Daniel-Agger-ynwaPemain profesional datang dan pergi. Waktu tak bisa dibohongi. Yang datang (biasanya) membawa optimisme. Tetapi yang pergi bisa meninggalkan berbagai rasa. Tergantung siapa serta bagaimana cara dan motif kepergiannya.

Pemain datang dan pergi layaknya posisi roda yang saling berlawanan seratus delapuluh derajat. Jika ada yang sedang di atas, tentunya ada yang kebagian di bawah. Tak bisa bukan, pemain baru datang tapi tak ada pemain yang keluar. Entar namanya bukan klub profesional melainkan klub sosial. Bagaimanapun yang bertanding di lapangan hanya sebelas pemain saja.

Kali ini, di edisi bursa transfer awal musim 2014-2015, kepindahan Daniel Agger membuat kesedihan tersendiri buat saya. Di mata awam saya, Agger mestinya bisa mendapatkan tempat meski juga tak bisa dipungkiri jika kedatangan Dejan Lovren juga menumbuhkan optimisme tersendiri bagi saya untuk memperkuat barisan pertahanan Liverpool FC (LFC) yang di musim 2014/2015 kembali ke habitatnya, bertanding kembali di ajang Piala Champions Eropa. Bagaimanapun, bertanding kembali di Piala Champions mensyaratkan kedalaman tim agar dapat berlaga dengan kompetitif.

Selain Dejan Lovren, di posisi central back ada Martin Skrtel, Mamadou Sakho, Kolo Toure serta Sebastian Coates yang belakangan dipinjamkan. Mestinya Daniel masih bisa mendapatkan tempat sebagai salah satu dari dua tower di depan kiper, tetapi tampaknya Brendan Rodgers dan management punya pertimbangan lain.

Soal itu kita percaya saja. Mungkin ada pertimbangan soal rentan terhadap cidera misalnya, ataupun berbagai hitungan statistik lain yang terkait, ataupun juga soal bisnis. Bagaimanapun pernah suatu waktu, Daniel Agger menolak pinangan klub papan atas Eropa semata atas kecintaannya pada LFC, karenanya satu-satunya kesempatan menjualnyan hanyalah klub Brondby IF, klub asalnya sebelum pindah ke LFC.

***

Daniel-Agger-000Daniel Munthe Agger, menjadi pemain LFC di era Rafael Benitez. Tepatnya di bursa transfer tengah musim 2005/2006. Kehadiran pria kelahiran 12 Desember 1984 ini melapis duet Jamie Carragher dan Sami Hyypia. Di awal musimnya sempat terbelit cidera, namun di musim keduanya, gol pertamanya untuk LFC dicatatkan saat melesakkan gol ke gawang West Ham pada tanggal 26 Agustus 2006 dan di kemudian hari malah terpilih sebagai gol terbaik LFC di musim tersebut (bisa baca di sini).

Daniel-Agger-001

Final Piala Champions 2007
Final Piala Champions 2007

Daniel-Agger-004daniel-agger-010Daniel-Agger-006

Siapa sangka, keduanya bakal meninggalkan LFC di bursa transfer yang sama
Siapa sangka, keduanya bakal meninggalkan LFC di bursa transfer yang sama

Hingga akhir karirnya, pemain dengan tinggi badan 1.88 meter ini sudah bermain untuk LFC di ajang resmi sebanyak 232 kali dan menyumbangkan 14 gol.

daniel-agger-011

Sebagai kapten saat preseason 2014/2015, Brondby - LFC. Seakan jadi laga yang khusus didedikasikan untuk Daniel Agger.
Sebagai kapten saat preseason 2014/2015, Brondby – LFC. Seakan jadi laga yang khusus didedikasikan untuk Daniel Agger.

***

Atas kepindahannya, Daniel Agger menuliskan surat terbuka sebagai berikut (ada beberapa versi, tetapi yang saya kutip adalah sebagaimana dari sini) :

“Liverpool has been such a big part of my life and my family’s lives for so long that leaving is extremely difficult.

“I’ll start by saying that Liverpool fans constantly keep surprising me. Since the news broke about the transfer, I have received so many positive messages and well-wishing for the future – not just from supporters in Liverpool but across the world.

“My family and I have always felt your backing, it is something unique to this football club, this city and our supporters – it’s been a privilege to have represented this club and I’m forever thankful for everything I have learnt during my time here.

“When I joined this great club, I came here as a 21 year old boy with a lot to learn. Liverpool has helped me grow up and shape me into the man I am today. I’m proud of who I’ve become and I wouldn’t be the person I am today without my time at Liverpool.

“I’ve been honoured to live in this close knit city and my experiences as a Liverpudlian are unforgettable. I’d finally like to wish the club all the best for this season. I’ll be supporting you every step of the way, as will millions of others. You’ll Never Walk Alone.”

Versi yang lain adalah sebagaimana yang di-tweet-kan oleh @MostarLFC

Daniel-Agger-farewell letter

Begitulah. Daniel Agger sudah memutuskan untuk kembali ke klub asalnya di Denmark. Dan saya hanya bisa menyampaikan terima kasih atas kecintaan, loyalitas, kenangan atas gol, kenangan atas tackling berharga, serta tattoo “ynwa”-nya yang sungguh istimewa.

#YNWA Daniel!! We’ll miss you …

[kkpp, 03.09.2014]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s