Mainan Baru: Rokasuka Dekuta

Salah satu yang membuat saya menyukai menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia adalah kemungkinan menonton film-film Indonesia terpilih. Misalnya saja film Semesta Mendukung yang mengkisahkan seorang anak (diperankan oleh Sayef Muhammad Billah) yang berjuang menjadi juara olimpiade fisika karena salah satu alasan ingin mencari ibunya yang lama tak pulang merantau menjadi TKW. Kisah yang saya tontonLanjutkan membaca “Mainan Baru: Rokasuka Dekuta”

Dibuang Sayang (5)

Melanjutkan dari serial sebelumnya (baca di sini), tentang sampahan di twitter yang justru tak ingin dibuang. *** #101 – 01/04/11 | Perjalanan tanpa ujung. Berawal darimu. Melintasimu. Berakhir padamu. Aku melompati batas waktu. @sajak_cinta #102 – 07/04/11 | HURUF dan KATA. Bukan perkara DNA yang identik jika DAN, juga AND merangkai makna yang sama. @fiksimini #103 – 08/04/11 | akuLanjutkan membaca “Dibuang Sayang (5)”

Dibuang Sayang (4)

Masih merupakan serial 140 karakter yang terasa sebagai sampah tetapi malah ingin diabadikan. Tentang serial ini, sila mampir ke sini. *** #76 – 20/02/2011 | Jika ada rindu yang kubagikan, itu adalah sepenuh cinta yang kau kalikan bilangan hari sejak pertama kita bertemu @sajak_cinta #77 – 21/02/2011 | malam buta. kuaduk lautan butiran pasir diLanjutkan membaca “Dibuang Sayang (4)”

Dibuang Sayang (3)

Sebelum makin terbenam dan makin susah membongkarnya, inilah lanjutan sampahan saya (sebelumnya bisa baca di sini): #51 – 21/12/10 ‎| HUJAN bulan Desember, mengingatkanku pada kelabu raut Ibuku, saat kutanya dia berkemas. Di luar pria-pria berseragam menunggu. @fiksimini #52 – 21/12/10 ‎| KEHABISAN STOK WARNA MERAH. Belum pernah kelabu Desember, menjadi merah semeriah-meriahnya. Tahun iniLanjutkan membaca “Dibuang Sayang (3)”

Di-retweet Itu Bonus

Saat kerja di media dulu, Mas Luthfi, pimred saya waktu itu, pernah menantang saya untuk bikin artikel tentang sesuatu yang terkait dengan perkuliahan saya di Fakultas Teknologi Kelautan. “Kerjakan sesempatnya saja,” kata Mas Luthfi waktu itu. Maklum, tantangan tersebut adalah di luar tugas pokok saya di desk politik/pemerintahan kota Surabaya. Saya iyakan saja tantangan ituLanjutkan membaca “Di-retweet Itu Bonus”

Dibuang Sayang (2)

Melanjutkan yang terdahulu. (Baca di sini). #26 – 27/11/2010 | berKACA-kaca MATAnya. Dipecat tepat saat anaknya sekarat @fiksimini #27 – 27/11/2010 | KORAN GOSIP. Tiap ada kebohongan, font-nya makin mengecil. Walhasil, selalu ada mikroskop sebagai bonus buat pembaca. @fiksimini #28 – 27/11/2010 | LABIRIN NGINGAS. Dimana-mana perayaan. Jalan ditutup sana-sini. Tersesat di tengah keramaian. #29Lanjutkan membaca “Dibuang Sayang (2)”

Dibuang Sayang (1)

Anda rajin nge-tweet? Atau update status di FB? Bila iya, pernahkah Anda membaca lagi tweet Anda yang lalu atau update status tersebut di masa yang lalu? Bagi sebagian orang, ngetweet atau meng-update status ibarat nyampah. Dibuang dan tak ditengok kembali. Plung-lap. Tetapi ada juga yang sesekali membacanya lagi. Menikmati sampah karena ada yang menarik diLanjutkan membaca “Dibuang Sayang (1)”