Bagi sebagian masyarakat kita, menggunakan air panas sebagai kebutuhan untuk mandi adalah termasuk kebutuhan tersier. Hanya balita dan mereka yang sakit yang menggunakannya sebagai sebuah keseharian.

Kadang kebiasaan untuk mandi dengan air panas dianggap sebagai sebuah kemewahan tersendiri. Hanya didapati sebagai salah satu fasilitas hotel berbintang, serta di perumahan-perumahan orang berada.

Bisa jadi anggapan ini karena untuk mendapatkan air panas itu diperlukan tambahan biaya. Cara paling sederhana adalah dengan memasak air dalam panci di atas kompor. Cara ini memerlukan biaya tambahan untuk elpiji yang digunakan sebagai bahan bakar untuk memasaknya. Cara yang lain adalah menggunakan water heater, pemanas air. Menurut situs dunia rumah (www.duniarumah.com), ada tiga cara utama yang digunakan, yaitu (i) water heater yang menggunakan listrik, (ii) water heater dengan menggunakan gas/elpiji, (iii) serta water heater dengan menggunakan tenaga matahari, solar cell.

Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan.  Menggunakan listrik, selain memerlukan tambahan biaya juga perlu diperhatikan masalah keamanannya (tiba-tiba saya teringat aplikasi heater yang sering digunakan anak kost-kost-an era saya dulu masih mahasiswa). Menggunakan gas, selain perlu disiapkan tabung gas tersendiri, juga masih membutuhkan waktu untuk mendapatkan air panas tersebut. Sedangkan aplikasi solar cell, selain biaya awalnya adalah paling tinggi, kekurangan lainnya adalah apabila dalam musim penghujan saat matahari jarang menampakkan diri, maka air panas didapatkan dengan pemanasan menggunakan listrik, kurang lebih sebesar 1000 watt.

***

Obrolan sore itu dengan beberapa kawan, menyadarkan saya bahwa masih ada cara lain untuk mendapatkan air panas. Yaitu dengan memanfaatkan air conditioner (AC) yang sudah terpasang, dimana refrigerant panas akan dilewatkan ke tangki air. Tentunya bukan sembarang tangki karena tangki air tersebut harus memenuhi kaidah-kaidah teknis tertentu.

“Masuk akal,” saya manggut-manggut mendengarkan penjelasan kawan itu. Dulunya, sang kawan itu adalah teknisi AC, dan kemudian mencoba-coba ide tersebut, hingga kemudian yakin bahwa design-nya layak dipasarkan. Kini usahanya sudah berskala home industry, memproduksi lebih dari 10 tangki perbulan berdasarkan pesanan.

Dengan memanfaatkan AC tersebut, maka air panas bisa didapatkan tanpa tambahan biaya. Pengeluaran adalah semata untuk biaya AC yang telah dipasang sebelumnya. Menghidupkan AC, pada saat yang bersamaan akan menyediakan air panas di sisi yang lain. Ide yang menarik.

***

Beberapa saat kemudian, saya mendapati bahwa apa yang disampaikan sang kawan, ternyata memang sudah ada di pasaran. Ada anak perusahaan BUMN pun telah memasarkan model ini sebagai satu kesatuan dengan AC sekaligus water heater-nya, sebagai pelengkap lini produknya yang sudah memasarkan water heater dengan jenis yang lain. Pasti tahulah Anda bila cermat memperhatikan nama si anak-perusahan BUMN yang biasanya namanya tertera di solar cell water heater yang banyak dipasang di atap perumahan orang berada.

Produk sang kawan pun, yang notabene berskala rumahan harus berhadapan dengan perusahaan yang lebih meraksasa.

Sampeyan ndak berusaha mematenkannya (design water heater tank)?” tanya saya pada sore itu penuh ingin tahu.

“ Saya percaya rejeki sudah diatur Yang Di Atas, sebagaimana saya bisa mendesign ini juga karena diparingi-Nya”, jawabnya dan kemudian melanjutkan, “Sampeyan ae ngewangi dodolan, yo’opo? Cekno aku ndang budhal kaji…

Hahaha, masuk…  Ada yang tertarik?

(kkpp, 20.10.2010)

6 pemikiran pada “Berhemat dengan ‘AC Water Heater’

  1. cerita tentang kawan anda itu sama persis dengan yang saya alami..saya menciptakan water heater listrik dan di pasaran mesti bertempur dengan raksasa di bisnis ini…tapi saya punya cara melawan raksasa itu, yaitu dengan cara gerilya…hasilnya efektif..!

    Suka

  2. Logika saya berkata Aircon Water Heater hanya berfungsi pada saat Ac kondisi nyala. Apakah logika saya benar? Apakah dengan menggunakan Aircon Water heater ada penambahan kapasitas/volume freon, pada instalasi pipa ac?

    Suka

    1. kira-kira begitu mas, pada saat menyala. sedangkan volume freon tidak diubah, nanti repot nambah freon harus memperbesar compressor freonnya.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s