Apa kabar hari ini?

Lihat tanda tanya itu jurang antara kebodohan dan keinginanku memilikimu sekali lagi

~ Aan Mansyur – BATAS.

Hari ini adalah hari kesepuluh sejak film Ada Apa Dengan Cinta 2 ditayangkan. Demam? Mungkin. Bahkan sejak dua hari yang lalu penontonnya sudah tembus 2 juta penonton. Tanpa kesulitan mendekati angka 2.7 juta yang dicatat film sekuel pertamanya yang dirilis Februari 2002 dan ditayangkan di bioskop selama 4 bulan.

Kali ini saya menonton di bioskop. Sendiri tanpa teman. Berbeda dengan sekuel pertama yang nonton bareng-bareng di sela kesibukan sebuah acara workshop untuk pembuatan modul pelatihan kader, modul pesanan pengurus wilayah salah satu partai politik. Waktu itu, sesaat usai nonton, saya menyesal, mengapa film semenarik itu tidak saya tonton di bioskop. Dan empat belas tahun kemudian, kesempatan datang kembali: menonton kisah Cinta dan Rangga dari layar bioskop.

Selain faktor Dian Sastrowardoyo, hal lain yang menarik dari sekuel ini adalah sosok Rangga yang suka puisi dan ngefans Chairil Anwar. Unsur puisi jadi salah satu magnet bagi saya. Puisi bukan sekedar semacam soundtrack yang seolah bagai garam untuk sebuah masakan, tapi puisi justru hadir sebagai kekuatan tersendiri. Begitupun di sekuel kedua, puisi masih hadir dengan magnetnya. Sebagaimana penggalan di awal postingan ini yang menjadi puisi Rangga di sekuel kedua.

BATAS ~ Aan Mansyur

Semua perihal diciptakan sebagai batas
Membelah sesuatu dari sesuatu yang lain
Hari ini membelah membatasi besok dan kemarin
Besok batas hari ini dan lusa

jalan-jalan memisahkan deretan toko dan perpustakaan kota,
bilik penjara, dan kantor wali kota, juga rumahku dan seluruh tempat di mana pernah ada kita

Bandara dan udara memisahkan New York dan Jakarta
Resah di dadamu dan rahasia yang menanti di jantung puisi dipisahkan kata

begitu pula rindu. Antara pulau dan seorang petualang yang gila
Seperti penjahat dan kebaikan dihalang ruang dan undang-undang

Seorang ayah membelah anak dari ibunya dan sebaliknya
Atau senyummu dinding di antara aku dan ketidakwarasan
Persis segelas kopi tanpa gula pejamkan mimpi dari tidur

Apa kabar hari ini?

Lihat tanda tanya itu jurang antara kebodohan dan keinginanku memilikimu sekali lagi

***

Ada dua scene yang menarik bagi saya di film AADC2 ini. Pertama, saat Rangga bertemu ibunya. Kemarahan terpendam atas kepergian sang ibu, dimana pada sekuel pertama Rangga hanya tinggal berdua saja dengan sang ayah, serta kerinduan hakiki sang anak kepada sang pemilik rahim tempat ia berasal mula, bergabung menjadi satu dalam emosi yang mengharu biru. Ada keengganan, canggung, serta himpitan pertanyaan yang tiba-tiba: boom! menghablur tak lagi perlu dipertanyakan. Saya suka dengan akting Nicholas Saputra di scene ini.

Kedua, saat dialog Cinta dan Rangga. Bukan tentang complaint Cinta diputuskan tanpa tahu mengapa, bukan pula tentang penjelasan Rangga. Tetapi tentang pemilihan presiden. Penonton (khususnya di Indonesia, karena film ini juga diputar bersamaan di dua negara jiran) seolah dibawa kembali masa-masa ketika Indonesia terbelah menjadi dua kubu pemilih.

Dialog yang cerdas, meski tanpa menyebut kubu yang mana, penonton seolah terbawa bahwa Rangga dan Cinta berada dalam satu kubu yang sama. Saya merasakan mereka berdua dalam satu pilihan yang sama dengan mereka. Mungkin begitu halnya dengan mereka yang berbeda pilihan dengan saya, pasti merasa keduanya pada kubu yang sama dengan mereka. Ajaib dan lucu. Saya ngakak di scene ini dan sebelah saya mungkin bingung apa yang saya tertawakan.

Lho kok cuma dua scene? Bagaimana dengan scene ciuman? Tidakkah itu juga scene yang menarik?

Hehehe, iya juga sih. Ciuman pertamanya boleh juga. Bikin iri, sebagaimana kecemburuan kepada mereka yang berbahagia bisa mendapatkan dan memperjuangkan kesempatan kedua.

Apa kabar hari ini? Hari ke-366 sejak setahun yang lalu …

[kkpp, 08.05.2016]

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s