang berubah? Mungkin lebih enak sih, ketika nge-tweet ternyata melebihi 140 karakter, tidak perlu mikir lagi mengedit pilihan kata atau bagaimana menyingkat kata-kata agar bisa muat dalam sekali postingan. Pun, jika harus mention sana sini. Tetapi saya termasuk yang suka dengan versi lama karena dengan keterbatasan 140 karakter itulah mengapa kemudian saya lebih banyak aktif ngoceh di twitter daripada di facebook. Saya pernah menuliskan tentang kelebihan twitter ini hampir tujuh tahun yang lalu (bisa baca di sini). Sebuah kelebihan karena keterbatasan. Lanjutkan membaca “Twitter pun Berubah”

Multitasking

komputerKonsep multitasking dipahami sebagai melaksanakan beberapa fungsi dalam suatu kurun waktu yang sama. Di dunia komputer, konsep ini dikenalkan oleh IBM pada tahun medio 1960-an. Karenanya pada saat ini, sekian dekade setelahnya, kita bisa menyiapkan sebuah dokumen presentasi, bersamaan dengan mengunduh file, sekaligus sambil mendengarkan musik, ketiganya dilakukan oleh komputer pada saat bersamaan dengan menjalankan berbagai program yang dibutuhkan.

Bagaimana dengan manusia? Apakah bisa melakukan fungsi multitasking ini? Lanjutkan membaca “Multitasking”

Ukur(an) dan Ukur(lah)

If you can’t measure it, you can’t manage it ~ Peter Drucker

Jika Anda biasa mengemudi, pernahkah Anda menengok speedometer di depan Anda? Bayangkan, bagaimana jika Anda kemudian mengemudi sebuah kendaraan tanpa speedometer? Apakah ada yang berbeda antara mengemudi dengan speedometer dengan mengemudi tanpa speedometer?

Bagaimana dengan odometer yang juga merupakan kelengkapan standar dari kendaraan selain speedometer? Pernahkah Anda menengoknya barang sesaat? Lanjutkan membaca “Ukur(an) dan Ukur(lah)”