
Dari era dua living legend, Iwan Fals dan Ebiet G Ade, penyanyi bernama panggung berbeda dengan nama asli terus lahir. Salah satunya adalah Hindia, pemenang satu dari kategori paling prestisius di Anugerah Musik Indonesia (AMI Award) 2025. Album Hindia yang berjudul “Doves, ’25 on Blank Canvas” memenangkan kategori Album Terbaik – Terbaik.
Daniel Baskara Putra, yang awalnya berkarir sebagai vokalis band ‘.Feast’, memilih nama panggung ‘Hindia’ untuk karier solonya.
Pemilihan nama Hindia terinspirasi saat masa tur sekolah melihat tulisan Hindia Belanda di salah satu kuratorial di bawah lukisan karya Raden Saleh. Raden Saleh (lahir 1811- meninggal 1880) sendiri adalah pelukis Hindia Belanda yang di masa akhir Perang Diponegoro, ia dikirim ke negeri Belanda untuk belajar.
“Mungkin ini sangat muluk-muluk, kalau nanti anak cucu saya baca, semoga yang keluar bukan sejarah kolonialisme, tapi penyanyi laki-laki dari Indonesia yang menulis lagu berbahasa Indonesia untuk orang Indonesia,” kata Baskara seperti dikutip Republika edisi online tanggal 30 April 2020.
Dulu para kolonialis Eropa, beranggapan bahwa Asia terdiri dari empat bagian: Arab, Persia, Hindia, dan Tiongkok. Jazirah Asia Selatan disebut sebagai Hindia Muka. Asia Tenggara daratan disebut Hindia Belakang. Sedangkan kepulauan di Asia Tenggara disebut sebagai Kepulauan Hindia atau juga Hindia Timur. Selanjutnya, Kepulauan Hindia yang diduduki Belanda disebut sebagai Hindia Belanda. Ketika Jepang datang, wilayah ini disebut To-Indo, aka Hindia Timur.
Sejarah telah tertulis. Oleh Hindia kita diingatkan sebuah fakta bahwa tanpa Hindia Belanda, Indonesia tak akan ada. Tapi ajaib, saat ini kita tak banyak yang bisa bahasa Belanda.
[kkpp, 03.07.2026]
note: 1. tulisan ini diposting terlebih dahulu di instagram untuk #Gerimis_Jun26_02 2. picture adalah cover album ‘Dove ’25 on Blank Canvas’ recreate oleh gemini.

Tinggalkan komentar