Nahkoda mana yang menginginkan kapalnya tenggelam ke dalam pusaran gelombang. Rasanya tak ada. Kapal tenggelam adalah bencana yang tak pernah direncana. Pun seandainya kejadian itu datang, maka keselamatan awak kapal (teorinya) adalah di atas segalanya.

Pecundang adalah nahkoda yang lari menyelamatkan dirinya duluan tanpa mengingat keselamatan awak kapal. Pahlawan adalah nahkoda yang memilih untuk hilang ditelan gelapnya lautan bersama awak kapal dengan kapal yang tak bisa diselamatkan. Sebagaimana kisah Komodor Yos Sudarso bersama KRI Macan Tutul-nya.

Maka bersyukurlah sang nahkoda tatkala melewati masa-masa masgul penuh kengerian meneriakkan abandoning the ship hingga akhirnya semua awak kapal bisa diselamatkan satu persatu oleh sekoci-sekoci penolong yang dikirim oleh kebetulan beratas nama takdir Tuhan. Pecundang atau pahlawan kah sang nahkoda? Kalianlah yang menentukan.

Kalaupun kemudian mereka menemukan kesempatan menemukan kapal baru lainnya, barangkali kejadian kapal yang tenggelam akan menjadi pembelajaran yang mahal harganya. Bagi awak kapal, bagi sang nahkoda. Bagaimanapun, laut masih membentang untuk ditaklukkan. Sekali layar terbentang, surut kita berpantang.

Untitled
kutipan didapatkan dari postingan akun twitter @worddiction pada 25 Oktober 2017

Bismillahirrahmaniirrahiim.

[kkpp, 26.10.2017]

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s