Peribahasa di atas mungkin termasuk peribahasa standar yang diajarkan di sekolah-sekolah kita. Maksudnya standar adalah hampir semua siswa akan mengenali peribahasa “besar pasak daripada tiang” di antara ribuan peribahasa yang kita punya.

Artinya pun tentu kita mengetahuinya. Adalah tidak lazim besar pasak daripada tiangnya. Jadi, tidak lazim pula besar pengeluaran daripada pendapatan. Selain itu, peribahasa tersebut kadang dimaknai lain sebagai ‘boros’. Kalau saya lebih suka memaknainya dengan definisi yang pertama karena lebih luas dibandingkan sekedar ‘boros’.

Meski termasuk peribahasa standar, sayangnya tak banyak orang yang menyadarinya. Padahal, jika berkonsultasi dengan financial planner/financial consultant -pekerjaan yang beberapa tahun terakhir mulai marak ditekuni secara profesional-, prinsip dari peribahasa inilah yang paling mendasar untuk disarankan.

Kegagalan kondisi keuangan kita, baik personal maupun institusi, biasanya karena kegagalan memahami pasak dan tiang. Sebaliknya, kesuksesan seseorang justru karena kemampuan memahami pasak dan tiang tadi.

Mari kita sedikit merenung, seberapa besar pasak kita dan seberapa besar tiang yang kita miliki. Seberapa besar pengeluaran kita dan seberapa besar pendapatan kita.

Sebagai ilustrasi, pernah menengok tenda Pramuka? Berapa besar pasaknya, berapa besar pula tiangnya?

Bila kemudian sudah tidak proporsional, secara matematis, ada dua pendekatan. Membesarkan tiang atau mengecilkan pasak. Atau bisa pula dilakukan keduanya secara paralel.

Mudah secara teori tapi susah di tataran eksekusi. Mengecilkan pasak, selama besar tiang adalah sama, berarti menurunkan level kenyamanan kita. Selama tidak ada penurunan besar tiang, kena PHK misalnya, bagaimana mungkin kita mengubah gaya hidup: misalnya, berubah moda transportasi harian kita, berubah menggunakan merk yang lebih murah, bahkan mengubah gaya makan dan ngopi kita.

Sementara, pilihan memperbesar tiang harus dicermati secara kreatif. Sebagai karyawan, dengan pendapatan yang terbatas, banyak yang memilih untuk kerja sambilan bahkan mulai mencoba berwirausaha. Tapi sayangnya, banyak juga yang mengambil jalan pintas dengan berkorupsi-ria, kucing-kucingan dengan segala aturan selama bisa disiasati.

Jadi, pilihan memperbesar tiang atau mengecilkan pasak adalah berpulang pada mentalitas kita dan prioritas mana yang akan kita pilih. Siapkah mengubah gaya hidup untuk mengecilkan pasak atau berwirausaha untuk perbesaran tiang hingga tak berhingga.

[kkpp, 10.03.2010]

2 pemikiran pada “Besar Pasak daripada Tiang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s