Dalang Banyak Anak

“Polisi bosok sak bosok-bosok’e,” raung seorang pria muda saat memasuki warung kopi yang tak berbatas. Pengunjung yang tak banyak pada sore itu hanya sekedar menoleh mencari sumber suara, seolah meminta kelanjutan cerita yang hendak diumbar ke segenap penjuru warung. “Mosok, wes sepedaku ilang, malah aku sing dipajeki,” lanjutnya seraya duduk di dingklik yang kelihatan tuaLanjutkan membaca “Dalang Banyak Anak”

Polisi Tidur

Yang dimaksud tentu bukan gambar yang di sebelah. Tetapi adalah padanan kata dalam bahasa Indonesia dari ‘speed trap‘ pun juga ‘speed bump‘. Ya, ‘polisi tidur’ adalah segundukan perintang yang dipasang di jalan agar pengendara mengurangi kecepatan kendaraannya. Tak ada yang tahu sejak kapan dan siapa yang mempopulerkan terminologi ‘polisi tidur’. ┬áBisa jadi merujuk tipologi masyarakatLanjutkan membaca “Polisi Tidur”

Solidaritas bukan Mahkluk Buta

Alkisah, lepas larut malam sekelompok aparat pengayom keamanan masyarakat menghabiskan malam. Tak ada yang menduga, entah bagaimana kejadiannya ternyata salah satu diantaranya kemudian mengalami kecelakaan dan dilarikan ke rumah sakit. Tidak terima dengan kejadian yang dialami oleh salah satu kawan mereka itu, beberapa diantaranya kemudian menguber sang tersangka penabrak, dan tanpa ba-bi-bu, tewaslah sang penabrakLanjutkan membaca “Solidaritas bukan Mahkluk Buta”

Lampu Merah

Menjelang pukul tiga dinihari, bersama seorang kawan dalam perjalanan pulang usai bermain bridge. Jalanan telah lengang. Padahal di pagi hingga malamnya, biasanya perempatan itu ramai, bahkan kadang menimbulkan ekor antrian yang lumayan mengular. Karena keasyikan ngobrol dan didukung suasana yang telah lengang, kali itu saya melewatkan lampu merah. Sangat jarang lampu lalu lintas di atasLanjutkan membaca “Lampu Merah”