Bukan karena terprovokasi komunitas B2W, hari Selasa (16/3/2010) itu yang berkebetulan dengan libur nasional sehubungan dengan hari raya Nyepi, mengantarkan saya mencoba sepeda polygon punya bundanya Alvaro. Sejauh ini, sepeda berwarna merah itu hanya sempat aku kendarai berkeliling kompleks saja.

Tapi usai subuh kali ini, tiba-tiba pengin mencoba bersepeda ria hingga ke lokasi Lapindo. Jarak rumahku ke lokasi Lapindo tak sampai sepuluh km. Jarak yang masih realistis ditempuh dengan bersepeda bagi pemula macam aku.

Meski dalam keseharian tanggul-tanggul kolam penampungan lumpur Lapindo itu sering kulihat dari balik kaca mobil dari jalan raya porong, bagiku masih terasa seperti misteri. Banyak pertanyaan yang tersisa tanpa sebuah jawaban.

Lepas subuh pagi itu masih menyiratkan mendung. Berkas sinar mentari tak sanggup melewati tebalnya awan kelabu.  Ah, kalau ndak sekarang kapan lagi, kataku meneguhkan diri sendiri sambil mencari kunci sepeda.

Setelah mengayuh separuh perjalanan, sempat menyesal juga punya keinginan itu. Apalagi sepeda merahku itu berkali disalip bapak-bapak yang memang sepertinya sudah terlatih. Yang paling memalukan adalah saat harus menuntun sepeda ketika harus menaiki tanggul dari sisi kolam utara.

Tersengal aku menaiki tanggul setinggi belasan meter itu. Sambil merutuki fisik yang tak lagi teruji, aku menyiapkan olympus-ku.

Tanggul di sisi kolam utara itu, ternyata hijau dengan rumput. Bahkan ada rumpun pohon pisang di sana. Meski demikian hal itu bukanlah pemandangan dominan. Sayang, mendung tak kunjung terburai.

Mendung benar-benar kelabu. Sekelabu misteri Lapindo yang hingga tahun keempat belum menunjukkan terjawabnya berbagai pertanyaan. Bahkan Gunung Penanggungan (1,653 dpl) alias Gunung Pawitra di kejauhan tak lagi terlihat biru.

Meski demikian, ternyata sepagi itu saya tak sendiri. Beberapa rombongan telah ada di sana. Baik bersepeda pun yang mampir hendak berliburan sekeluarga.

Mendung sudah menjadi rintik. Kartu memori pun sudah tak lagi muat sudut-sudut yang bisa dibidik. Lapindo masih tetap misteri.

(kkpp, 23.03.2010)

Satu pemikiran pada “Bersepeda ke Lapindo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s