#1701

Jumat ini (26/6) adalah hari Jumat terakhir di bulan Juni 2020. Siapa yang menyangka Liga Inggris punya juara di bulan ini. Hampir semustahil orang kebanyakan akan mengira hujan akan turun di bulan Juni sebelum Sapardi mempuisikannya. Biasanya Liga Inggris akan selesai di bulan Mei. Tapi musim ini memang pantas dikenang. Tiba-tiba pagebluk datang. Pertandingan ditunda padahal Liverpool FC sedang lucu-lucunya.

Sekali kalah dan sekali seri sepanjang musim membuat Liverpool menyisakan jarak cukup lebar dengan penantang terdekatnya, sang juara bertahan.

Keputusan operator liga atas pagebluk di pertengahan bulan Maret membuat Liverpool yang membutuhkan 6 poin saja untuk memastikan juara harus tertunda pasca gameweek ke-29. Pertandingan sepakbola sebagaimana keramaian yang lain tak boleh digelar di banyak negara. Penyebaran virus harus dipotong mata rantainya. Tidak ada pilihan lain.

Waktu terus berjalan, pagebluk belum terkalahkan. Entah sampai kapan. Jika liga Belanda dinyatakan dihentikan di tengah jalan dan diterima hasilnya sebagaimana apa adanya, tetapi beberapa liga lainnya diteruskan dengan tanpa penonton. Jerman memulainya, disusul negara-negara lain, termasuk Inggris.

Liverpool sendiri memulai liga dengan gameweek ke-30 dengan tak sempurna. Ditahan imbang skor kacamata di laga melawan tim sekota, kemudian tampil gemilang tim yang biasanya merepotkan: Crystal Palace, dengan skor meyakinkan 4-0. Sementara sang pesaing, memulai dengan cemerlang. Laga tunda melawan Arsenal yang dimenangkan dengan 3-0 dilanjutkan melawan Burnley 5-0. Hasil kemenangan Liverpool sehari sebelumnya membuat Manchester City harus memenangkan laga tandang ke Stamford Bridge. Sepertinya ketatnya persaingan Liverpool dan Manchester City di musim lalu bakal terulang. Chelsea yang sempat unggul di babak pertama, segera disamakan di awal babak kedua. Tetapi semesta menyatakan sebaliknya. Tendangan Sterling yang pas tiang dan penalti Willian karena Fernandinho menyentuh bola yang hendak masuk ke gawang yang harus dipastikan melalui VAR, memastikan Liverpool tak terkejar menjadi juara.

Alhamdulillah. Penantian 30 tahun tunai sudah. Sekalinya juara, Liverpool melakukannya dengan penuh gaya, masih sisa tujuh pertandingan yang dimainkan dengan mendapatkan ‘guard of honor’ paling banyak sepanjang sejarah. Ya bisa dipahamilah, kalau kemudian banyak pendukung emyu trus jadi halu ….

Hahaha. Senanglah. Banget. Menitikkan air mata usai kepastian juara itu dan langsung teringat kawan-kawan BIGREDS IOLSC yang mestinya merayakan juaranya Liverpool ini dengan kegembiraan yang teramat sangat tapi terpaksa tak bisa merayakan sebagaimana biasanya.

Hutang pertama segera ditunaikan, potong rambut sebagaimana biasanya tiap mendapatkan momen yang perlu dirayakan atau dikenang. Ternyata, cukup lama rupanya saya belum potong rambut. Bukan paling lama sih, karena terakhir potong rambut di Desember yang lalu usai Liverpool Juara Dunia Antarklub. Pas pula ternyata, 181 hari belum potong rambut.

Hutang kedua harus dipersiapkan. Nantikan pelunasannya. Semoga (eh, harus) bisa.

[kkpp, 27.06.2020]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s