Hari ini, pada linimasa salah satu media sosial yang aktif saya ikuti, tetiba menjadi ramai dengan postingan tentang kejadian hari ini tiga tahun yang lalu.

Luar biasa!

Bagaimana tidak, kawan-kawan ternyata sedemikian mudah menemukan dimana menyimpan foto kejadian tiga tahun yang lalu dan segera mengunggahnya dengan menambahkan caption dan tanda pagar yang menggugah.

Linimasa pun segera penuh dengan foto yang senada tapi berbeda-beda sesuai dengan sudut terbaik bagi mereka. Sayapun jadi ikutan terbawa suasana untuk segera mengenang hari itu sebagai salah satu hari terbaik kami.

Ada apa dengan hari ini tiga tahun yang lalu?

Hari itu, tiga tahun yang lalu, tim kesayangan kami, yang selama ini membuat kami bagaikan menaiki roller coaster yang mempermainkan perasaan saat menonton sepakbola, telah berhasil menyatukan kami di stadion kebanggaan Indonesia. Dari segala penjuru Indonesia kami berkumpul dengan perasaan dan harapan yang kongruen,  semata demi para kesayangan yang melintasi benua.

Katakan kami berlebihan. Tapi perasaan kami di hari itu benar-benar sulit dilukiskan untuk orang yang tak paham. Mengenang adalah sebuah kebahagiaan tersendiri. Maka tak heran jika kawan-kawan sedemikian mudah menemukan foto mana yang akan diposting untuk mewakili kebahagiaan pernah memiliki hari itu.

Bukankah bagaimanapun juga kenangan terbaik akan selalu menempati ruang khusus yang mudah diakses oleh ingatan?

Kenangan membahagiakan. Ia hadir memberikan warna. Ia hadir menerangkan gulita.

Jika kawan-kawan sedemikian mudah menemukan foto yang mana hendak diposting untuk mewakili hari itu, setali tiga uang, saya juga menuliskan kejadian hari itu tiga tahun yang lalu sebagai cara termudah bagi saya untuk memberikan akses kepada ingatan untuk merasakan (lagi) kenangan atas hari itu. Sedih benar jika ingat kemudian salah satu tulisan di tentang hari itu tiga tahun yang lalu telah kehilangan kata tanpa bisa direstorasi hanya foto-foto ilustrasinya saja.

Bagi saya, mengenang dengan membaca ulang kejadian hari itu di blog adalah kebahagiaan yang sama dengan saat menuliskannya dulu. Sejak memutuskan untuk ngeblog, blog ini memang didedikasikan untuk itu. Sebagai tempat untuk meletakkan kepingan-kepingan paling pojok dari diri saya. Sebagai pensieve bagi siapa saja yang ingin membaca saya.

Terima kasih kawan-kawan, atas semua kenangan hari itu tiga tahun yang lalu …

Terima kasih juga kepada siapa saja yang telah memberikan andil inspirasi untuk setiap postingan di blog ini …

Terima kasih kepada mereka-mereka yang telah menginisiasi tanda pagar menolak lupa (#menolaklupa) …

Menolak lupa bukanlah menolak bahagia.

[kkpp, 20.07.2016]

Satu pemikiran pada “Bukan Mengaduk Kenangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s