Antara Stanford dan Harvard

Hidup adalah pilihan. Tiap orang berkesempatan mempunyai pilihan atas sederet alternatif dengan segala konsekuensinya. Namun tak banyak orang yang mempunyai kesempatan untuk memilih kuliah dengan alternatif-alternatifnya adalah dua perguruan tinggi terbaik di dunia.

Dialah Maudy Ayunda.

Continue reading “Antara Stanford dan Harvard”

Menteri dan Kurikulum

Sejak kemerdekaan republik ini, tercatat sudah ada 26 orang (versi wikipedia, sementara versi situs resmi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, hanya 19 orang, baca di sini) yang menjabat sebagai Menteri Pendidikan -tentunya dengan varian nama jabatan dan tanggungjawabnya.

Awalnya bernama Menteri Pengajaran, kemudian berganti menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada masa Kabinet Hatta I, lantas sempat berubah menjadi Menteri Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan pada masa Kabinet Burhanuddin Harahap. Hanya berusia tujuh bulan, kembali lagi menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Cukup lama bertahan dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, perubahan nama baru terjadi di era Kabinet Persatuan Nasional pada tahun 1999, yaitu menjadi Menteri Pendidikan Nasional. Setelah sempat digunakan beberapa kabinet, akhirnya kembali lagi menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sejak tahun 2009 hingga tulisan ini dibuat. Continue reading “Menteri dan Kurikulum”

Benar atau Salah

Malam telah larut. Perempatan jalan itu biasanya masih membiarkan lampu lalu lintasnya berfungsi normal: merah – kuning – hijau, secara bergantian. Tentu saja dengan jeda waktu yang di-setting berbeda dengan kondisi siang hari. Maklum, perempatan jalan itu adalah perempatan yang tetap saja ramai meski telah berganti malam.

lampu-merahTapi malam ini berbeda. Lampu lalu lintas tetap beroperasi sebagaimana malam-malam biasanya. Yang membedakan kali ini lebih sepi. Hujan sejak sore tadi tak kunjung reda. Sepi sangat.

Lampu merah menyala. Nyalanya tetap menembus hujan memberikan isyarat bagi pengendara untuk berhenti di perlintasam. Continue reading “Benar atau Salah”

Surat Imajiner Buat Pak Menteri

Pak Menteri yang kami hormati, maafkan teman-teman kami. Beberapa hari belakangan ini telah merepotkan Bapak dengan beberapa kali kejadian yang sungguh memiriskan hati.

Salahkah kami, Pak Menteri? Salahkah sekolah kami? Salahkah kurikulum yang telah ditetapkan untuk kami pelajari dari hari ke hari di bangku sekolah kami? Continue reading “Surat Imajiner Buat Pak Menteri”